motivasi

Kenapa Terjemahan Surat Widad Asfoura Belum Ada (sebuah Apologi)

Sudah lama juga saya tidak mengupdate blog pencari cerah ini. Tiba-tiba saja semangat untuk menulis dan berbagi itu hilang. Setelah saya renungkan kenapa tiba-tiba saja saya teringat bahwa saya belum menterjemahkan surat cinta dari istri pemimpin Al Qassam.

Saya sedang melakukan alih bahasa terhadap surat cinta yang diterbitkan oleh middle east monitor ketika tiba-tiba fokus saya teralihkan. Dan saya pun dengan bodohnya menutup jendela postingan dimana saya sedang mengerjakan terjemahan tersebut. Saya berpikir kalau wordpress akan secara otomatis menyimpan postingan yang belum dipublikasikan tersebut di draft. Sangkaan saya terbukti salah karena wordpress berbeda dengan blogger. Untuk menyimpan tulisan wordpress butuh perintah langsung dari penulisnya dengan mengklik tombol simpan. Sedangkan blogger akan langsung menyimpan tulisan yang sedang dikerjakan. Jadi jika secara tidak sengaja penulis (dalam hal ini saya) menutup jendela postingan, ketika jendela tersebut diaktifkan kembali tulisan yang belum selesai dapat dilihat dalam draft dan penulis tinggal melanjutkan kembali tulisannya hingga selesai.

Mengenai pengganggu yang membuat saya teralih dari menterjemahkan surat cinta Widad Asfoura ke Muhammad Dheif saya tidak ingat lagi. Yang pasti sekarang saya belajar dari kesalahan tersebut dengan membuka dua jendela browser. Satu untuk menulis postingan dan yang lain untuk google translate dan juga surat cinta yang sengaja saya copas untuk kepentingan belajar bahasa inggris.

Selagi saya masih mengalihkan bahasa surat cinta ini saya jadi teringat sesuatu. Surat cinta dari  istri sang pemimpin sepertinya juga merupakan alih bahasa dari bahasa aslinya yaitu bahasa Arab. Sehingga jika anda mencoba mengalihkannya kebahasa Indonesia mungkin anda akan mengernyitkan dahi karena ada beberapa kata yang seharusnya diikuti oleh tanda baca tidak diikuti oleh tanda baca dan sebaliknya.

Jadi mari belajar bahasa Inggris dari tulisan istri Muhammad Dheif yang juga menjadi korban dari genosida Zionis Israel yang lalu. Semoga kisahnya bisa diambil pelajaran oleh kita semua. Amin Allahumma Amiin.

Advertisements

Leave a Reply