Fraktur dan ROM

Patah Tulang (Fraktur) & Penanganannya
tindakan yang bisa dilakukan sebagai pertolongan awal untuk menangani korban luka patah tulang:
Kenali ciri awal patah tulang dengan memperhatikan riwayat trauma yang terjadi karena; benturan, terjatuh atau tertimpa benda keras yang menjadi alasan kuat pasien mengalami patah tulang. Biasanya, pasien akan mengalami rasa nyeri yang amat sangat dan bengkak hingga terjadinya perubahan bentuk yang kelihatannya tidak wajar (seperti; membengkok atau memuntir).
Jika ditemukan luka yang terbuka, bersihkan dengan antiseptik dan usahakan untuk menghentikan pendarahan dengan dibebat atau ditekan dengan perban atau kain bersih.
Lakukan reposisi (pengembalian tulang yang berubah ke posisi semula) namun hal ini tidak boleh dilakukan secara paksa dan sebaiknya dilakukan oleh para ahli atau yang sudah biasa melakukannya.
Pertahankan daerah patah tulang dengan menggunakan bidai/ papan dari kedua sisi tulang yang patah untuk menyangga agar posisinya tetap stabil.

Ingatlah untuk segera membawa pasien ke dokter karena proses penyembuhan patah tulang dipengaruhi oleh faktor usia si penderita, faktor asupan gizi dan jenis tulang yang patah. Biasanya dibutuhkan 8-16 minggu untuk proses penyembuhan patah tulang.

Range Of Motion
ROM ( RANGE OF MOTION) Oleh : Dafid Arifiyanto A. Pengertian Adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien menggerakan masing-masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif. B. Tujuan 1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan otot. Mempertrahankan fungsi jantung dan pernapasan Mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendi C. Jenis ROM ROM pasif Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai dengan rentang gerak yang normal (klien pasif). Kekuatan otot 50 % ROM aktif Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif). Keuatan otot 75 % D. Jenis gerakan Fleksi Ekstensi Hiper ekstensi Rotasi Sirkumduksi Supinasi Pronasi Abduksi Aduksi Oposisi E. Sendi yang digerakan 1. ROM Aktif Seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien sendri secara aktif. 2. ROM Pasif Seluruh persendian tubuh atau hanya pada ekstremitas yang terganggu dan klien tidak mampu melaksanakannya secara mandiri. § Leher (fleksi/ekstensi, fleksi lateral) § Bahu tangan kanan dan kiri ( fkesi/ekstensi, abduksi/adduksi, Rotasi bahu) § Siku tangan kanan dan kiri (fleksi/ekstensi, pronasi/supinasi) § Pergelangan tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi) § Jari-jari tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi, oposisi) § Pinggul dan lutut (fleksi/ekstensi, abduksi/adduksi, rotasi internal/eksternal) § Pergelangan kaki (fleksi/ekstensi, Rotasi) § Jari kaki (fleksi/ekstensi) F. Indikasi § Stroke atau penurunan tingkat kesadaran § Kelemahan otot § Fase rehabilitasi fisik § Klien dengan tirah baring lama G. Kontra Indikasi § Trombus/emboli pada pembuluh darah § Kelainan sendi atau tulang § Klien fase imobilisasi karena kasus penyakit (jantung) H. Atention § Monitor keadaan umum klien dan tanda-tanda vital sebelum dan setelah latihan § Tanggap terhadap respon ketidak nyamanan klien § Ulangi gerakan sebanyak 3 kali

Advertisements

Tinggalkan Balasan