Memperbaiki Peringatan Google Search Console

Jangan cuma bikin konten dan tembak keywords doang, liat juga status website atau blog kamu dengan google search console

google search console warning
Google webmaster tools atau sekarang google search console adalah sebuah layanan gratis dari google untuk para webmaster. Google search console akan melaporkan status kesehatan website atau blog jika ada beberapa perubahan yang dilakukan dan itu memberikan efek yang cukup signifikan dalam index google.

Seperti yang saya alami saat ini. Begitu masuk ke google search console saya menemukan peringatan yang mempengaruhi indexing google. Kejadian ini berawal dari perubahan hosting yang saya lakukan dan perubahan tersebut tidak disertai dengan persiapan-persiapan yang matang. Maka dalam beberapa hari terakhir ini saya mencari cara memperbaiki peringatan dari Google Search Console untuk blog dot info ini.

Saya pernah menyebutkan pada salah satu postingan disini kalau saya merubah alamat url dari sub-domain blogspot menjadi domain TLD. Untung hostingnya masih blogger.com juga, saya ga tau gimana jadinya kalau migrasi hosting dari blogger ke wordpress. Jadi ceritanya begini…

Seorang pengguna blogger dapat memanfaatkan blogger.com untuk membuat hingga lebih kurang 100 blog dalam satu akun gmail. Untuk mempraktekkan berbagai teori yang saya dapatkan secara gratis maupun berbayar. (saya pernah ikut pelatihan bisnis online supaya lebih mengenal teknik-tekniknya)

Dikarenakan saya tidak fokus maka blog-blog gratisan yang saya buat itu kemudian menjadi beban tersendiri. Pasalnya trafik di blog-blog yang saya daftarkan di google tersebut hanya mendapatkan beberapa kunjungan di waktu-waktu tertentu. Oleh karena itu saya merubah strategi yaitu dengan menggabungkan konten blog yang terserak tersebut dalam satu blog. Hasilnya cukup bagus pada sehari-dua hari publikasi postingan yang diimpor dari blog-blog yang berserakan. Tapi seminggu kemudian saya mendapatkan informasi kalau google mendeteksi ada halaman-halaman yang mendapat trafik tinggi malah hilang.

Saya akhirnya menggunakan fitur redirect dari menu search preferences blogger yang membuat link-link yang hilang untuk ditemukan pada halaman baru di hosting yang baru. 

Jadi sekarang saya bisa bilang kalau saya sudah selesai dalam memperbaiki peringatan dini yang disampaikan oleh google search console, walaupun saya juga kurang yakin apakah perbaikan yang saya lakukan akan membuat blog yang saya kelola dihosting baru mendapatkan tempat di indexing google maupun visitor human.
Ada sekitar 400-an halaman yang langsung dikategorikan oleh google search console sebagai halaman yang hilang atau terkena kode 404. Dari 400-an halaman tersebut ternyata saya hanya bisa mengembalikan 130 halaman. 
Pelajaran yang saya ambil setelah terkena peringatan dari google search console adalah persiapkan segala hal agar traffic tidak langsung jatuh dan halaman-halaman tidak hilang karena efeknya dapat sangat beresiko yaitu kehilangan trafik dari visitor unik.

Advertisements
Iklan

Mengenal dan Cara Menggunakan URL PARAMETER di Google Search Console

Setelah mengatasi sitemap error saat anda mendaftarkan peta situs xml di google search console, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan untuk membangun blog yang sukses adalah membuat jadwal monitoring kesehatan situs Anda. Salah satu langkah monitoring anda adalah melihat duplicate content yang terdeteksi oleh robot google. Duplicate content ini muncul karena robot google yang merayapi, mengindeks, dan menampilkan informasi kepada pengguna google mendeteksi ada dua url berbeda yang mempunyai konten yang sama persis. Untuk mengatasi duplicate content yang tidak diinginkan tersebut maka anda perlu tau cara menggunakan url parameter.

Fitur URL parameter ini dapat Anda temukan di tab CRAWL > URL Parameter.

Sebelum saya membahas lebih lanjut cara menggunakan URL Parameter ini, kita pahami lebih dahulu apa itu duplicate content dan efek dari duplicate content terhadap strategi SEO yang digunakan.

Pengertian Duplicate Content

Untuk memahami apa itu duplicate content ada baiknya kita melihat contoh duplicate content yang diberikan oleh google. Misalnya ada laman yang mengarah ke konten yang sama yaitu gaun berwarna hijau. Setiap laman mempunyai url yang berbeda

  1. http://www.example.com/products/women/dresses/green.htm
  2. http://www.example.com/products/women?category=dresses&color=green
  3. http://example.com/shop/index.php?product_id=32&highlight=green+dress&cat_id=1&sessionid=123&affid=431

Pada URL pertama laman untuk gaun berwarna hijau memiliki URL atau alamatnya sendiri. Ini merupakan landing page dari laman tersebut ketika ada visitor yang mencari informasi tentang gaun berwarna hijau.

Pada URL kedua laman merupakan hasil pencarian dari visitor terhadap produk-produk khusus untuk wanita dengan kategori dresses dan warna dress tersebut hijau.

Pada URL ketiga laman merupakan landing page yang dikhususkan untuk affiliate menjual produk tersebut.

Meskipun secara kasat mata visitor melihat kalau url yang digunakan berbeda-beda, robot google menganggap ketiga url tersebut merupakan satu kesatuan kategori yaitu gaun berwarna hijau. Karena dianggap ketiga url ini kontennya sama saja (yaitu berisi informasi dari gaun yang berwarna hijau) maka google mendapat informasi jika di website Anda terjadi konten yang di duplikasi berkali-kali. Padahal human visitor melihat ketiga url tersebut mempunyai konten yang berbeda.

Dari ilustrasi yang diberikan google tersebut saya menyimpulkan pengertian duplicate content adalah konten yang sama dengan alamat berbeda. Google saat mendeteksi ada konten yang sama dengan alamat yang berbeda ini akan secara otomatis memilih url yang dianggap paling mewakili dari alamat yang dihasilkan tersebut.

Jadi jika seseorang mencari informasi tentang gaun hijau di google, maka dalam hasil pencarian alamat yang akan muncul bisa http://example.com/shop/index.php?product_id=32&highlight=green+dress&cat_id=1&sessionid=123&affid=431 padahal yang kita mau saat visitor datang ke website untuk mencari gaun berwarna hijau melalui google alamatnya adalah http://www.example.com/products/women/dresses/green.htm.

Efek Duplicate Content Terhadap Strategi SEO Anda

Saat google mendeteksi adanya duplikasi konten terhadap laman website Anda maka strategi SEO yang anda gunakan untuk meningkatkan visibilitas laman yang anda tentukan akan turun dimata google. Jadi jika anda punya landing page produk yang sudah sangat mobile friendly dan mempunyai tampilan yang cukup bagus untuk menghasilkan konversi, usaha anda mungkin akan menjadi sia-sia.

Maksudnya begini, anda memaksimalkan semua tips SEO yang anda dapat di laman yang beralamatkan http://www.example.com/products/women/dresses/green.htm tetapi karena google mendeteksi kalau konten di alamat tersebut sama dengan http://example.com/shop/index.php?product_id=32&highlight=green+dress&cat_id=1&sessionid=123&affid=431 maka google akan lebih memilih alamat kedua untuk tampil dihalaman pencarian.

Dari paparan saya diatas semoga Anda bisa memahami pengertian duplicate content dan juga dampaknya bagi strategi seo Anda.

Cara Mengetahui Ada Duplicate Content di Website

Jika anda baru mendaftarkan peta situs ke google search console, laporan adanya duplikasi konten belum akan anda terima. Tunggulah beberapa waktu, seperti sebulan atau tiga bulan setelah peta situs anda didaftarkan.

Duplikasi Konten di website anda akan dapat dilihat jika anda mengunjungi tab Tampilan Penelusuran (Search Appearance) > Tampilan Penelusuran (HTML Improvements). Dilaman search console tersebut Anda akan menemukan kekurangan-kekurangan yang ada di website menurut Google.

Untuk Duplicate Content google membaginya menjadi dua yaitu

  1. Duplicate Content untuk title atau judul, dan
  2. Duplicate content untuk meta deskripsi.

Strategi SEO yang paling umum digunakan adalah dengan meletakkan kata kunci baik di dalam tag title ataupun di meta description dari sebuah web. Jika Anda menggunakan platform blogger atau wordpress, maka Anda perlu melihat apakah di google search console google mendeteksi ada duplicate content untuk dua titik tersebut.

Saya sendiri mendapatkan informasi jika beberapa alamat url yang terdapat di pencaricerah.com memiliki duplikasi konten di dua titik tersebut. Berikut duplikasi konten yang saya maksudkan.

1. Duplikasi Judul
duplicate content di title tagSeperti yang terlihat pada gambar diatas beberapa url di dalam website pencaricerah.com terindikasi memiliki judul yang sama. Saya ambil contoh judul portable apps Archives РPencaricerah. Robot google mendeteksi judul portabel apps ini di dua url yang berbeda yaitu

  • /cat?=603 dan
  • /category/portable-apps.

Saya ingin bersaing di kata kunci portable apps, tetapi yang dilihat google justru menampilkan alamat pencaricerah.com/cat?=603. Oleh karena itu saya perlu untuk menginformasikan google jika alamat untuk bersaing saya adalah /category/portable-apps. Sedangkan alamat lain dari yang saya inginkan agar bisa diabaikan saja.

2. Duplikasi Meta Deskripsi

duplicate content metadescription dan url parameterMeta Deskripsi merupakan bagian yang berupa ringkasan dari artikel panjang atau konten anda di website. Teorinya ketika pake plugin wordpress Yoast SEO, google akan menampilkan cuplikan yang kita inginkan. Misal saya membahas produk-produk asuransi dan untuk mendapatkan perhatian dari pengunjung saya menulis meta deskripsinya atau ringkasannya seperti ini, Temukan produk-produk asuransi yang anda butuhkan disini. Asuransi Kendaraan atau Asuransi Property.

Permasalahan yang sama pun muncul. Meta Deskripsi yang saya inginkan hanya muncul di alamat /category/asuransi malah juga ke detek oleh robot google di alamat /?cat=694. Maka mari kita bimbing si mbah agar menampilkan alamat url yang kita inginkan.

Kita akan membahas lebih lanjut tentang cara menggunakan URL Parameter ini sebentar lagi.

Mengurangi Duplicate Content Dengan Menggunakan URL Parameter

Saya mohon maaf jika untuk membahas cara menggunakan URL Parameter pendahuluannya sangat panjang. Semoga pembahasan panjang tersebut bisa membantu anda memahami bagaimana pentingnya menggunakan URL Parameter saat anda memonitor perkembangan blog atau website Anda.

Untuk mengurangi Duplicate Content dengan menggunakan URL Parameter, Anda perlu berhati-hati. Salah memberikan parameter URL ke Google maka imbasnya banyak alamat laman website Anda hilang dari peredaran.

Sebagai contoh saya akan mengurangi Duplicate Content di Tag Judul dengan memerintahkan robot google tidak menelusuri alamat URL /?cat=. Maka saya menggunakan URL Parameter dengan formula berikut:

format penggunaan url parameter untuk menghilangkan url cat

Di tab URL Parameter Anda akan menemukan banyak format url yang terdapat di website yang dikelola. Di tool HTML Improvements saya menemukan jika di tag Judul dan di tag Meta Deskripsi alamat url yang ingin saya hilangkan adalah url dengan parameter /?cat=. URL tersebut merupakan url yang dihasilkan secara otomatis saat saya membuat sebuah kategori di cms wordpress.

Maka ketika google bertanya Apakah parameter ini mengubah konten laman yang dilihat pengguna? Pilihannya hanya dua Iya atau Tidak. Karena alamat url yang digenerate secara otomatis oleh cms ingin saya hilangkan, maka saya memilih IYA.

Setelah itu, seperti yang anda lihat di gambar atas, saya memilih agar url dengan format /?cat= agar tidak dirayapi oleh google.

Jika Anda tidak tahu pasti bagaimana cara menggunakan url parameter, pada pertanyaan URL mana dengan parameter ini yang harus dirayapi Googlebot? sebaiknya pilih Serahkan pada Googlebot.

Untuk menutup pembahasan cara menggunakan URL Parameter kali ini saya ingin berterima kasih kepada Ryuzaki999 yang telah memberikan komentar yang membangun hingga artikel cara menggunakan parameter ini bisa saya rombak total dengan lebih baik.

Hasil Menggunakan URL Parameter: Boom Statistik Pencaricerah.com Meledak

statistik pencaricerah.com meledak setelah menggunakan url parameter

Beberapa jam setelah saya memerintahkan google agar tidak menampilkan url /?cat= statistik pencaricerah.com pun meningkat drastis. Sebelumnya visitor blog pencaricerah.com hanya 845 dan setelah melakukan perubahan di URL Parameter pengunjung pencaricerah.com melonjak hingga 1,287 pengunjung.

Harap diingat: Jika anda salah menggunakan URL Parameter, statistik blog anda malah akan turun. Perhatikan URL mana dari website anda yang ingin dirayapi dan ditampilkan oleh google. Mungkin bagi blog wordpress saya url /?cat= yang menjadi masalah, tapi belum tentu URL yang sama menjadi penghambat blog Anda.

Ganti Domain TLD, blogspot ke kandrawilko.info

Setelah beberapa hari saya berpikir dan menimbang-nimbang akhirnya saya memutuskan untuk kembalikan domain TLD kandrawilko.info ke akun kandrawilko.blogspot.com.

Pertimbangan saya berasal dari beberapa postingan dari teman-teman di komunitas google plus Indonesian Adsense Publisher. Dengan kondisi blogger yang sedang galau, selalu gonta-ganti domain dari .co.id, .com, hingga .my saya berpikir investasi yang saya lakukan dengan membeli domain TLD, kandrawilko.info harus mendapatkan hasilnya setidaknya hingga akhir tahun 2015.
Dengan perubahan kecil ini akibatnya pasti untuk beberapa bulan trafik blog akan menjadi kurang. Namun untuk kedepannya saya berharap blog sederhana ini dapat menghasilkan keuntungan bagi saya sendiri.

Selain mengubah sub domain blogspot ke domain TLD, kandrawilko.info saya juga menambahkan kembali beberapa postingan yang dulu sempat menjadi primadona di mesin pencari dan saya hilangkan karena alasan strategi bisnis (haduh bahasanya berat hahaha…). Dua tulisan itu adalah Pengertian Manajemen Kebidanan, dan lain-lain. Saking banyaknya saya mengimpor tulisan yang sudah pernah saya posting, sistem google sampai memberikan peringatan dengan mengeluarkan captcha untuk membuktikan saya bukan robot.

Selain kandrawilko.info saya juga berinvestasi dengan https://pencaricerah.com dan juga http://sutanmudo.com. Untuk sebuah bisnis ternyata memilih nama domain tld sangat berpengaruh. Sekarang saya menjadi bingung sendiri bagaimana membuat ketiga blog yang saya kelola tersebut menjadi lebih bernilai komersial. Apalagi domain TLD dengan nama sendiri kandrawilko.info.

Setelah melakukan settingan ganti nama domain dari sub domain ke domain TLD kandrawilko.info saya juga mengganti id tracking google analytics yang terdapat di hostingan gratis kandrawilko.blogspot.com. 

Wordads vs Google Adsense, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Mana sih yang lebih baik? Wordads vs Adsense? Penghasilan WordAds bulan ini naik menjadi 3 dolar. Kondisi ini patut saya syukuri walaupun peningkatan ini masih jauh dari target yang saya canangkan.

Selain itu dengan mendapatkan penghasilan yang tetap setiap bulan saya paling tidak sudah masuk dalam kategori semi-profesional blogger. Target kedepannya ada profesional blogger, yaitu seorang blogger yang fokus dalam mengembangkan blog dan konten (baik berupa tulisan, gambar, maupun video) yang bermanfaat dan banyak dicari oleh setiap manusia di dunia (baik yang berbahasa inggris maupun berbahasa indonesia).

Pencapaian saya kali ini tentu tidak mudah bahkan saya saat ini ingin rasanya merobek-robek setiap postingan yang memberikan angan-angan tentang kaya mendadak dengan bisnis online. Ada beragam upaya yang saya lakukan untuk memproduksi konten yang berkualitas (indikasi yang paling mudah itu ada orang yang komentar) hingga melakukan promosi melalui media sosial seperti facebook, twitter, dan google adwords.

Blog yang mempunyai prestasi ini terletak di hosting gratis wordpress.com, layanan blogging ini telah saya gunakan sejak pertama kali saya mengenal dunia tulis menulis online.

Sekarang tantangan baru yang harus saya hadapi adalah bagaimana caranya agar blog saya ini semakin rame dikunjungi orang dan juga akan berefek pada peningkatan visitor dan juga earning dari wordsads. Hingga saat ini saya lebih memilih wordads sebagai platform pay per click. Adapun Google adsense saya harus memutar otak lagi untuk meningkatkan penghasilannya.

Saya mempunyai kegemaran untuk mengikuti jejak orang-orang yang telah mendapatkan penghasilan yang besar dari kegiatan blogging. Beberapa bahkan telah membuat perusahaan IT sendiri, tujuan saya pun seperti mereka. Satu masa saya akan mepunyai perusahaan sendiri yang akan mengelola seluruh blog yang saya punya.

Saya mencoba menganalisa perbedaan penghasilan yang saya punyai di dua platform ppc yang saya punyai, wordads dan google adsense. Pertama untuk kebebasan meletakkan kode iklan. WordAds yang sedang running di blog saya telah diletakkan secara otomatis dari template wordpress yang saya pilih. Sedangkan pada google adsense baik layout maupun format iklan harus saya sendiri yang meletakkannya.

Letak iklan di wordads yang telah otomatis muncul di blog ternyata tidak sembarangan diletakkan oleh tim wordpress. Iklan yang secara default terletak di header dan di sidebar kanan ternyata memiliki tingkat konversi yang tinggi. Jadi saya hanya fokus untuk menghasilkan tulisan tanpa harus memikirkan lebih dalam tentang letak iklan.

Hal ini berbeda dengan google adsense, saya harus meletakkan kode iklan dimanapun yang saya tahu akan membuat iklan mendapatkan konfersi yang tinggi. Tapi hal ini juga masih belum cukup. Saya harus menganalisa di beberapa waktu agar konversi yang saya dapatkan dari letak iklan dapat selalu konstant. Sekarang untuk google adsense saya mencoba mencontoh posisi iklan wordads.