Hikmah Puasa

Hikmah Puasa di ringkas dari buku Fiqh Puasa karya Syaikh Dr Yusuf Al Qardhawi. Beberapa hikmah puasa yang dirasakan oleh hamba Allah yang mengerjakan perintah adalah:
1. Penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs)
Puasa akan membuat seorang lebih terlatih untuk ikhlas dan bersih hatinya karena puasa telah membuatnya untuk menahan diri dari hal-hal yang menggodanya. Seorang hamba bisa saja makan, minum dan melakukan hal yang halal lainnya disiang hari bulan Ramadhan akan tetapi ia meninggalkannya karena Allah memerintahkan untuk menahan keinginan-keingan tersebut di siang hari.
…dia tidak makan, tidak minum, dan tidak berhubungan dengan istrinya karena Ku. Puasa itu untuk Ku dan Aku yang akan memberinya pahala. (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim).
2. Mengangkat aspek ruh Ilahiyah
Di dalam diri seorang manusia terdapat 2 unsur yaitu unsur tanah dan unsur ruh Ilahiyah. Dengan melaksanakan perintah Allah untuk berpuasa manusia diajarkan untuk mendominankan unsur ruh Ilahiyahnya sehingga derajatnya meninggi ke derajat malaikat. Dan sungguh merugi manusia yang lebih dominan unsur tanahnya karena derajatnya turun ke derajat binatang.
Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; ketika berbuka ia berbahagia dengan bukanya dan ketika bertemu Tuhannya dia berbahagia dengan puasanya (Muttafaq ‘alaih)
3. Mendidik manusia untuk bersabar
Puasa bulan kesabaran dan tiga hari di setiap bulan dapat melenyapkan kedengkian dalam dada (Hadist Riwayat Thabrani, Baghawi, dan Bazzar).
4. Mengendalikan syahwat
Syahwat adalah senjata syetan paling ampuh untuk mengalahkan manusia. Dalam Psikoanalisa-nya Sigmund Freud berpendapat bahwa syahwat (baca:dorongan seksual) adalah penggerak utama dalam prilaku manusia. Peradaban Barat pun rusak karena syahwat menjadi salah satu pengeratnya. Berpuasa dapat menurunkan dorongan hawa nafsu kepada lawan jenis yang dapat merusak pribadi dan peradaban ini.
“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu maka nikahlah. Sesungguhnya ia (menikah) lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Sedangkan barangsiapa yang tidak mampu maka berpuasalah, karena sesungguhnya puasa itu benteng baginya. (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
5. Menajamkan perasaan terhadap nikmat Allah Subhanahu Wata ‘Ala
Tuhanku pernah menawariku untuk menjadikan kerikil di Makkah menjadi emasi. Aku menjawab, “tidak wahai Rabbku, akan tetapi aku kenyang sehari dan lapar sehari. Apabila aku lapar, aku merendah sembari berzikir kepadaMu, dan apabila aku kenyang, aku memujiMu dan bersyukur kepadaMu (Hadist Riwayat Tirmizi dan Ahmad)
6. Melahirkan kepedulian sosial
Berpuasa akan membuat seorang hamba merasakan kesulitan saudaranya yang kekurangan dalam menahan lapar dan dahaga. Perasaan yang sama yang dialami oleh orang yang berpuasa melahirkan empati dan kasih sayang kepada saudaranya yang kurang beruntung. Nabi Muhammad SAW mengajarkan, Barangsiapa yang memberi makan berbuka untuk orang yang berpuasa, ia mendapatkan pahala seperti pahalanya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu (Hadist Riwayat Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Bulan Ramadhan oleh karena itu disebut juga sebagai bulan solidaritas (syahrul muwasah) dan Rasul memperbanyak sedekah pada bulan ini.
7. Mempersiapkan mukmin mencapai derajat taqwa
Allah berfirman dalam surat Al Baqarah 183 “Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” Inilah gabungan dari hikmah puasa yang telah disebutkan diatas. Penyucian jiwa, mendominankan unsur ruh Ilahiyah, pendidikan untuk sabar, mengendalkan syahwat, bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan lahirnya perasaan sosial kepada saudara seiman adalah langkah-langkah menuju manusia yang bertaqwa sebagaimana telah Firman Allah dalam surat Al Baqarah diatas.
Advertisements

Tinggalkan Balasan