Beberapa Hal yang Harus di Pertimbangkan Saat Membeli TV Berdua Dengan Istri

Awal-awal saya dan istri mulai hidup bersama kami tidak membutuhkan televisi. Namun rumah tangga mana sih yang bisa tahan tanpa alat elektronik untuk menghibur diri tersebut? Alhasil saya dan istri pun jalan-jalan ke Carrefour Cempaka Putih untuk memilih tv sebagai furnitur pertama rumah kecil kami. Di toko serba ada yang terletak didalam mall di Jakarta Timur tersebut ada banyak model dan merek tv yang bisa kami temui. Selain kecanggihan yang ditawarkan ukuran pun bervariasi. Terus terang saya dan istri pun menjadi bingung memilih aksesoris rumah pertama tersebut. Saya sendiri tertarik untuk mendapatkan tv led murah. Kenapa harus LED? Simpel saja alasannya. Rumah kecil kami terlalu sempit jika harus menggunakan tv tabung. Jadi istri pun mengamini pertimbangan saya namun menetapkan beberapa hal sebelum kami membeli tv led. “supaya tidak menyesal nanti,” alasannya.

#1 Harga TV yang pas dikantong pasutri baru

Kalau untuk membeli barang dengan harga murah, istri saya jagonya. Kalau saya sendiri paling susah buat nawar harga. Tipikal saya kalau menemukan barang yang saya suka, nawar bentar klik langsung beli. Beda dengan istri. Barang yang sama dan menurut saya harganya murah, pastinya bakal dimintain diskon. Taulah kalau di mall, pasti ada diskon ini itu dengan menggunakan kartu ini atau itu. Kalau menurut istri saya belom “murah” kami harus kembali mutar mencari barang lain. Harga murah belum tentu kualitasnya buruk, dan yang mahal belum tentu kualitasnya bagus.

Selain harga saya juga mempertimbangkan fitur – fitur yang ada didalam tv yang sedang saya perhatikan. Apakah bisa menggunakan HDMI? Apakah nanti bisa digunakan untuk menjadi layar komputer dan apakah fiturnya sama dengan tv canggih yang berlayar lebar di ujung sana.  Kalau bisa saya ingin menggunakan tv yang akan kami beli menjadi komputer dengan menggunakan pc stick asus atau yang lain. Soalnya rumah kami kecil.

#2 Konsumsi Listrik TV Tidak Melebihi Target Token Bulanan 200 Ribu

Saya rasa hampir semua perangkat yang memiliki fitur canggih sekarang membutuhkan konsumsi listrik yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan model sebelumnya. Mudahnya begini. Kalau beli tv tabung kita hanya perlu membatasi berapa lama kita menonton acara yang tayang. Kalau beli tv canggih macam LED yang bisa digunakan untuk menonton film via USB, menjadi perangkat komputer dengan penstick asus, maka kebutuhan listrik untuk menunjang fungsi-fungsi tambahan itu bakal ada. Jadi paling tidak melihat berapa daya yang dibutuhkan sebuah tv yang bakal menghemat listrik menjadi pilihan yang sangat tepat, karena sangat rugi membeli tv murah kalau saja konsumsi listriknya sangat boros. Soalnya setelah tv nantinya kami berencana untuk menggunakan AC dan lainnya.

#3 Ukuran TV yang disesuaikan dengan luas Ruang Keluarga/Tamu

Saat membeli tv harus meperthatikan ukuran tv dan ukuran ruangan untuk menaruh tv apakah tersedia tempat yang cukup untuk menaruh tv tersebut. Kalau kamu ingin membeli tv dengan ukuran besar tetapi ruangannya tidak terlalu besar bisa diakali dengan menempel tv tersebut di  dinding.

#4 Garansi Toko dan Garansi Produk Jangan Lupa

Pada saat deal harga dan bonus biasanya beberapa merek televisi akan memberikan garansi selama 5 tahun. Tapi jangan puas dengan memilih garansi tv (http://panasonictv.id/hexachroma) yang diberikan oleh toko. Istri saya malah meminta garansi dari produsen langsung. Maksudnya jika terjadi kerusakan pada barang elektronik yang kita beli, setidaknya kita bisa mendapatkan jaminan penggantian dari produsennya langsung. Umumnya setiap produsen barang elektronik pasti sudah melindungi produknya dengan asuransi. Jadi jika ada barang defect yang kebetulan lolos dari pengujian kualitas, perusahaan tersebut tidak terbebani cost operasionalnya dengan penggantian barang baru yang sama. Hal ini lazim berlaku di negara maju. Kebetulan teve yang kami beli memiliki garansi lima tahun dari produsennya dan juga garansi toko. Jadi amanlah ya kalau terjadi kerusakan bisa klaim di dua tempat. Hahaha.. (mimpi)

#5 Lokasi Service Yang Mudah Dijangkau
Kita tidak pernah tahu pasti berapa lama tv baru di beli akan bertahan. Bisa saja karena suatu hal tv tersebut rusak dan perlu perbaikan. Contoh: Saya sering ketiduran di depan tv. Tau-tau bangun baru ngeh, tv lupa dimatikan atau di set timer agar mati sendiri. Pas bangun layar di tivi tidak menampilkan warna atau gambar yang semestinya. Maka jangan sampai buku panduan atau flyer panduan yang ada di dalam kemasan tv yang dibawa pulang sampai hilang. Karena selain garansi di flyer tersebut kita akan mengetahui dimana service center terdekat.

Lima hal yang harus menjadi pertimbangkan saat membeli tv dengan istri. Mungkin terlihat ribet tetapi perjalanannya akan menjadi sebuah kisah yang dapat diceritakan kepada anak-anak kami nantinya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *