About these ads

Khusus Jakarta, ISISnya Model Elvis

By: Nandang Burhanudin
*****

(1)
Di permukaan. Barat teriak memerangi ISIS. Tapi faktanya. Mereka memanfaatkan ISIS untuk memerangi Islam dan umatnya dengan cara kotor.

(2)
ISIS dibackup juragan media internasional. Tanpa media. ISIS tidak akan seheboh dan setenar saat ini. ISIS selalu LIVE realtime

(3)
Barat tidak lagi gentlemen dalam memerangi umat Islam. Mereka paham. Melawan umat Islam head to head, adalah kehancuran.

(4)
Maka ISIS ditampilkan sebagai sosok sakti tak terkalahkan. Bisa petatangtang petengteng, bom san-sini. Digempur 60 negara superpower dunia, tetap digjaya.

(5)
Kita pun jadi bulan-bulanan media. Filem, berita yang ditampilkan tak jauh beda dengan senjata yang diarahkan ke jantung kita.

(6)
3 hari lalu, baru saja dirilis bahwa ISIS menggunakan domain internet yang justru dimiliki dan didanai pihak-pihak kolonial modern nan rakus.

(7)
Kini Istanbul dan Jakarta, dalam rentang hampir bersamaan meledak… Boooom! Namun kelucuan selalu menampakkan apa di balik layar.

(8)
ISIS kartu sakti mengalahkan kesaktian kartu-kartu Jokowi. Dimanfaatkan penguasa diktator menutupi kebiadabannya. Dimanfaatkan penguasa korup untuk membungkam suara-suara kritis.

(9)
Untuk kasus Turki, ISIS digunakan untuk mengganggu stabilitas Turki yang sebelumnya sibuk menekan Israel untuk mencabut embargo di Jalur Gaza.

(10)
Untuk Indonesia. ISIS hadir bergaya Elvis. Bomnya sekadar letupan di pos polisi. Namun jauh hari, Kedubes AS menebar informasi larangan mendekati lokasi.

(11)
ISIS tampil bak malaikat pencabut maut, di bawah kendali skenario apik. ISIS menjadi magnet. Senjata canggih. Mobil-mobil lapangan all new design made in Japan.

(12)
Dengan ISIS, Islam dan umatnya dihancurkan. Bukan sekadar simbol atau nyawa. Tapi spirit, ruhiyah, dan tentunya identitas. ISIS mematikan rasa, empati, bahkan simpati.

(13)
ISIS bayi sakti ajaib.

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: