Ibu Risma Pemimpin Indonesia dan Penutupan Lokalisasi Dolly

Tanggal 18 Juni 2014 adalah hari yang bersejarah, tidak hanya untuk seorang pemimpin tapi juga untuk seluruh kota yang ia pimpin. Walikota Surabaya ditengah pro dan kontra masyarakat yang ia pimpin telah menutup salah satu tempat maksiat terbesar di Asia Tenggara. Usahanya untuk membebaskan kota Surabaya dari lokalisasi Dolly adalah sebuah kerja nyata seorang pemimpin yang mengakui Allah adalah Tuhannya dan Muhammad S.A.W. adalah hamba dan rasulnya. Ibu Risma mencontohkan sabda nabi kepada para pemimpin kota-kota lain di Indonesia dan di dunia, bahwa kekuasaan itu bisa digunakan untuk kebaikan. Nabi bersabda, Jika kamu melihat kemungkaran maka hendaklah kamu mencegahnya dengan tanganmu, jika tidak mampu dengan lidahmu, jika tidak mampu dengan hatimu dan itulah selemah-lemahnya iman.

Ibu Risma bukan kader salah satu partai politik di Jawa Timur, ia hanya seorang birokrat yang kebetulan diusung oleh partai politik pemenang pemilu 2014 di pemilihan kepala daerah yang lalu. Walaupun ia diusung oleh partai politik yang membawanya ke puncak tertinggi kekuasaan di kota Surabaya ia tidak lantas tunduk dengan kebijakan parpol tersebut.

Bagaimana nasib penghuni lokalisasi? Ternyata Ibu Risma telah jauh merancang berbagai bantuan untuk penghuni lokalisasi Dolly. Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan, diberikan modal kerja Rp. 5 juta untuk setiap orang, dan bagi yang ingin pulang ke kampung halaman juga disediakan alat transportasinya. Daerah bekas lokalisasi tersebut direncanakan akan dibangun gedung serbaguna bertingkat 6. Rencana pembangunan gedung ini tentu akan memberikan masyarakat sekitar penghasilan. Mereka yang tidak setuju dengan kebijakan ibu Risma menuduh Walikota Surabaya ini melanggar HAM para penghuni dan masyarakat di sekitar tempat lokalisasi Dolly. Padahal sebagai pemimpin masyarakat saya melihat ibu Risma punya keprihatinan terhadap cara mencari nafkah penghuni Dolly dan masyarakat disekitarnya. Karena keprihatinannya tersebut ibu Risma berani pasang badan untuk menutup lokalisasi dan juga memberikan fasilitas berupa modal usaha, pelatihan kewirausahaan, dan transportasi. Fasilitas ini tidak datang secara tiba-tiba namun diusahakan jauh-jauh hari oleh beliau, hingga pemerintah pusat pun melalui Menteri Sosial memberikan bantuan pada program ibu Risma.

Semoga pemimpin seperti Ibu Risma semakin banyak diberitakan oleh media-media mainstream untuk menginspirasi generasi pemimpin Surabaya dan Indonesia di masa depan.

[end]

Advertisements

Leave a Reply