Uncategorized

Ekonomi Kerakyatan vs Ekonomi Berdikari

Calon Presiden Republik Indonesia
Melihat debat Calon Presiden antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo ronde dua semalam membuat saya berpikir bahwa kapasitas antara dua calon pemimpin Indonesia ini sangat jauh berbeda. Prabowo disebut-sebut dalam berbagai media menggodok visi dan misi sebagai seorang Presiden jauh sebelum pemilu legislatif dan pemilu presiden dimulai. Pemikirannya tentang permasalahan Indonesia dan solusi untuk permasalahan tersebut ia dapatkan melalui diskusi dengan guru-guru besar di Indonesia. Akhirnya visi dan misi Prabowo dengan ekonomi kerakyatannya nampak jelas dalam penyampaiannya semalam. Titik berat ekonomi kerakyatan bagi pemerintahan Prabowo Subianto nantinya adalah pembangunan dalam bidang pertanian. Hal berbeda justru pada calon presiden nomor urut dua. Joko Widodo mengusung sistem ekonomi yang ia sebut dengan ekonomi berdikari. Sayang penjelasan rinci tentang sistem ekonomi berdikari tersebut justru terasa meng-awang bagi saya karena dari contoh kasus yang ia sampaikan justru saya kesulitan untuk memahami konsep sistem ekonomi berdikari. Saya setuju dengan pedagang pasar tradisional harus dilindungi dengan berbagai fasilitas dan sosialisasi namun konsep ekonomi berdikari yang disampaikan oleh Jokowi justru tidak tergambar dengan jelas.

Jokowi dalam acara debat antara calon presiden semalam justru lebih banyak kampanye dengan guyonan nomor urutnya. Program yang disampaikan oleh Joko Widodo dengan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat hanya mengulang strategi pemasarannya ketika berlaga di pilkada DKI beberapa tahun yang lalu. Tanggapan dari Prabowo Subianto mengenai KIP dan KIS ini pun masuk akal, darimana anggarannya untuk KIP dan KIS. Dalam BPJS yang telah berjalan saja ada beberapa kendala yang dialami masyarakat untuk mendapatkan hak kesehatan. Salah satunya adalah jaminan tindakan medis, dan juga obat-obatan yang harus diterima oleh peserta BPJS. Jika Joko Widodo membuat progam KIS sebagai program unggulan yang lebih baik dari BPJS saat ini sebaiknya disampaikan apa saja yang akan didapat oleh masyarakat kecil saat mendapatkan Kartu Indonesia Sehat ini.
Prabowo Subianto dalam acara debat ronde kedua ini justru terlihat seperti seorang dosen yang sedang membimbing mahasiswa. Program Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar adalah program yang bagus namun untuk menjalankan program ini tentu membutuhkan biaya sedangkan biaya tersebut tidak/malah kurang. Kurangnya anggaran untuk program tersebut harus didapatkan dengan menutup kebocoran anggaran yang menurut data Komisi Pemberantasan Korupsi nilainya mencapai Rp. 7,200 trilyun. Angka yang cukup fantastis karena Prabowo sendiri mengaku hitungannya kebocoran negara berada pada nilai Rp. 1,000 trilyun. Prabowo mencontohkan bahwa program pemerintahan sekarang seperti KUR yang dianggarkan sebesar 4 trilyun telah membuka lapangan kerja untuk 12 juta orang di Indonesia dan jika Prabowo mendapat amanat, program ini akan ditingkatkan lagi keefektifitasannya agar 48 juta orang di Indonesia dapat bekerja. 
Program yang dibawa oleh Prabowo Subianto sepertinya mayoritas berfokus kepada masyarakat dengan profesi petani. Dengan berfokus pada bidang pertanian Prabowo Subianto yakin bahwa Indonesia dapat menjadi macan asia dengan mengembangkan bio etanol. Inilah yang dijanjikan oleh pemerintahan Prabowo Subianto bahwa Indonesia akan lebih fokus kepada pertanian dengan memanfaatkan lahan hutan yang telah rusak. Produk pertaniannya pun tidak sembarangan tetapi produk pertanian yang mempunyai harga dan pasar di dunia. 
Di beberapa media masa online yang saya lihat kali ini disebutkan Prabowo unggul jauh dari Joko Widodo, karakter dan kedalaman pengetahuan antara kedua pasang calon presiden ini jauh berbeda. Salah seorang teman di media sosial saya malah menyatakan debat capres kali ini seperti Project Leader melawan General Manager. Sungguh ironis memang, tapi dari debat kandidat ini masyarakat Indonesia akan mengetahui siapa yang mempunyai program nyata untuk memperbaiki kehidupan mereka di tahun-tahun mendatang. 
Advertisements

Leave a Reply