Google Adwords Campaign: Apa Yang Saya Pelajari Dengan 200 Ribu Rupiah

Saya melakukan sebuah percobaan dengan Google Adwords campaign beberapa waktu yang lalu. Target saya dengan percobaan tersebut adalah mendapatkan konversi dari penjualan produk afiliasi yang saya ikuti. Selain itu juga saya ingin tahu seberapa efektif adwords memberikan trafik kepada laman target penjualan saya.

Beberapa ebook tentang memulai bisnis dengan menggunakan blog mengatakan bahwa selain teknik seo seorang blogger pemula harus berinvestasi dengan menggunakan channel lain. Salah satu channel yang ditawarkan tersebut adalah google adwords.

Saya memulai percobaan menggunakan google adwords dengan modal dua ratus ribu rupiah.

Percobaan menggunakan google adwords adalah yang kedua kalinya bagi saya. Pada percobaan pertama saya menggunakan google adwords untuk memasarkan salah satu artikel di blog ini (artikel tentang modifikasi template johny yang sudah saya pindahkan ke blog wordpress).

google adwords campaign
Google Adwords Keyword Planner Tool

Beda saya menggunakan adwords kali ini dengan percobaan pertama adalah sebagai berikut:

  1. saya memasarkan produk afiliasi dengan tujuan komersil, sedangkan yang pertama murni coba-coba saja
  2. percobaan yang kedua ini modalnya berasal dari percobaan pertama
  3. saya coba mempraktekkan teori penggunaan adwords yang saya baca dari internet marketer luar neger, Neil Patel. Sedangkan yang pertama saya hanya iseng tanpa menetapkan parameter khusus untuk menjaring pengunjung tertentu

 

Sekilas tentang produk afiliasi yang saya jual

Blog wordpress selfhosted yang saat ini saya gunakan merupakan layanan dari sebuah situs web hosting bernama fastcomet. Saya mendapatkan rekomendasi menggunakan fastcomet dari moderator Indonesia Adsense Publisher (sebuah komunitas publisher adsense yang saya ikuti) dan juga dari eks teman kantor yang mempunyai hobi sama.

Dibanding tempat hosting yang saya gunakan sebelumnya, harga layanan shared hosting yang saya beli dari fastcomet cukup mahal. Apalagi saya harus menggunakan kartu kredit dalam transaksi pembelian hosting berbagi tersebut. Tetapi saya berteguh hati karena suka atau tidak layanan yang kualitas memang harus membuat saya membayar lebih.

Selama beberapa bulan saya menggunakan layanan hosting dari fastcomet kinerja blog dan juga penghasilan saya melalui adsense meningkat cukup tajam. Beda halnya jika saya masih bertahan di tempat hosting lama. Karena itu saya menyusun strategi untuk tahun depan (tahun 2017) agar kunjungan dan juga penghasilan adsense saya semakin meningkat.

Karena beberapa kali member di IAPD menanyakan dimana tempat hosting yang direkomendasikan saya pun mencoba peruntungan dalam bisnis online dengan tipe afiliasi.

Percobaan Adwords Jilid 2: Menjual Produk Afiliasi Fastcomet

Untuk menjual produk hosting dari fastcomet keinginan saya sebenarnya adalah menggunakan blog kandrawilko.info ini. Tetapi saya harus berdamai dengan realita jika trafik kandrawilko.info belumlah mencapai target minimal untuk menjual sebuah produk.

Berapa trafik yang dibutuhkan untuk melakukan penjualan produk? Dari informasi yang saya dapatkan dari beberapa blog internet marketer Indonesia seperti panduanim.com, trafik yang dibutuhkan sebuah blog dengan bahasa pengantar Bahasa Indonesia adalah 500 pengunjung unik setiap hari.

Bukan 500 pageviews tetapi 500 pengunjung UNIK.

Saya memberikan tekanan pada kata unik karena pengunjung unik tersebut yang mempunyai potensi sebagai pembeli dari produk afiliasi yang akan dipasarkan. Beberapa kelemahan yang harus saya cari solusi dalam memasarkan produk afiliasi fastcomet untuk kawasan Indonesia adalah

  1. pembayaran melalui kartu kredit atau payment processor (paypal)
  2. perusahaan ini tergolong baru dibandingkan dengan bluehost, dreamhost, siteground, hostgator, dan go daddy
  3. blogger Indonesia masih mempunyai ketakutan untuk menggunakan kartu kredit dalam transaksi online dengan situs luar negeri

Oleh karena itu saya menargetkan pasar blogger dari lima negara Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Philipina, dan Singapura. Saya pilih lima negara ini dengan pengetahuan saya tentang kecenderungan masyarakat di negara-negara tersebut dalam bertransaksi di luar negeri dengan menggunakan kartu kredit. Selain itu jika saya hanya menargetkan kawasan Indonesia maka saya akan terbentur dengan daya beli masyarakat Indonesia yang masih rendah.

