inspirasi

Cinta Produk Lokal Agar #IndonesiaBangga

Cintailah produk-produk Indonesia. Ucapan ini disampaikan oleh CEO salah satu produk konsumer di Indonesia dalam memasarkan produknya. Biasanya iklan produk lokal ini tidak hanya menjadikan sang CEO sebagai bintang tetapi juga pihak selebritis dan juga tokoh politik. Cinta produk lokal Agar #IndonesiaBangga menjadi gerakan nasional yang kehadirannya sangat penting di era pasar bebas.

Ah cuman iklan, mungkin itu persepsi anda. Sekarang coba anda perhatikan masihkan kampanye ini relevan dengan keadaan negara kita? Tanpa kita sadari di rumah tangga Indonesia sudah terkepung oleh produk-produk buatan luar negeri.

Tidak percaya?

Coba perhatikan peralatan rumah tangga di sekitar kita. Hampir semua peralatan tersebut merupakan produk-produk dari luar negeri. Coba lihat telpon genggam yang anda gunakan, apakah produknya milik perusahaan Indonesia atau malah produk impor. Atau coba lihat peralatan perawatan rumah tangga anda. Mulai dari sabun mandi hingga kosmetik yang anda gunakan sehari-hari apakah semua yang anda gunakan milik anak negeri?

cinta produk lokal indonesia
100% cinta produk Indonesia via ralali.com

Bagi saya meski iklan tersebut hanya mempromosikan salah satu produk buatan negeri sendiri tetapi dalam skala yang lebih besar, kampanye tersebut masih relevan untuk dikampanyekan. Dikampanyekan saja kita masih terkepung dengan produk-produk luar bagaimana kampanye tersebut tidak ada?

Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kalau menurut saya.

Informasi yang saya dapatkan dari detik yang mengutip pernyataan seorang pejabat Kementerian Perdagangan Republik Indonesia tercatat 175 produk lokal yang go internasional. Dari seratus lebih produk yang tercatat tersebut baru beberapa produk lokal yang mendunia yang diketahui oleh orang Indonesia.

Artinya apa?

Produk buatan anak-anak Indonesia tidak kalah dengan produk-produk buatan luar negeri.

Definisi Produk Lokal Indonesia

Sebelum membahas lebih jauh tentang kampanye cinta produk lokal ada baiknya kita memiliki satu kesepahaman dulu tentang apa itu produk lokal.

Produk lokal adalah produk yang mempunyai pasar potensial di suatu negara dan dapat bertahan dalam lingkungan domestik. (dellaandini.blogspot.com). Sudaryatmo bahkan mendefinisikan produk lokal tersebut lebih rinci lagi. Menurut beliau sebuah produk lokal mencakup empat acuan yaitu

  • bahan-bahan produksi berasal dari sumber daya yang didapat didalam negeri,
  • tenaga kerjanya berasal dari dalam negeri,
  • produk tersebut menggunakan merek lokal, dan
  • perusahaan dimana produk tersebut diproduksi dimiliki oleh warga negara negara tersebut.

Dari pengertian diatas saya mencoba untuk membuat daftar produk lokal yang diterima oleh masyarakat dunia. Daftar produk lokal ini bersumber dari berbagai artikel yang saya temukan di media sosial maupun hasil pencarian google.

Daftar Produk Lokal Yang Mendunia

indonesia banggaBerikut saya berikan beberapa produk lokal yang mendunia tersebut sebagai informasi untuk anda.

  1. Lea Jeans
  2. Peter Says Denim
  3. Massa Jeans
  4. Mischief Denim Division
  5. Vision Mission Jeans
  6. Pot Meets Pop
  7. Akaime
  8. Elhaus
  9. Old Blue Co.
  10. Es Teller 77
  11. Jco
  12. Sour Sally
  13. Indomie
  14. Polygon
  15. Edward Ferrer
  16. Mustika Ratu
  17. Kacang Garuda (Garuda Food)
  18. Maspion
  19. Mayora
  20. Ceres
  21. Sari Ayu
  22. Sosro
  23. Olympic Furniture
  24. Zahir (Accounting Tools)
  25. Gitar Radix
  26. Medula Furniture
  27. Baterai ABC
  28. Tisu Passeo
  29. Keramik Essenza
  30. Achilles
  31. Corsa
  32. Strada
  33. Polygon

Meski saya tidak bisa mengumpulkan ke-175 merek dan produk Indonesia yang diterima oleh pasar di dunia, saya harap anda bisa mendapatkan gambarannya. Produk buatan anak negeri tidak kalah dengan produk buatan negara-negara luar. Jadi kenapa anda mesti ragu untuk menggunakan produk lokal?

5 Alasan Mencintai Produk Lokal

Saya merasa heran dengan beberapa teman yang sering memposting kegiatan mereka di sebuah warung kopi asal Amerika. Memang dengan membeli kopi dan nongkrong disitu menjadi sebuah gaya hidup yang menandakan meningkatnya kualitas hidup mereka.

Ini lima alasan saya agar kita lebih mencintai produk lokal dibandingkan dengan produk luar negeri tersebut:

  1. mendukung perekonomian negara
    Di era perdagangan bebas saat ini dimana proteksi terhadap produk luar yang masuk dan diperdagangkan oleh pemerintah sudah tidak dilakukan karena perjanjian pasar bebas yang telah ditandatangani, kita harus mulai mencintai produk lokal dengan cara membeli produk-produk tersebut.
  2. merawat lingkungan
    Produk-produk lokal kita diproduksi dengan memperhatikan lingkungan alam. Bahkan beberapa kegiatan CSR dari perusahaan-perusahaan lokal ditujukan untuk melestarikan keindahan dan keberagaman hayati yang merupakan kekayaan terbesar di Indonesia. Meski di beberapa tempat seperti Sumatera terjadi kebakaran hutan dan di Sidoarjo lumpur masih belum usai, hampir seluruh perusahaan di Indonesia memperhatikan AMDAL dari tempat produksi mereka.
  3. menunjukkan identitas kita sebagai warga Indonesia
    Dengan menggunakan produk lokal Indonesia kita secara tidak langsung telah mengumumkan kepada dunia, SAYA Warga Negara Indonesia. Coba anda menggunakan batik di sebuah perhelatan dunia. Niscaya anda akan mendapatkan perhatian karena Batik hanya dimiliki oleh Indonesia. Jika kita melihat ke dunia Barat, untuk acara-acara formal biasanya mereka akan menggunakan setelan yang sama. Dan itu pastinya membosankan (menurut saya pribadi sih).
  4. Eksis
    Seperti yang telah saya sampaikan diatas tadi. Dengan menggunakan produk lokal anda akan menjadi pusat perhatian. Karena karakter unik yang hanya dimiliki oleh orang Indonesia sendiri.
  5. Memang untuk kita (baca: orang Indonesia)
    Produk lokal kita hanya untuk kita. Saya kebetulan belum pernah merasakan bepergian ke luar negeri tetapi saya sering mendapatkan kisah-kisah bagaimana sulitnya orang Indonesia beradaptasi dengan lingkungan di luar negeri. Khususnya untuk urusan “Sumatera Tengah” alias perut. Beberapa teman saya yang mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di luar negeri sering merindukan makanan-makanan Indonesia. Sate padang, Soto, rendang, sayur asem semua adalah contoh makanan yang dapat diterima oleh perut orang Indonesia.
    Lihat saja restoran cepat saji yang berasal dari America. Demi mendapatkan pasar Indonesia mereka bahkan menambahkan menu nasi yang menjadi makanan pokok bagi orang Indonesia. Jika restoran cepat saji tersebut tidak beradaptasi dengan kultur masyarakat Indonesia, niscaya ia akan segera bangkrut karena masyarakat Indonesia tidak membeli dagangan mereka.

Munculnya situs-situs e-commerce seperti mataharimall harusnya bisa membuat kampanye cinta produk lokal ini berjalan dengan sukses. Dalam artian produk-produk lokal Indonesia bisa menjadi raja di negeri sendiri dan melewati halangan untuk pasar di luar negeri.

Saya sendiri memiliki teman yang berjualan hasil kerajinan tangannya sendiri dengan menggunakan akun media sosial yang ia miliki. Produk yang ia hasilkan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia tetapi juga masyarakat dunia. Dari beberapa status yang ia kirimkan saya melihat ia telah mengimpor produk kerajinan tangannya ke Jerman, Turki, Malaysia, dan negara-negara lain.

Andai situs e-commerce seperti matahari mall dapat mengakomodir para pengrajin kecil seperti teman saya tadi tentu produk Indonesia tidak hanya dicintai oleh masyarakat Indonesia tetapi juga pastinya akan mempunyai efek balik ke negara dengan meningkatnya perdagangan luar negeri.

 Kesimpulan

Gerakan cinta produk lokal harus dikampanyekan setiap hari dan dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia. Tidak hanya warga negara yang berada di Indonesia tetapi juga WNI di luar negeri. Dengan berlakunya pasar bebas secara global dan regional, dengan lebih memilih produk lokal dibandingkan produk luar negeri akan membuat kita membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia dan juga Negara pada skop besarnya.

Produk-produk yang dihasilkan oleh anak negeri pun tidak boleh merasa rendah diri di tengah penolakan masyarakat Indonesia. Memang karakter kultur dari masyarakat Indonesia masih belum seperti masyarakat Amerika Serikat sana yang sangat mendahulukan produk dari negaranya sendiri sebelum menggunakan produk dari negara lain. Tetapi dengan semakin sadarnya masyakarat Indonesia dengan pentingnya gerakan cinta produk lokal ini saya yakin, produk-produk buatan anak negeri akan menjadi tuan di rumah sendiri.

Advertisements

Leave a Reply