Curhatan Motorist (newbie) untuk Jalanan Jakarta

Oktober 2011 saya memberanikan diri untuk memakai layanan leasing wahana otto multiartha untuk memiliki sebuah sepeda motor. Datang ke dealer Wahana di kalimalang dengan Down Payment 500 ribu bulan memakai angkot, pulang saya tetap pakai angkot hehehehe…

Bulan kemarin ga terasa saya sudah membayar angsuran ketiga motor honda revo 110 yang sekarang saya tunggangi setiap hari.

Sejak memakai motor ini saya merasa lebih bebas, bisa kemana-mana mulai dari ngantor, ngapel, hingga ngalor ngidul (hahaha) maksudnya jalan-jalan doang. Selain kebebasan tadi saya juga merasa lebih capek, Jakarta memang cobaan buat pengendara motor. Rute rumah kantor yang seharusnya bisa ditempuh 30 menit kalo macet bisa satu jam atau malah 1 1/2 jam. Kalo lagi telat yah saya seperti pengendara motor lain, grasak-grusuk ga karuan yang bikin adrenalin naik (tapi kalo abis turun dari motor lutut jadi menggigil hehehehe). Di musim hujan sekarang apalagi, cobaan tambah banyak. Jakarta yang digadang-gadangkan sebagai kota Megapolitan ternyata hanya bagus dalam layar kaca dan poster. Sebagai orang yang demen jalan-jalan dalam kota saya sering merasa was-was dengan kondisi aspal jalan yang amat mudah digerus oleh air hujan. Contohnya jalan didepan apartemen di dekat daerah Blok M, sekitar bulan Desember 2011 yang lalu jalanan disana baru diperbaiki dan saya merasakan kenikmatan bermotor disana, namun sekarang aspal disana bergelombang dan sompak. Jalanan di dekat KFC Kemang apalagi, saya hampir celaka disana dan sudah beberapa kali saya melihat pengendara bermotor hampir jatuh karena ada lobang besar disana. Semoga saja ada orang Departemen Pekerjaan Umum yang ga sengaja lewat ke blog ini dan membaca kisah kasih dan uneg-uneg saya.

Well anyhow, seperti gerakan adira insurance para pengendara bermotor apakah roda dua, roda tiga, atau roda empat, enam, delapan, sepuluh (jadi itung-itungan hehehe) lebih baik utamakan I wanna go home safely.

Advertisements

Tinggalkan Balasan