Jalan Terjal Menulis Skripsi Sastra

Generic Banner

Setelah hampir lima tahun kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Padang dengan program studi Sastra Inggris konsentrasi Sastra, maka tibalah saatnya proses terakhir yang harus saya lewati untuk menjadi mahasiswa paripurna.

Proses tersebut adalah menulis skripsi.

Skripsi menurut saya adalah bukti intelektualitas seorang mahasiswa dalam bentuk tulisan yang akan menggambarkan seberapa jauh dan mendalam pemahamannya terhadap sebuah permasalahan dan teori yang telah ia pelajari selama perkuliahan.

Ada banyak cara untuk menyelesaikan skripsi.

Bagi mereka yang hanya ingin gelar sarjana: maka mahasiswa tersebut akan mencari jalan termudah.

Ia cukup menentukan judul dari skripsi yang ia inginkan dan kemudian meminta orang lain untuk membuatkan penelitiannya berdasarkan judul yang ia tentukan.

Saya sendiri memilih untuk menulis skripsi sendiri, meskipun harus menempuh jalan terjal: menulis skripsi sendiri.

Menulis skripsi adalah kegiatan yang paling berat yang pernah saya lakukan.

Namun setelah bertahun-tahun meninggalkan kegiatan menulis penelitian ilmiah selama beberapa tahun, saya pun kembali merasakan kerinduan untuk menjalankan proses akhir perkuliahan di perguruan tinggi tersebut.

Kira-kira seperti apa sih jalan terjal proses skripsi yang saya jalani?

Check it out.

#1 Mencari Novel Yang Tepat

Seorang mahasiswa sastra harus membuat skripsi tentang karya sastra.

Ada banyak karya sastra yang bisa dipilih untuk dijadikan bahan penelitian di kampus.

Teman-teman saya malah meneliti filem box office (Man In Black), kumpulan puisi, komik, dan lain sebagainya.

(Kalau kamu penggemar video game seperti Metal Gear Solid, coba saja ajukan game karya Hideo Kojima tersebut sebagai bahan skripsi)

Karya sastra yang saya pilih untuk dijadikan bahan skripsi adalah novel.

Meneliti novel untuk dijadikan bahan penelitian bukan sebuah hal yang baru.

Sudah banyak mahasiswa senior yang menggunakan novel sebagai bahan untuk diteliti, hanya saja judul novel yang diteliti itu yang beragam.

Mengingat bahan atau materi penelitian yang saya inginkan harus simpel atau mudah didapatkan maka saya pun memilih novel.

Novel yang menjadi bahan penelitian pun tidak bisa sembarangan.

Dosen saya memberikan sebuah persyaratan atas karya sastra yang akan dijadikan bahan untuk penelitian skripsi sastra.

Tidak hanya novel yang baru diterbitkan tetapi novel tersebut harus mendapatkan penghargaan.

Jadi novel yang akan diangkat menjadi sebuah penelitian akan terlihat sebagai penelitian baru bukan berisi sejumlah salinan dari kritikus dari judul novel tersebut.

Kebijakan diatas (novel harus mendapatkan penghargaan dan juga edisi baru) digunakan dosen saya agar mahasiswa sastra yang akan mendapatkan gelar sarjana benar-benar memiliki kualitas.

Alasan beliau memberikan pertimbangan diatas adalah karena budaya mahasiswa Indonesia yang rata-rata lebih suka menyadur karya orang lain dibandingkan membuat karya yang berasal dari olah pikirnya sendiri.

 

Seperti yang banyak diceritakan oleh orang yang menulis skripsi, kendala-kendala menulis skripsi itu banyak dan akan menjadi nikmat tersendiri ketika proses itu berakhir.

Meskipun meneliti Novel itu simpel menurut kebanyakan orang, mendapatkan judul novel yang sesuai standar yang diberikan sangat sulit.

Di kota Padang novel bahasa Inggris terbaru cukup sulit untuk didapat, apalagi yang sesuai kriteria jurusan.

Novel bahasa Inggris yang banyak beredar di kota Padang antara lain novel-novel yang sudah usang dan pastinya bekas pakai.

Novel yang baru pun jika beruntung anda dapatkan adalah novel-novel dengan kategori Best Seller.

Padahal tipikal novel yang layak dijadikan skripsi menurut kampus adalah novel Arundhati Roy yang berjudul The God of Small Things.

Novel The God of Small Things merupakan novel yang banyak mendapatkan penghargaan: Man Booker Prize dan New York Times best seller.

#2 Temukan Toko Buku Yang Tepat

Sepertinya tidak hanya di Kota Padang saja seseorang mempunyai kesulitan dalam mencari novel bahasa Inggris.

Di kota besar seperti Jakarta pun demikian.

The Plot Against America by Philip Roth
The Plot Against America

Saya mendapatkan novel yang sesuai dengan kriteria dari dosen setelah mendapatkan informasi jika di Jakarta ada sebuah toko buku khusus bernama QB World.

Jadi setelah saya googling untuk kriteria novel sastra yang mendapat penghargaan, saya cek ke website QB World untuk novel yang bersangkutan.

Baca: Google Hacking Teknik Rahasia Mencari Informasi Akurat

Dari sekian banyak judul novel berbahasa inggris yang saya temukan hanya beberapa yang dimiliki oleh QB World.

Dan novel The Plot Against America karya Philip Roth menjadi pilihan saya untuk menjadi bahan penelitian saya.

Sayang sekali saat ini toko QB World ini sudah tak bisa lagi di temui.

Kabar terakhir yang saya browsing, pengelola harus menutup bisnisnya karena segmen pasar untuk karya sastra bahasa inggris tidak terlalu menguntungkan.

Dalam beberapa kali main ke mall-mall besar di ibukota ini saya melihat ada beberapa toko buku khusus yang menjual karya-karya berbahasa inggris seperti peripheral dan Gramedia, tapi jika ada yang butuh karya sastra spesifik untuk skripsi seperti yang disampaikan oleh dosen saya kira-kira ada yang mau beli langsung via amazon.com?

Inilah salah satu kekurangan yang saya temui untuk anak sastra inggris, mungkin mahasiswa bahasa asing lain juga merasakan.

Kesulitan mendapatkan literatur-literatur yang menunjang perkuliahan belum mendapatkan tempat di agenda-agenda petinggi kampus.

#3 Membahas Isu Yahudi dalam Novel dan Menjadi Peneliti Yang Objektif

Setelah mendapatkan novel yang tepat dari toko buku yang tepat, maka proses berikutnya adalah mencari pokok permasalahan yang akan diangkat menjadi topik diskusi dalam menulis skripsi.

Dari pencarian saya terhadap novel The Plot Against America saya menyadari bahwa novel ini sangat kental dengan kehidupan orang Yahudi Amerika.

Penulisnya pun, Philip Roth, adalah Yahudi Amerika.

Jadi saat mengangkat isu Yahudi Amerika di dalam novel The Plot Against America, cukup banyak perdebatan yang saya alami.

Philip Roth sebagai seorang pengarang, sangat jenius dalam membangun cerita.

Ia mengambil sejarah Amerika dimasa krisis Keuangan Global dan bagaimana keadaan global tersebut berakibat untuk keluarga Yahudi Amerika.

Selain itu Philip Roth juga membalikkan sejarah untuk mendapatkan sebuah kesan yang kuat tentang apa yang akan dialami oleh orang Amerika keturunan Yahudi jika Amerika dikuasai oleh Charles A. Lindbergh yang sangat dekat dengan pemerintahan Adolf Hilter.

Awalnya saya tidak ingin membahas soal Yahudi karena amat dekat dan mempunyai kecenderungan yang kuat untuk menjadi subjektif, tetapi setelah berdiskusi dengan beberapa teman dan juga setelah membaca beberapa tanggapan kritikus tentang novel tersebut akhirnya saya memberanikan diri untuk menulis judul skripsi The Power of American Jews in The Plot Against America.

Saya cukup lega karena dalam kisah yang diceritakan oleh Philip Roth, ada beberapa orang Yahudi yang memperlihatkan Kekuasaan Yahudi Amerika tersebut.

Bahkan orang-orang kuat atau tokoh-tokoh Yahudi Amerika yang juga ikut berperan dalam pemerintahan Amerika tergambarkan disana.

Apakah kondisi pemerintahannya dekat dengan Hitler atau tidak, selalu ada tokoh Yahudi Amerika di sekitar pemerintahan.

Itu yang saya temukan dan itu yang saya pertahankan di dalam sidang skripsi.

Teori konspirasi Yahudi banyak yang menjadi referensi saya dalam menulis skripsi.

Tetapi untungnya saya selalu diingatkan bahwa yang saya bahas itu novel yang kebetulan membahas persoalan Yahudi di Amerika dan juga fenomena-fenomena yang terdapat didalam novel tersebut.

Inilah yang saya maksud dengan objektifitas dalam menulis skripsi.

Akhir Perjalanan Terjal Menulis Skripsi

Akhir sebuah skripsi adalah sidang skripsi yang dipenuhi oleh penguji dan juga pembimbing.

Jika anda menulis sendiri skripsi yang anda buat, maka apapun hasil sidang dan bagaimana jalan sidang tentu anda nikmati.

Skripsi saya disebut-sebut sebagai penulisan yang cukup subjektif oleh salah seorang penguji.

Hal ini dikarenakan isu yang saya bawa cukup sensitif yang cenderung ke arah rasisme, tetapi dengan bekal yang kuat (berupa diskusi rutin dengan teman-teman rohis maupun non affiliate) saya berhasil meyakinkan penguji bahwa penelitian sastra yang saya lakukan adalah penelitian yang objektif dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi subjektif terhadap sebuah persoalan.

Ada dua jam, menurut teman saya yang juga menunggu giliran sidang, saya berada di dalam ruangan dengan para penguji skripsi.

Beberapa teman malah mempunyai prediksi mengerikan jika saya didalam sedang di koyak-koyak oleh penguji yang terkenal sangat killer di kampus.

Saya sendiri merasakan diskusi yang membahas skripsi tersebut jauh dari bayangan-bayangan yang mengerikan.

Bagi saya bertemu dengan penguji berarti berdiskusi lebih jauh mengenai cara saya menulis ilmiah, referensi yang saya ambil, dan cara interpretasi saya terhadap teks-teks novel The Plot Against America yang saya kutip.

Rentang waktu yang saya rasakan malah hanya sekitar 30 menit.

Meskipun suasananya sangat menyenangkan, ketika palu keputusan lulus/tidak lulus akan diketukkan, disitu saya merasakan betapa lamanya waktu berjalan.

Musyawarah dan mufakat yang diberikan kepada penguji skripsi membutuhkan ketidakhadiran orang yang diuji.

Big relief. 

Saat anda memikul beban berat dipundak dan begitu beban tersebut tidak ada lagi, tubuh anda akan merasa ringan.

Begitu juga tubuh saya saat mendengar bahwa saya lulus ujian skripsi dengan topik yang sangat sensitif.

Saking ringannya tubuh saya saat mendengar kelulusan, saya hanya bisa terisak di tempat duduk dan ditertawakan oleh para penguji yang sebagian besar wanita.

Air mata saya pun rasanya tidak berhenti berderai ketika salah seorang penguji berbisik kalau nilai yang diberikan oleh penguji cukup baik, B.

Padahal saya hanya berharap lulus dengan nilai C agar selesai masa perkuliahan di kota Padang.

Hingga hari ini satu kopi skripsi tersebut saya simpan di dalam lemari dan novel The Plot Against America, selalu saya baca dan saya bawa kemana pun.

Ada hal-hal baru yang saya gali dari novel tersebut dan semoga suatu hari saya bisa menyelesaikan menuliskannya dalam sebuah buku baru.

Advertisements

3 Balasan untuk “Jalan Terjal Menulis Skripsi Sastra”

  1. Ping-balik: Peluang kerja sastra inggris, wajib baca!! | PencariCerah
  2. Ping-balik: 15 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi | PencariCerah

Punya Tanggapan? Mari kita berdiskusi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.