About these ads

Kabar Terbaru Bagi Pemegang dan Pengguna Kartu Kredit

Bagi sebagian besar orang kartu kredit adalah kartu yang menyeramkan. Sekali seseorang memakai kartu ini maka lingkaran setan penggunaan kartu kredit mulai menggerayangi orang tersebut. Banyak orang yang menolak ketika ditawarkan oleh account officer / sales credit bank untuk membuat kartu kredit. Hampir kebanyakan orang menolak karena takut pada resiko yang diterima sebagai pemegang dan pemakai kartu kredit.

pemegang dan pengguna kartu kredit
ilustrasi kartu kredit

Saya sendiri pemakai kartu kredit sebuah bank swasta nasional dan saya memakai kartu kredit untuk transaksi online dimana debit card kala itu tidak diterima oleh situs-situs asing. Saya menggunakan kartu kredit untuk membayar maintainance domain dua blog saya pencaricerah.com (blog tentang sastra Inggris) dan kandrawilko.info. Saat ini beberapa situs telah mulai menerima debit card dari Indonesia, saya jadi berpikir apakah akan saya lanjutkan menjadi pemegang dan pemakai kartu kredit atau melepaskannya sama sekali.
Menurut statistik dari Asosiasi Kartu Kredit di Indonesia pemegang dan pengguna kartu kredit mengalami peningkatan baik dari jumlah pengguna maupun jumlah transaksi. Saya mengutip dari blog ngaturduit.com, bahwa menurut Asosiasi Kartu Kredit Indonesia jumlah pemegang dan pengguna kartu kredit bertambah dari 15,09 juta di tahun 2013 menjadi 15,21 ditahun 2014. Jumlah transaksi menggunakan kartu kredit turun dari 219,03 Trilyun Rupiah menjadi 76,17 Trilyun Rupiah.

Melihat kecenderungan meningkatnya pemegang dan penggunak kartu kredit di Indonesia, Bank Indonesia mengeluarkan beberapa peraturan tentang kartu kredit.
Pertama, per 1 Januari 2015 setiap kartu kredit akan menggunakan pin sebagai kode verifikasi transaksi. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Peraturan BI Nomor 14/2/PBI/2012 dan Surat Edaran Nomor 14/17/DASP tentang Penyelenggaraan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu untuk transaksi di merchant yang ada dalam negeri

Kedua, kepemilikan kartu kredit akan dibatasi menurut penghasilan.

Pendapatan < Rp. 3 juta tidak diperbolehkan memiliki kartu kredit ( Tanya: Bagaimana dengan pemegang kartu kredit dengan penghasilan dibawah tiga juta. Apakah kartu kreditnya otomatis dicabut?) Pendapatan antara Rp. 3 juta – Rp. 10 juta boleh memiliki kartu kredit dari maksimal 2 (dua) penerbit, dengan pembatasan total plafon kredit dari seluruh kartu kredit yang dimilikinya yaitu maksimal 3 (tiga) kali pendapatan tiap bulan. Pendapatan > Rp. 10 juta tidak dibatasi kepemilikan kartu kreditnya namun mempertimbangkan analisis risiko masing-masing penerbit kartu.
Tujuan membatasi kepemilikan kartu kredit dilakukan sebagai langkah manajemen risiko kredit baik di sisi penerbit kartu kredit maupun pengguna kartu kredit.

Ketiga, ada pembasan bunga kartu kredit yaitu maksimum 2.95% per bulan atau 35,40% per tahun.

Keempat, Debt Collector sebagai pihak yang menagih saat tagihan sudah melewati jatuh tempo HARUS memperhatikan hal-hal ini:

penagihan kartu kredit dengan menggunakan perusahaan penyedia jasa penagihan hanya dapat dilakukan terhadap tagihan kartu kredit yang telah macet berdasarkan kriteria kolektibilitas sesuai ketentuan BI yang mengatur mengenai kualitas kredit.
kualitas pelaksanaan penagihan kartu kredit oleh perusahaan penyedia jasa penagihan harus sama dengan pelaksanaan penagihan kartu kredit yang dilakukan sendiri oleh Penerbit Kartu Kredit.
tenaga penagihan telah memperoleh pelatihan yang memadai terkait dengan tugas penagihan dan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku.
identitas setiap tenaga penagihan ditatausahakan dengan baik oleh Penerbit Kartu Kredit.
Tata cara debt collector dalam melaksanakan penagihan pun ada aturannya:

Menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan Penerbit Kartu Kredit, yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan;
Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan pemegang kartu;
Penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;
Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;
Penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit; dan
Penagihan di luar tempat dan/atau waktu sebagaimana dimaksud pada poin 6 dan 7 di atas hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu.

Sumber ngaturduit.com

bagi yang butuh duit silahkan cek tulisan 3 Langkah Mudah Kredit Tanpa Agunan

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: