Apa itu Humanistic Studies

humanistic studies itu apa? Pertanyaan ini disampaikan oleh salah seorang komentator dalam postingan saya berikut ini.

Humanistic Studies adalah sebuah cabang ilmu baru dan saya tidak bisa memastikan apakah ilmu ini diajarkan pada jurusan bahasa dan sastra inggris. Sejujurnya saya sendiri tidak mendapatkan ilmu ini ketika kuliah.

Dari situs saintmarys diketahui bahwa Humanitic studies merupakan sebuah disiplin ilmu yang menggabungkan beberapa disiplin ilmu seperti sastra, seni, dan sejarah kebudayaan Barat sebagai sebuah kesatuan yang tak terpisahkan. Jika dilihat dari akhir paragraf pertama di situs saintmarys saya berasumsi jika ilmu Humanistic Studies yang dipelajari lebih kearah mempelajari sejarah kristen Eropa. Berikut petikan paragraf terakhir tersebut,

..history of Western Culture as an integrated whole, from ancient Greece and Rome to the present, emphasizing Christianity’s dynamic role.

Jika melihat dari situs saintmarys tersebut, Human Studies bukanlah sebuah jurusan sebagaimana jurusan saya bahasa dan sastra inggris. Tetapi lebih besar dari itu, Human Studies adalah sebuah Fakultas atau seperti yang disampaikan dalam situs a Department. Jadi di perguruan tinggi saintmarys Humanistic Studies bukan bagian dari ilmu sastra, namun sebaliknya. Ilmu kesusasteraan adalah bagian dari ilmu Humanistic Studies.

Saya melihat jika Humanistic Studies merupakan sebuah fakultas tersendiri, jika di Indonesia humanistic studies lebih dikenal dengan Fakultas Ilmu Budaya.

Fakultas Ilmu Budaya ini terdapat berbagai jurusan seperti jurusan seni rupa, jurusan bahasa  dan sastra Inggris, jurusan bahasa dan sastra Indonesia, dan Desain Komunikasi Visual atau yang lebih dikenal dengan singkatan DKV.

Dulu kampus saya Fakultas Bahasa Sastra dan Seni, dan jurusan yang saya sebutkan diatas ada di kampus.

Lain halnya di sebuah universitas di Belanda yang saya temukan di google. University of Humanistic Studies yang menurut situs resmi mereka terletak di kota Utrecht. Disini ilmu tentang Humanistic Studies tidak lagi sebuah departement khusus akan tetapi sebuah universitas.

Humanistic Studies menurut UVH adalah

a multidisciplinary science that draws on various disciplines that are used in conjunction whenever appropriate.

(sebuah cabang ilmu yang menggabungkan berbagai disiplin (ilmu) yang digunakan secara bersamaan kapanpun diperlukan)

Lebih lanjut disebutkan beberapa cabang ilmu yang akan dipelajari di Universitas ini adalah Filologi, Etika, Psikologi, Pendidikan, Sosiologi, Sejarah, Kajian Keagamaan dan Ilmu Kebudayaan, serta Filsafat Ilmu dan juga metodologi ilmiah.

Dari dua situs diatas saya mengambil kesimpulan jika Humanistic Studies adalah sebuah cabang ilmu yang membahas tentang sisi kemanusiaan dan dilihat dari beberapa disiplin ilmu yang berkaitan seperti sastra, sejarah, agama, filologi dan lainnya.

Humanistic Studies merupakan sebuah cabang ilmu baru yang mengintegrasikan beberapa cabang ilmu seperti sastra, filosofi, sejarah, dan tulisan. Saya sendiri baru mengenal “binatang” ini setelah ditanyakan dalam komentar pada postingan peluang kerja sastra inggris. Mungkin sekarang jurusan sastra inggris mempunyai mata kuliah Humanistic studies, karena ketika kuliah saya tidak mendapatkan mata kuliah ini.

Menurut Maryland Institute College of Art atau MICA, perbedaan Humanitic Studies dan Humaniora (Humanities) adalah pada subject yang dipelajari. Pada Humanitic Studies kita akan lebih banyak mengamati kehidupan sehari-hari sebaliknya pada ilmu Humaniora subjek yang akan diteliti dan cenderung untuk melihat sejarah dan melatih para cendekiawan untuk mempelajari sejarah. Humanistic Studies bertujuan agar mahasiswa dapat terlibat dalam hubungan budaya masyarakat di sekitarnya.

Secara teori manusia dianggap tidak hanya makhluk biologi namun lebih dari itu manusia diciptakan oleh sebuah kebudayaan. Pekerja seni, sejarawan, intelektual melihat manusia sebagai subjek penelitian dan penciptaan. Mereka mencipta, menulis, dan mengatur institusi sosial yang menampilkan pencapaian manusia kepada seluruh komunitas.

Tapi saya masih tidak mengerti tujuan dari cabang ilmu baru ini (ingat baru bagi saya sendiri) karena tujuannya tidak terlalu jelas. Kalau saya membahasakan Humanistic Studies ke Bahasa Indonesia maka saya membahasakannya dengan Kajian Kemanusiaan. Nah, bagian kemanusiaan dari manusia ini yang dikaji. Untuk apa? Apakah untuk disiarkan ke seluruh dunia? Apakah hanya untuk memahami bahwa sisi kemanusiaan dari manusia? lalu apa arti kemanusiaan itu sendiri?

Akhirnya saya jadi bingung sendiri. Semoga sedikit penjelasan ini dapat menjadi pencerahan bagi penanya.

Advertisements

2 Balasan untuk “Apa itu Humanistic Studies”

  1. Ping-balik: Peluang kerja sastra inggris, wajib baca!! | PencariCerah

Tinggalkan Balasan