Kartu Kredit Bank Mega: Modal Saya Menjalani Blogging Sambil Bisnis Online

Kartu Kredit: Modal Untuk Bisnis Online Melalui Blog – Banyak orang menolak ketika ditawari kartu kredit dari sebuah bank. Termasuk saya pada awalnya. Tetapi karena kebutuhan untuk operasional (apalagi saat itu saya masuk divisi marketing) saya akhirnya mendaftarkan diri untuk mendapatkan kartu kredit bank mega.
Awalnya saya coba-coba menggunakan kartu kredit yang telah diaprove untuk mencoba promo kartu kredit bank mega di toko-toko retail yang masih bernaung di grup Bank Mega. Saya juga pernah melakukan transaksi tarik tunai kartu kredit bank mega.

pemegang dan pengguna kartu kredit
kartu kredit
Tindakan saya ketika menggunakan kartu kredit bank mega cukup ceroboh. Akibatnya setahun lamanya saya berkutat untuk membayar cicilan kartu kredit yang untungnya telah saya atur pada minimum payment.
Memiliki kartu kredit memang membuat seseorang berada di lingkaran setan. Gesek, bayar, utang; itu siklus yang tidak pernah berhenti ketika anda memiliki kartu kredit.
Belajar dari kesalahan tahun lalu saya saat ini mencoba menggunakan kartu kredit dengan lebih bijak. Salah satu langkah yang saya lakukan adalah mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif. Yaitu dengan membeli domain dan hosting di salah satu web hosting sevice luar negeri yang direkomendasikan oleh salah seorang rekan blogger +Juan Feju.
Hasil dari perubahan tersebut (dari kegiatan konsumtif menjadi modal bisnis online) sedikit terlihat dalam beberapa bulan terakhir ini. Blog yang saya kelola dengan selfhosted wordpress dengan modal sewa 40 dolar amerika setahun itu mulai terlihat potensinya.
Dibanding dengan blog yang hosting secara cuma-cuma di blogger.com ini, blog yang saya modali tersebut sangat jauh berbeda. Saya pribadi melihat perbedaan yang sangat kentara di beberapa kategori
  1. trafik, blog selfhosted wordpress yang saya kelola saat ini (Agustus 2016) telah mencapai rata-rata 937 visitor per hari yang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan visitor blog kandrawilko.info
  2. Pendapatan yang dihasilkan pun sangat berbeda jauh. Ingat adagium more traffic = more money. 

Dari dua hal yang saya alami lewat dua blog yang saya kelola tersebut maka pantas banyak mastah blogger merekomendasikan agar blog dikelola secara profesional. Salah satu cara untuk menjadi profesional tersebut adalah dengan meninggalkan hosting gratis dan menggunakan hosting yang berbayar.
pendapatan blog selfhosted wordpress
Karena kartu kredit bank mega yang saya miliki saya tujukan untuk modal bisnis dan kemungkinan akan cukup lama saya gunakan untuk memaintain blog-blog yang saya miliki, saya merasa perlu untuk mengetahui peraturan yang terkait dengan kepemilikan dan penggunaan kartu kredit. 

76.17 Trilyun Transaksi Kartu Kredit Nasional tahun 2014

Menurut statistik dari Asosiasi kartu kredit di Indonesia jumlah pemegang dan pengguna kartu kredit di Indonesia mengalami peningkatan. Peningkatan ini dilihat dari dua hal baik dari jumlah pengguna dan juga jumlah transaksi. Saya mengutip dari blog ngaturduit.com, bahwa menurut Asosiasi Kartu Kredit Indonesia jumlah pemegang dan pengguna kartu kredit bertambah dari 15,09 juta di tahun 2013 menjadi 15,21 ditahun 2014. Jumlah transaksi menggunakan kartu kredit turun dari 219,03 Trilyun Rupiah menjadi 76,17 Trilyun Rupiah. 
Melihat kecenderungan meningkatnya pemegang dan pengguna kartu kredit di Indonesia, Bank Indonesia mengeluarkan beberapa peraturan tentang kartu kredit. 
Pertama, per 1 Januari 2015 setiap kartu kredit akan menggunakan PIN sebagai kode verifikasi transaksi. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Peraturan BI Nomor 14/2/PBI/2012 dan Surat Edaran Nomor 14/17/DASP tentang Penyelenggaraan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu untuk transaksi di merchant yang ada dalam negeri
Kedua, kepemilikan kartu kredit akan dibatasi menurut penghasilan.
  1. Pendapatan < Rp. 3 juta tidak diperbolehkan memiliki kartu kredit ( Tanya: Bagaimana dengan pemegang kartu kredit dengan penghasilan dibawah tiga juta. Apakah kartu kreditnya otomatis dicabut?)
  2. Pendapatan antara Rp. 3 juta – Rp. 10 juta boleh memiliki kartu kredit dari maksimal 2 (dua) penerbit, dengan pembatasan total plafon kredit dari seluruh kartu kredit yang dimilikinya yaitu maksimal 3 (tiga) kali pendapatan tiap bulan. 
  3. Pendapatan > Rp. 10 juta tidak dibatasi kepemilikan kartu kreditnya namun mempertimbangkan analisis risiko masing-masing penerbit kartu. 
Tujuan membatasi kepemilikan kartu kredit dilakukan sebagai langkah manajemen risiko kredit baik di sisi penerbit kartu kredit maupun pengguna kartu kredit.
Ketiga, ada pembasan bunga kartu kredit yaitu maksimum 2.95% per bulan atau 35,40% per tahun.
Keempat, Debt Collector sebagai pihak yang menagih saat tagihan sudah melewati jatuh tempo HARUS memperhatikan hal-hal ini:
  1. penagihan kartu kredit dengan menggunakan perusahaan penyedia jasa penagihan hanya dapat dilakukan terhadap tagihan kartu kredit yang telah macet berdasarkan kriteria kolektibilitas sesuai ketentuan BI yang mengatur mengenai kualitas kredit. 
  2. kualitas pelaksanaan penagihan kartu kredit oleh perusahaan penyedia jasa penagihan harus sama dengan pelaksanaan penagihan kartu kredit yang dilakukan sendiri oleh Penerbit Kartu Kredit. 
  3. tenaga penagihan telah memperoleh pelatihan yang memadai terkait dengan tugas penagihan dan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku. 
  4. identitas setiap tenaga penagihan ditatausahakan dengan baik oleh Penerbit Kartu Kredit.
Tata cara debt collector dalam melaksanakan penagihan pun ada aturannya:
  1. Menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan Penerbit Kartu Kredit, yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan; 
  2. Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan pemegang kartu; 
  3. Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal; 
  4. Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit; 
  5. Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu; 
  6. Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit; 
  7. Penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit; dan 
  8. Penagihan di luar tempat dan/atau waktu sebagaimana dimaksud pada poin 6 dan 7 di atas hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu.
Sebagai alternatif kartu kredit saya sedang mencari informasi kartu debit dari bank mana yang bisa saya gunakan untuk bertransaksi di luar negeri. Kebetulan domain dan hosting yang saya gunakan berasal dari provider hosting dan domain luar negeri. Kenapa saya mencari alternatif penggunaan kartu kredit?
Jawabannya sangat simpel. Menurut kepercayaan saya, kartu kredit dan transaksi yang dilakukan dengannya adalah sebuah perbuatan dosa. Dengan menggunakan kartu kredit berarti si pengguna telah sepakat untuk memberikan keuntungan berupa bunga kepada bank penerbit kartu. Selain itu si pengguna dengan sadar telah menjerat diri dan keluarganya pada kesulitan keuangan yang akan ditimbulkan oleh penggunaan kartu kredit. 
Jika sahabat blogger mempunyai informasi di blog bantu saya untuk memberikan link artikelnya pada kolom komentar, atau anda bisa menggunakan formulir kontak yang saya siapkan. Terima kasih sebelumnya saya ucapkan atas bantuan dan kunjungannya ke artikel kartu kredit Bank Mega: modal untuk bisnis online melalui blog.
Advertisements

Tinggalkan Balasan