Hingar Bingar Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014-2019

Bagi rakyat Indonesia bulan Juni 2014 ini menjadi bulan yang hingar bingar. Penyebabnya adalah pemilihan umum presiden masa bakti 20014-2019 dan juga Piala Dunia 2014.  Pemilihan umum kali ini pun menjadi sebuah sejarah tersendiri karena hanya dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden yang akan berlaga saat ini. Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa dengan tagline #SelamatkanIndonesia akan beradu gagasan dan visi dengan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Kedua pasang capres dan cawapres tersebut akan saling memperebutkan simpati rakyat Indonesia. Kampanye hitam dan Kampanye negatif pun saling bermunculan di media sosial untuk mendukung masing-masing calon. Saking hiruknya beberapa status di media sosial pun meminta agar jangan sampai terjadi perpecahan dan melangsungkan kampanye damai baik secara online maupun offline.

Gosip-gosip politik pun bermunculan dari berbagai pihak. Salah satunya yang pasti menjadi ramai dan menarik untuk menjadi perdebatan adalah kabar angin yang dihembuskan oleh akun twitter triomacan2000. Didalam biografi singkatnya di akun twitter, admin triomacan2000 mengaku bahwa akun mereka adalah akun intelijen dan pencerahan. Admin mereka bukan hanya satu namun ada puluhan dan amat dekat dengan beberapa pejabat di puncak kekuasaan Indonesia. Meskipun masih kontroversi perihal berita yang mereka kicaukan di negeri twitter, nampaknya followers atau pengikut dari akun triomacan2000 semakin bertambah. Apalagi pemilu kali ini hanya dua pasang calon yang berlaga untuk menuju kursi RI1.

Kedua pasang calon presiden dan wakil presiden mempunyai track record yang tidak ideal. Namun postingan pencaricerah kali ini tidak akan membahas hal tersebut. Sebagai sebuah blog pribadi yang mencari kejelasan pada diri pribadi dan juga pada pembacanya, di pemilu kali ini saya merasakan seperti ada dua ideologi yang sedang bertempur.  Kedua ideologi itu adalah #SelamatkanIndonesia dan #IndonesiaHebat. Debat capres dan cawapres yang kemarin disiarkan oleh beberapa televisi swasta nasional membuktikan hal tersebut.

Debat capres dan cawapres yang semestinya menjadi ajang perang gagasan antar kandidat menjadi ajang sindir menyindir antar kandidat. Debat capres dan cawapres yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepertinya tidak sampai pada tujuannya. Visi dan misi para kandidat bukanlah yang dikuliti hingga terang isinya tapi menjadi sebuah ajang untuk menguliti lawan politik. Jika debat capres dan cawapres ronde pertama telah menunjukkan hal ini, bagaimana dengan jadwal debat capres cawapres di empat kesempatan mendatang? Debat capres dan cawapres dalam menghadapi persoalan bangsa Indonesia yang komplek ini haruslah sesuai dengan tujuannya, jika hanya menjadi ajang pembunuhan karakter lawan maka sebaiknya KPU mengurangi jadwal debat antar kandidat. Tindakan ini akan lebih baik jika jadwal debat diteruskan, pertama dana pemilu dapat berkurang dan kedua masyarakat diajarkan kehidupan politik yang baik. Adu gagasan akan lebih elegan dibandingkan sindir menyindir terhadap masa lalu yang tidak sempurna.

Secara umum mungkin masyarakat muak dengan acara debat capres dan cawapres yang diagendakan oleh KPU. Karena visi dan misi para capres dan cawapres kalau digeneralkan hampir sama saja. Seperti apa Indonesia ke depan hanya sebuah wacana yang bagus dalam konsep dan mempunyai menggambarkan program yang akan dieksekusi ketika menjabat. Alasan lain yang membuat masyarakat Indonesia muak adalah beredarnya informasi-informasi yang berupa kabar burung. Kenapa saya sebut kabar burung? Hal ini dikarenakan kita tidak mengetahui siapa yang memberikan informasi.

Didalam Al Quran, kitab suci umat Islam dan agama yang saya anut, diperintahkan oleh Allah untuk meneliti si pembawa berita. Pengertian perintah Al Quran ini adalah agar kita tidak langsung mencerna dan menelan informasi tersebut secara langsung. Tujuan yang memberikan informasi tidak kita ketahui dan kebenaran berita/informasi yang disampaikan masih nisbi. Bahkan dalam ilmu hadist ada beberapa kriteria hadist yang dipakai hingga saat ini beberapa diantaranya adalah hadist yang shahih, hadist yang diragukan, dan hadist palsu.

Hadist adalah perkataan dan perbuatan yang jika ditelusuri periwayatannya akan berujung pada perkataan dan perbuatan nabi Muhammad SAW. Hadist shahih merupakan hadist dengan tingkat paling tinggi derajatnya dibandingkan dengan hadist-hadist lain. Kitab hadist yang dikategorikan shahih dan masih dipakai hingga saat ini adalah kitab hadist dari Bukhari dan Muslim. Kedua ulama ini bahkan meneliti tingkatan hadist berdasarkan periwayatnya. Budaya untuk melihat siapa yang meriwayatkan sebuah berita ini kemudian harusnya tetap dipegang oleh umat muslim.

Ada banyak pembawa kabar saat ini yang kita kenal mulai dari surat kabar, internet hingga kabar angin. Apalagi tahun yang kita hadapi adalah tahun politik dimana tahun ini diharuskan untuk adanya perubahan dalam pemegang kekuasaan. Pemilihan umum yang seharusnya damai dimana para kandidat capres dan cawapres saling menyampaikan gagasan dan konsep-konsep kerja yang akan dilakukan selama lima tahun mendatang dirusak dengan perang kampanye negatif dan kampanye hitam. Sederhananya kampanye hitam adalah sebuah kampanye dimana informasi yang diberikan sifatnya hanya dugaan dan condong ke arah fitnah, sedangkan kampanye negatif adalah pemberian informasi yang benar kepada masyarakat namun kontennya berisikan informasi-informasi keburukan dari calon yang bertarung.

Karena pemimpin yang akan kita pilih menentukan masa depan kita sendiri untuk lima tahun ke depan mengenal para calon pemimpin kita merupakan suatu kewajiban tersendiri. Informasi yang kita dapatkan dari media-media yang bertebaran tidak mungkin tidak sejalan dengan kita harus diteliti lebih lanjut. Caranya adalah melihat kecenderungan si pembawa berita; apakah si pembawa berita condong ke salah satu kubu atau tidak. Jika iya maka carilah berita pembanding agar pemahaman terhadap calon pemimpin menjadi lebih komprehensif. Ini yang saya sebut dengan taaruf atau berkenalan.

Kebetulan pemilihan umum presiden dan calon wakil presiden periode 2014-2019 akan berlangsung di bulan Ramadhan. Bulan ini bagi umat Islam merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan tidak hanya untuk umat Islam saja tapi non muslim pun merasakan keberkahannya. Oleh karena itu harapan saya dan mungkin harapan masyarakat Indonesia pada umumnya, masa-masa pemilu yang kita lalui dapat menciptakan suasana damai dan kondusif, serta pemimpin Republik Indonesia nantinya dapat menyelesaikan amanah Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mensejahterakan warga negara Indonesia.

Advertisements

Tinggalkan Balasan