Meskipun daya beli masyarakat Indonesia dibilang masih rendah, data dari Asosiasi Kartu Kredit Indonesia menyebutkan jika transaksi kartu kredit yang diterbitkan oleh Bank di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Selain kawasan Asia Tenggara saya juga mempersempit target pasar untuk produk fastcomet. Yang saya sasar untuk menjual produk fastcomet ini adalah blogger yang sebelumnya menggunakan platform dari blogger.com dan/atau wordpress.com. Saya berasumsi bahwa para blogger yang menggunakan platform blogger dan wordpress (hosting gratisan) suatu saat akan meningkatkan pengalaman blogging mereka dengan lepas diri dari batasan-batasan yang diberikan oleh hosting gratisan tersebut.

Setelah saya menetapkan kawasan dan juga target pembeli berdasarkan kata kunci (blogger.com dan wordpress.com) tersebut kampanye Adwords kedua saya jalankan.

Sedikit perkenalan dengan Google Adwords

Google adwords adalah sebuah program PPC.

PPC adalah singkatan dari Pay Per Click yaitu orang yang ingin memanfaatkan jaringan google dengan memberikan sejumlah uang sebagai modal iklan dengan tujuan memasarkan produk dan/atau layanan yang mereka punyai untuk meningkatkan penghasilan dari hasil penjualan produk dan/atau layanan.

Sedikit Informasi tentang Program Afiliasi

Program affiliate adalah sebuah model pemasaran produk fastcomet. Jadi ibarat makelar saya tinggal cari konsumen yang potensial untuk fastcomet lalu si konsumen membeli paket hosting yang sesuai dengan kebutuhannya. Fastcomet dapat konsumen baru, saya dapat sebagian pendapatan dari fastcomet.

Simpelkan?

Apakah non member bisa berpartisipasi? saya kurang tahu soal ini. Karena seperti yang saya sebutkan diatas kalau saya baru tahu ada program affiliate dari fastcomet. Jika anda mau coba silahkan menuju link fastcomet yang saya bagikan diatas dan mendaftar sebagai afiliate.

Cara Kerja Adwords

Cara kerja google adwords campaign sangat rumit. Seperti yang telah saya sampaikan tadi diatas. Anda tidak hanya menulis teks atau membuat gambar yang menarik para pengunjung google tetapi juga menganalisa kata kunci yang tepat yang digunakan oleh para calon pembeli anda dalam mencari produk dan/atau layanan yang anda berikan.

Setelah anda mendapatkan gambaran kata kunci yang kira-kira selalu digunakan oleh pengunjung anda dalam mencari produk/layanan yang anda tawarkan maka proses berikutnya adalah menentukan anggaran.

Mengatur Anggaran Iklan

Untuk mengatur anggaran iklan anda dapat menggunakan fitur otomatis bidding yang berasal dari sistem google adwords sendiri atau anda bisa menggunakan insting anda sebagai penjual. Darimana anda akan mengetahui berapa harga satu kata kunci yang akan anda gunakan dalam berpromosi? Jawabnya ada di dalam tool google adwords yang bernama Keyword Planner.
Tool ini tidak hanya akan memperlihatkan kepada anda (bagi anda yang pernah menggunakan tool ini sebelum aturan baru diberlakukan) berapa banyak rata-rata pencarian kata kunci di satu bulan penuh. Tool Keyword Planner akan memberikan informasi berapa maksimal harga tertinggi untuk kata kunci yang anda pilih dan yang akan anda gunakan untuk mendapatkan pengunjung ke website atau blog anda.
Selain memberikan informasi tentang jumlah pencarian rata-rata per bulan dan juga harga maksimal penawaran iklan, tool keyword planner juga dapat memberikan prediksi trafik yang akan anda dapatkan selama beberapa bulan. Parameternya telah saya sebutkan tadi yaitu
  1. dengan anggaran yang telah anda tetapkan
  2. jumlah pencarian per bulan terhadap kata kunci yang anda pilih
  3. dan juga penawaran harga untuk kata kunci yang anda beli

Hasil Percobaan Kedua Campaign Adwords Saya

Dengan modal 200 ribu rupiah iklan produk fastcomet yang saya pajang mendapatkan ratusan klik dari beberapa negara dengan beberapa kata kunci yang telah disiapkan. Akan tetapi tingginya CTR tersebut tidak membuat orang kemudian membeli produk yang saya jual.
For your info saya mengecek konversi penjualan bukan dari dari dashboard Google Adwords tetapi dari halaman dashboard situs Affiliate Fastcomet. Saya sendiri masih belum paham bagaimana menggunakan fitur conversion dari Adwords.
Campaign Adwords saya yang kedua ini berjalan lebih kurang tiga hari. Dalam sehari (saya saya cek dashboard goog Adwords) iklan saya mendapatkan klik sebanyak 20 sampai 30 kali. Tapi ya itu tadi zero conversion.
Artinya saya harus banyak belajar lagi. Entah itu copywriting atau budgeting iklan. Dan yang paling saya sesali adalah kenapa saya tidak menjual produk afiliasi tersebut melalui blog saya. Jadi saya bisa mendapatkan dua manfaat sekaligus, trafik ke blog tinggi dan produk terjual (harapannya hehehehe….)
Anda punya pengalaman membuat Campaign Google Adwords.

Advertisements

Tinggalkan Balasan