Fenomena Jumatan

Pernah lihat manusia seolah tanpa kepala seperti di foto ini? Ya, pemandangan seperti ini hanya lazim ditemui di hari jum’at. Sepintas mirip korban kekejaman ISIS, padahal ini hanyalah korban keisengan iblis. Ini adalah para jamaah yg khilaf ketiduran saat menanti khutbah jum’at.

Perlu jadi bahan renungan, bahwa ada satu di antara dua fenomena kekinian yg masih jadi misteri selain fenomena melambatnya rotasi bumi di tanggal tua. Fenomena itu adalah tingginya kadar kantuk pada siang hari jum’at, di mana kantung mata seolah digelendotin ade rai.

Makanya gak heran kalo ada  dua tempat yg jadi rebutan orang di dalam mesjid. Kalo gak tiang, pasti kipas angin. Tiang buat nyender, dan kipas angin buat ngadem. Gw kadang heran, ini pada mau jumatan atau piknik?

Tapi memang sih, gw akui ini berat. Manusiawi, dan gw juga sering merasakan, ketika tiang masjid yg notabene cor semen campuran 2/1 itu terasa lebih empuk dari spring bed. Begitu juga tempat duduk di bawah kipas angin yg terasa lebih semriwing dari pasir pantai dan terpaan angin laut.

Dari sini sebenarnya kita bisa mengambil ibroh, bahwa iblis itu benar nyata adanya. Ia bisa masuk di mana saja, menggoda siapa saja.
Iblis bisa menyusup di keheningan kamar jomblo, hingga di kegelapan antara dua insan bukan mahrom. Iblis bertengger di joroknya WC, hingga duduk di kursi rapat MKD. Bahkan gak ada yg bisa menghalangi iblis untuk menyempil di tempat suci seperti masjid sekalipun.

Tunda makan berat sebelum jumatan adalah salah satu cara mencegah ajakan iblis untuk bobo-bobo siang, karena pada dasarnya kita orang Indonesia telah tertanam doktrin bahwa kenyang itu dekat dengan tidur. Mandi janabah meskipun belum menikah, ini juga membuat kita melek dengar khutbah.
Jum’at adalah hari raya umat islam, yg mana bertaburan pahala dan keutamaan, sayang jika disia-siakan. Perbanyaklah sholawat, surat al-kahfi, dan hal-hal yg disunnahkan.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ

Jadi gitu aja..
Melangkahkan kaki ke masjid buat jumatan memang kadang terasa berat, karena jika bersungguh-sungguh maka ganjarannya surga.
Kalo yang niatnya datang selonjoran dan tiduran itu niscaya ganjarannya juga seperti apa yg ia upayakan.
Ganjaranya ya itu tadi, dapat hadiah kipas angin dan tiang.
Wallahu’alam..

Advertisements

Tinggalkan Balasan