About these ads

Deg Deg Nunggu 4 Juni

Siklus manusia itu anak-anak yang sedang bermain terus jadi remaja yang cari jati diri lalu orang dewasa yang cari pasangan setelah itu orang tua yang bertanggungjawab dan terakhir menghadap ilahi. Saya saat ini telah mendapat pasangan dan setelah beberapa bulan bersama akhirnya kemarin saya dan istri mendapat kabar gembira bahwa kami akan melangkah lagi menuju tangga orang tua.

Kabar ini sangat menggembirakan bagi saya dan istri. Apalagi orang tua kami yang sudah kebelet ngemong cucu. Setelah beberapa lama kosong akhirnya istri mengabarkan kalau ia telat datang bulan. Kondisi ini membuat saya sangat berharap bahwa kali ini Allah memberikan rezeki yang baik berupa penerus generasi. Tes pertama yang kami lakukan menunjukkan hasil negatif. Tapi saya tetap optimis kalau istri lagi “isi” akhirnya kami melakukan test lagi dan hasilnya berbayang. Kami berdua semakin galau karena dua tes dengan hasil berbeda ini. Akhirnya kami beranikan cek ke dokter kandungan. Biaya dokter kandungan cukup wah apalagi untuk sekedar konsultasi keadaan istri dan jawaban pun tidak memuaskan kami berdua.  Si dokter menyarankan agar kami datang kembali tanggal 4 juni dengan asumsi bahwa janin akan terlihat jelas ketika dilakukan pengamatan dengan ultra sonografi.

Setelah sampai dirumah dengan jawaban dokter yang tak memuaskan, kami mendapat saran agar melakukan tes di klinik dekat rumah. Dengan biaya yang cukup terjangkau kami melakukan saran dari ibu mertua saya, hasilnya klinik tersebut menyatakab istri saya positif sedang mengandung. Kekasih saya yang saya nikahi akhir desember tahun lalu tersebut kemudian langsung memberitahu orang tuanya dan mertua. Setelah itu ia menangis dan berkata akan bersedeqah atas kabar baik yang kami terima. Saya merekomendasikan sebuah organisasi zis, pkpu. Tahun yang lalu saya membayar zakat melalui lembaga zakat infaq dan sadaqah ini.

Walaupun kami sudah mendapatkan hasil lab klinik tapi kami tetap akan menunggu tanggal 4 juni besok. Saat ini kami sedang berhati-hati dalam menjaga harapan kami yang sedang berupa calon janin. Istri saya sampai stres jika saya sudah bawel dalam hal pemilihan makanan untuk dirinya. Namun ada yang diluar kuasa saya yaitu betapa sibuk dirinya di kantor. Saya percaya istri saya akan menjaga harapan kami, tapi rasanya saya ingin bertatap muka dengan atasannya dan meminta agar loading pekerjaan yang ia terima agar dapat dikurangi paling tidak hingga bayi kami lahir dan berumur tiga bulan.

Masa-masa ini masa krusial bagi perkembangan janin, si ibu akan mengalami perubahan baik hormon maupun fisik. Sebuah perubahan yang membutuhkan perhatian yang lebih dari saya dan keluarga. Saya juga mohob doa dari rekan dan visitor agar harapan kami mempunyai pewaris generasi dapat terwujud dan baik ibu maupun bayi dapat menjalani proses yang normal dan sehat.

About these ads

Leave a Reply

%d bloggers like this: