About these ads

Ex Vokalis Dempak Hijrah

[ THAT’S WHAT FRIENDS ARE FOR ]

“Sold out ..!!”, teriak Odoy. Kurang dari 4 jam, malam itu dagangannya ludes. Jamaah yang baru bubar kajian masih merubung VW Combi bertuliskan “Warung Nasi Tegal JONI ABADI, Mobile Warteg Pertama Di Dunia.” Ya, dia kembangkan konsep ‘food truck.’. Tapi ada apa dengan si Joni?.  Itu nama beken Combi milik Aldonny alias Them Fu*k (Dempak), ex vokalis Jeruji yang telah lengser dari panggung. Odoy mulai merangkak bangkit dari keterpurukan.

Orangtua Odoy mendidiknya jadi pengusaha. “Umur 14 tahun saya sudah diperkerjakan, nungguin warung di terminal Leuwipanjang.,”kenangnya. Bisnis keluarga itu terus berkembang hingga mereka pindah ke pusat belanja Cihampelas. Setelah menikah, tahun 2010 ia putuskan mundur sebagai pekerja orangtua. Dasar punya urat bisnis, setahun kemudian ia sudah punya toko sendiri. Sukses. Investor dan bank berebut menawarkan modal. Ia membabibuta buka cabang dimana-mana. Saat itulah, pada 2011, ia kenal Dempak.

Namun seiring makmurnya harta, “saya tenggelam dalam maksiat dan  riba” ujar Odoy. Hanya bertahan dua tahun, sinarnya mulai pudar. Imperium bisnisnya ambruk menjelang akhir 2014. Dalam kepanikan belitan hutang,ia coba-coba cari solusi lewat dunia ghoib. Dukun demi dukun didatangi. Kuncen demi kuncen disambangi. Gagal semua. Adaaa aja alesannya. “Sekali waktu kuncen menghentikan tapa saya. Dia sampai muntah darah, katanya gara-gara hati saya membisikkan asma Allah. Bahkan pernah mau dinikahin sama Nyi Roro Kidul, tapi batal karena saya lahir hari Jum’at.” Beuhh…

Setengah tahun terlena, perdukunan  Odoy berakhir ketika  Maret 2015 isteri dan anaknya raib diambil mertua. “Lagian duit saya habis, ratusan juta sia-sia. Tapi kehendak Allah,  saya dipertemukan dengan  teman main skateboard. Dialah yang  menyarankan saya ikut kajian di masjid. Saya datang. Tak disangka, banyak kawan lama di sana. Dempak menyambut saya “Masya Allah Odoy…alhamdulillah,” kata Dempak. Dia peluk saya.”

Odoy kemudian total mengabdikan diri di masjid. Berkhidmat apa saja. Paling disukai melayani jamaah berbuka puasa tiap Senin. Masakannya dipuji orang. “Dempak nyuruh saya usaha makanan lagi. Dia tawarkan pake si Joni. Di situlah ide mobile warteg muncul. Teman-teman urunan ngasih modal. Terkumpul enam ratus ribu. Cukup bagi saya untuk start-up. Saya siap bangkit lagi. Januari nanti saya akan ambil kembali anak dan isteri dari rumah mertua. Akan saya bilang, saya memang belum cukup harta. Tapi sekarang saya punya iman..!!.”**

—————————————————————————–
Foto: Odoy di pelukan Berry Joe, last session Mukhayyam 2 – Bumi Perkemahan Puntang.

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: