44 Mata Kuliah Jurusan Sastra Inggris Universitas Brawijaya

Mata kuliah jurusan sastra inggris di setiap universitas itu ada yang sama dan ada yang beda. Jika kampus saya harus lulus di 57 mata kuliah yang diwajibkan maka di kampus lain mungkin ada lebih dari 57 mata kuliah yang harus diikuti atau kurang dari jumlah tersebut.

Seperti kata pepatah ada banyak jalan ke kota Roma.

Satu tujuan sama perguruan tinggi yang membuka program Sastra Inggris (yaitu menghasilkan profesional di bidang sastra) tetapi metode dan juga rujukan yang digunakan bisa berbeda-beda.

Pada tulisan kali ini saya memberikan mata kuliah sastra inggris unibraw yang saya temukan di blog Spinning Carousel.

Pemilik blog ini diketahui sebagai lulusan sastra inggris unibraw dan cukup produktif dalam menulis. Anda dapat mengetahui apa saja tulisan yang telah ia buat dengan berkunjung ke blog yang bersangkutan.

Dari pengalaman beliau yang ditulis di blog, ada 47 mata kuliah jurusan sastra inggris yang diambil. Mata kuliah yang ditulis dalam blog tersebut, menurut saya, adalah mata kuliah wajib di jurusan sastra inggris universitas brawijaya.

Jadi anda tidak akan menemukan mata kuliah umum apa saja yang diikuti oleh pemilik blog spinning carousel.

Berikut daftar mata kuliah sastra inggris unibraw

MATA KULIAH WAJIB

  1. Sentence Structure
  2. Basic Oral and Auditory Skills
  3. Basic Reading Skills
  4. Introduction to English Culture
  5. Structure Analysis
  6. Academic Speaking
  7. Understanding Longer Talks
  8. Critical Reading
  9. Paragraph Writing
  10. HELL (History of English Language & Literature)
  11. Cross Cultural Understanding
  12. Public Speaking
  13. Comprehending Lectures
  14. Extensive Reading
  15. Expository Essay
  16. Introduction to Literature
  17. Introduction to Linguistics
  18. Argumentative Essay
  19. Prose I dan II
  20. Poetry I dan II
  21. Drama I dan II
  22. Phonology dan Morphology
  23. Syntax I dan II
  24. Semantics
  25. Research Proposal Writing
  26. Introduction to Translation

MATA KULIAH PILIHAN

  1. American Studies
  2. Australian Studies
  3. British Studies
  4. Pragmatics
  5. Sociolinguistics
  6. Second Language Acquisition
  7. Creative Writing
  8. English for Young Learner
  9. Discourse Analysis
  10. Literary and Oral Tradition
  11. Applied Literary Criticism
  12. Issues on Linguistics
  13. Translation and Interpretations
  14. Semiotics
  15. Computer-Assisted Language Learning
  16. Contemporary Cultural Issues
  17. Teaching English as Foreign Language
  18. Business English

Nah sekarang anda sudah mendapatkan gambaran mata kuliah yang dapat diikuti di universitas negeri padang dan universitas brawijaya, apakah sekarang anda sudah mengambil keputusan untuk mengikuti jejak pencaricerah dan spinning carousel?

Ingat bahwa untuk memutuskan jangan hanya sendirian tapi juga libatkan orang-orang terdekat seperti orang tua, senior sekolah anda, atau guru-guru anda.

Jangan sampai anda melakukan kesalahan dalam memilih jurusan kuliah di perguruan tinggi nantinya.

Ada saudara atau kerabat yang ingin masuk jurusan sastra inggris? Bagikan artikel ini kepada yang bersangkutan. Terima kasih.

Advertisements
Iklan

4 Hal Yang Harus Anda Perhatikan Saat Memilih Perguruan Tinggi

Setelah anda mengetahui 15 hal tentang kehidupan di perguruan tinggi, saya ingin berbagi mengenai tentang 4 hal yang harus anda perhatikan saat memilih perguruan tinggi.

Tulisan ini cukup panjang dan saya berharap anda bersabar dalam membaca poin-poin yang saya jabarkan. Semoga tulisan ini dapat membantu anda dalam memutuskan perguruan tinggi yang akan anda pilih, entah itu perguruan tinggi swasta atau perguruan tinggi negeri.

Beberapa waktu yang lalu di media massa mengabarkan ada mahasiswa yang tidak pernah ikut perkuliahan namun dapat diwisuda. Saat di wawancarai mahasiswa tersebut terlihat gagap dalam menjawab pertanyaan tentang jurusan dan mata kuliah favoritnya di perguruan tinggi abal-abal tersebut.

Berdasarkan kejadian tersebut saya berharap Tip memilih perguruan tinggi yang akan saya bagikan berikut ini betul-betul bermanfaat bagi anda yang akan kuliah.

Selain dari kejadian yang menjadi headline di media massa diatas, tulisan ini juga terinspirasi dari adik ipar saya yang telah duduk di kelas tiga sma.

Kejadiannya bermula dari sebuah percakapan di perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta. Saya yang hendak menjemput istri yang pulang dari dinas luar kota, tiba-tiba saja ditanya tentang jurusan apa yang harus diambil saat selesai sekolah nanti oleh adik ipar saya.

Saya menjawab kalau jurusan harus dipilih sesuai dengan minat. Tapi, lanjut saya, yang harus diperhatikan adalah perguruan tinggi dimana ia akan kuliah.

Entah disadari atau tidak dunia kerja seakan lebih memilih lulusan perguruan tinggi terkenal dibanding perguruan tinggi yang tidak. Seseorang yang berasal dari perguruan tinggi favorit dan memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) yang lumayan, akan lebih mudah diterima daripada seseorang yang berasal dari perguruan tinggi yang tidak terkenal dan memiliki ipk yang tinggi.

#1, Kenali Reputasi Perguruan Tinggi (Akreditasi)

Ada banyak perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Dari banyaknya perguruan tinggi negeri dan swasta tersebut hanya beberapa perguruan tinggi yang lebih dikenal secara nasional. Perguruan tinggi yang terkenal saya maksudkan disini adalah seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tidak banyak siswa yang bisa masuk ke universitas-universitas terkenal tersebut. Hanya yang beruntung dan terpilih yang bisa masuk ke universitas-universitas yang telah saya sebutkan diatas.

Bahkan jika melihat fenomena ujian masuk perguruan tinggi, alokasi mahasiswa baru untuk perguruan tinggi negeri dibanding dengan siswa sma yang lulus masih sangat jomplang. Karena itu memilih (baca:mengenali) perguruan tinggi yang dituju sangat diperlukan.

Mengenali reputasi masing-masing perguruan tinggi yang akan di-lamar oleh siswa saat ini sangat mudah dilakukan. Apalagi saat dunia sudah terlipat dalam genggaman melalui kecanggihan internet dan smartphone. Dengan mengakses situs badan akreditasi nasional perguruan tinggi kita dapat melihat reputasi perguruan tinggi yang akan kita tuju dengan mudah.

Akreditasi adalah sebuah bentuk pengakuan dan pengawasan dari pemerintah terhadap kinerja dari perguruan tinggi di Indonesia. Tidak hanya perguruan tinggi swasta yang diberikan akreditasi tetapi juga perguruan tinggi negeri. Bahkan peringkat atau nilai akreditasi perguruan tinggi negeri dapat lebih buruk daripada perguruan tinggi swasta. Jika anda lulus di sebuah perguruan tinggi negeri namun jurusan yang anda ikuti memiliki akreditasi yang rendah, prospek peluang kerja anda akan rendah.

#2, Pilih Jurusan (Sesuai Minat dan Kemampuan Anda)

Dalam memilih perguruan tinggi selain reputasi dari kampus yang akan anda tuju, anda juga harus mengenali jurusan yang akan anda ambil.

Ada banyak jurusan yang terdapat dalam sebuah perguruan tinggi, memilih jurusan sesuai dengan minat dan kemampuan akan membuat masa kuliah anda lebih terkendali.

Saya ingin memberikan contoh pribadi terhadap hal ini.

Ketika saya mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi (kala itu bernama SPMB) saya mempunyai minat ke Universitas Indonesia jurusan Bahasa dan Sastra Perancis. Saya menyadari bahwa saya sangat menyukai mempelajari bahasa asing. Bahkan dari sejak sekolah dasar minat saya ini didukung oleh orang tua saya, khususnya ibu. Jadi sejak mengetahui minat saya yang besar dengan bahasa asing, ibu saya mendaftarkan saya kursus Bahasa Inggris. Dan ini berlanjut hingga saya berada di kelas tiga sma.

Karena saya orangnya mudah bosan, saya merasakan kejenuhan dalam mempelajari bahasa inggris. Oleh karena itu saat memilih perguruan tinggi dan jurusan yang akan diambil saya memilih Bahasa dan Sastra Perancis.

Bagi saya mempelajari bahasa Perancis membuat saya lebih tertantang karena bahasa tersebut adalah bahasa yang baru dan memiliki rasa yang berbeda dibanding bahasa Inggris.

Pada momen ini orang tua dan kerabat dekat saya menyarankan agar saya tidak hanya fokus untuk memilih jurusan Bahasa dan Sastra Perancis yang sangat-sangat baru bagi saya. Selain mengejar minat saya diminta untuk tetap melanjutkan ke jurusan Bahasa dan Sastra Inggris yang telah saya pelajari dari sekolah dasar.

Pada saat pengumuman ujian masuk perguruan tinggi saya ditakdirkan untuk melanjutkan belajar bahasa inggris di Universitas Negeri Padang. Dan jika saya melihat teman-teman saya yang tidak lulus karena memilih perguruan tinggi dan jurusan yang tidak sesuai kemampuannya, saya merasa bersyukur memiliki keluarga yang cukup jitu dalam mengarahkan saya.

Kejadian bertolak belakang dialami oleh teman sma saya yang pada semester pertama kuliah di jurusan yang sama dengan saya.

Orangnya sangat tekun dalam belajar akan tetapi kemampuan beliau terhadap bahasa asing tidak bagus, sehingga dua semester berturut-turut nilai kuliahnya hanya satu koma sekian. Berpatokan pada hasil kuliah yang tidak maksimal tersebut pada tahun kedua kuliah teman saya tersebut pindah ke jurusan lain.

Makanya saya tekankan lagi, Kenali kemampuan anda!

Jika anda merasakan kesulitan dalam mengenali kemampuan anda maka pertanyaan dari hotcourse (link removed) ini baiknya anda jawab sekarang.

  1. Bidang apa yang saya minati?
  2. Kualifikasi apa yang saya miliki?
  3. Apa saja hobi saya?
  4. Apa cita-cita saya?
  5. Lapangan kerja yang tersedia untuk saya seperti apa?

Dari jawaban anda terhadap lima pertanyaan tersebut semoga anda mengenal kemampuan yang anda miliki dan memilih jurusan terbaik di perguruan tinggi terbaik.

 #3, Pilih Perguruan Tinggi Yang Berkualitas

Perguruan Tinggi yang berkualitas yang saya maksudkan disini bukan perguruan tinggi yang mempunyai nilai akreditasi baik. Kualitas yang saya maksudkan disini adalah tersedianya tenaga pengajar yang berkompeten untuk membimbing anda mencapai target yang anda siapkan pada saat anda memilih perguruan tinggi yang bersangkutan sebagai sarana menimba ilmu.

Perguruan tinggi favorit yang saya sebutkan pada awal-awal tulisan ini merupakan perguruan tinggi yang sangat berkualitas. Setidaknya kriteria perguruan tinggi terbaik yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi (dalam tiga kategori) didominasi oleh kampus-kampus tersebut.

Coba perhatikan.

Kampus dengan kualitas SDM yang tinggi

  1. Institut Pertanian Bogor (IPB)
  2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
  3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  4. Universitas Negeri Malang (UM)
  5. Universitas Indonesia (UI)
  6. Universitas Negeri Makassar (UNM)
  7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
  8. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
  9. Universitas Airlangga (Unair)
  10. Universitas Bengkulu

Kampus dengan Manajemen terbaik

  1. Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS)
  2. Universitas Gunadarma
  3. ITS
  4. UGM
  5. UI
  6. ITB
  7. IPB
  8. Universitas Kristen Petra
  9. Universitas Sebelas Maret (UNS)
  10. Universitas Islam Indonesia (UII)

Kampus dengan Kualitas Penelitian dan Publikasi

  1. ITB
  2. IPB
  3. UI
  4. UGM
  5. Universitas Padjadjaran (Unpad)
  6. Universitas Hasanuddin (Unhas)
  7. UNS
  8. Universitas Brawijaya (UB)
  9. ITS
  10. Universitas Diponegoro (Undip)

sumber: detik.com

#4, Biaya Kuliah di Perguruan Tinggi

Biaya perkuliahan itu tidak sedikit teman.

Mahasiswa seperti di UI dan ITB sangat concern dengan biaya perkuliahan. Jika ada sedikit perubahan, para aktifis mahasiswa di kampus tersebut mulai mengadakan aksi. Mulai dari aksi audiensi dengan pihak manajemen kampus hingga aksi unjuk rasa yang menuntut adanya transparansi biaya perkuliahan.

Itu di kampus yang masuk ke perguruan tinggi negeri, nah bagaimana dengan yang swasta.

Selain biaya perkuliahan semacam uang pangkal, spp, dan lain sebagainya, anda harus memikirkan biaya yang dikeluarkan orang tua anda untuk:

  1. biaya bulanan (jajan, beli buku, nonton filem dan lain sebagainya)
  2. biaya akomodasi (anda tinggal ngekos atau ngontrak? ngontraknya barengan atau sendiri?)
  3. biaya transportasi (jika tempat tinggal anda jauh dari kampus)

Biaya-biaya diatas dapat anda kurangi besarannya jika anda berprestasi melalui beasiswa.

Di banyak kampus tersedia beragam macam beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu dan/atau berprestasi. Mulai dari beasiswa dari pemerintah hingga beasiswa dari perusahaan.

Sayangnya banyak juga mahasiswa yang merasa gengsi untuk sekedar mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa. Alasannya “malu ngurus surat keterangan tidak mampu”. Pesan saya disini, jangan sampai anda gedein gengsi. Jika anda gengsian, bukan hanya anda yang rugi. Keluarga pun rugi. Ingat biaya kuliah itu tidak hanya uang untuk perguruan tinggi tetapi juga uang untuk anda sendiri.

Tidak terasa saya sampai pada momen untuk mengakhiri tulisan mengenai 4 hal yang harus anda perhatikan saat memilih perguruan tinggi. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi anda semua dan bagilah kepada teman, atau kerabat anda yang sedang bersiap untuk meninggalkan seragam putih abu-abunya.

Memilih jurusan di Universitas

Memilih jurusan di Universitas itu salah satu langkah yang menentukan karir atau pekerjaan anda nantinya. Salah memilih jurusan bisa jadi akan membuat cita-cita anda akan tidak tercapai.

Memilih Jurusan di Universitas
ilustrasi

Tiga Tipikal Orang Memilih Jurusan di Universitas

Saya ingin memulai pembahasan tentang memilih jurusan di Universitas dengan membahas tipikal orang yang memilih jurusan di universitas. Pembagian tipikal orang yang memilih jurusan ini hanya sebuah pengamatan pribadi dari teman-teman kuliah saya saat kita lagi berdiskusi tentang kenapa memilih jurusan bahasa dan sastra Inggris di Universitas Negeri Padang.
  1. Tipikal pertama yang saya temui adalah tipikal orang yang memilih jurusan di universitas mengikuti tren. Menurut saya tipikal orang yang milih jurusan berdasarkan tren yang sedang terjadi adalah orang yang bingung. Tipikal orang seperti ini butuh menggali lagi potensi yang ada dalam dirinya. Salah pilih jurusan akan membuat prestasi akademisnya jeblok dan pasti untuk memperbaiki nilai akademis itu akan sulit dan butuh waktu juga motivasi dari diri sendiri yang kuat.
    Teman saya sewaktu kuliah mengalami hal ini. Awalnya teman saya ini memilih jurusan sastra inggris. Jurusan saya ini cukup laku untuk dijual, karena program yang ia ikuti bukanlah program reguler, karena saking banyaknya peminat jurusan ini di Sumatera Barat. Sayangnya prestasi yang ia dapatkan tidak seperti yang ia harapkan. Ia mendapati kesulitan dalam mengikuti perkuliahan hingga ia mengambil keputusan cepat dengan berganti jurusan ke ekonomi. Di sinilah minat beserta bakatnya terasah, hingga ia menjadi juragan kecil saat kuliah dengan membuka usaha salon motor dan mobil.
  2. Tipikal yang kedua adalah orang yang memilih jurusan karena memang dia sendiri pengen. Bingung juga saya memilih diksi yang tepat.
  3. Tipikal ketiga adalah orang yang memilih jurusan di universitas setelah mendapatkan berbagai wejangan dari keluarga khususnya orang tua. Orang terdekat yang saya maksud adalah orang tua, teman dekat, atau senior sekolah yang sukses.
Saya sangat tidak sukses di mata pelajaran eksak. Setiap ada ulangan atau pekerjaan rumah apakah itu matematika, kimia, fisika, kimia, atau biologi nilai saya pasti jelek. Saya bukannya tidak belajar, tapi kemampuan saya hanya sampai disitu. Orang tua saya tentu tidak senang dengan pencapaian saya ini tapi mereka dapat menerima dan juga membimbing saya ke arah yang lebih baik.

Saya menyukai bahasa. Semenjak kecil saya suka menonton dan mendengarkan film, musik berbahasa asing. Nilai pelajaran bahasa inggris saya tidak begitu bagus tapi masih lebih baik daripada mata pelajaran eksakta. Kedua orang tua saya mengetahui minat saya ini, khususnya bunda, dan mereka membimbing saya untuk terus mendalami minat saya terhadap bahasa asing (baca: Inggris) dengan mendaftarkan saya pada lembaga pendidikan bahasa Inggris yang terkenal di kota saya.

Beasiswa Pemerintah Jepang (MONBUKAGAKUSHO)

Saat ini Jepang telah memberikan beasiswa kepada sekitar 2500 anak Indonesia. Beasiswa tersebut terdiri dari biaya studi dan biaya hidup. Keuntungan lainnya dari beasiswa Monbukagakusho adalah tidak ada ikatan apapun terhadap partisipan.

Beasiswa Monbukagakusho merupakan program dari kementerian Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (MONBUKAGAKUSHO).

Setiap tahunnya pemerintahan Jepang melalui kedutaan besar dan konsulat jendral mereka di Surabaya, Makasar dan Medan melakukan seleksi dan bagi peminat Beasiswa Monbukagakusho. Program-program yang ditawarkan untuk Indonesia meliputi:

  1. Program Research Student bagi lulusan perguruan tinggi,
  2. Undergraduate,
  3. College of Technology,
  4. Professional Training College bagi lulusan SLTA,
  5. Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang,
  6. Teacher Training bagi guru

Ada persyaratan yang harus dipenuhi untuk masing-masing program beasiswa yang akan dilamar. Secara umum kemampuan berbahasa Jepang dan Bahasa Inggris merupakan syarat untuk mendaftarkan diri. (study in japan)

Bagi yang berminat untuk mengajukan aplikasi beasiswa ada baiknya untuk mencoba menjawab ujian beasiswa MONBUKAGAKUSHO pada link-link berikut ini (Ini merupakan contoh Ujian pada tahun 2009 dan tahun 2010

  1. Contoh soal untuk Program Research Student bagi lulusan perguruan tinggi
    (2010) Ujian Bahasa Jepang, Ujian Bahasa Inggris, Jawaban Ujian
    (2009) Ujian Bahasa Jepang, Ujian Bahasa Inggris, Jawaban Ujian
  2. Contoh soal untuk Undergraduate,
    (2010) Ujian Bahasa Jepang, Ujian Bahasa Inggris, Ujian Matematika (A), Ujian Matematika (B), Ujian Fisika, Ujian Kimia, Ujian BiologiJawaban Ujian
    (2009) Ujian Bahasa Jepang, Ujian Bahasa Inggris, Ujian Matematika (A), Ujian Matematika (B), Ujian Fisika, Ujian Kimia, Ujian BiologiJawaban Ujian
  3. Contoh soal untuk College of Technology,
    (2010) Ujian Bahasa Jepang, Ujian Matematika, Ujian Fisika, Ujian Kimia, Ujian Bahasa Inggris, Jawaban Ujian
    (2009) Ujian Bahasa Jepang, Ujian Matematika, Ujian Fisika, Ujian Kimia, Ujian Bahasa Inggris, Jawaban Ujian
  4. Contoh soal untuk Professional Training College bagi lulusan SLTA,
    (2010) Ujian Bahasa Jepang, Ujian Bahasa Inggris, Ujian Matematika, Jawaban Ujian
    (2009) Ujian Bahasa Jepang, Ujian Bahasa Inggris, Ujian Matematika, Jawaban Ujian

Direkomendasikan untuk menginstal pembaca huruf jepang dari adobe pada link ini.

Sebagai tambahan dari contoh soal yang telah diberikan pada link diatas, saya anjurkan untuk membeli panduan Research Scholarship Prep (link affiliate).


PENGERTIAN MANAJEMEN KEBIDANAN

 

Manajemen kebidanan berasal dari dua suku kata yaitu manajemen dan kebidanan, yang asal katanya bidan. Menurut kbbi.web.id pengertian Manajemen (kb.) adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi. Pengertian ini sama dengan yang tertera pada kbbi versi pusatbahasa.diknas.go.id. Inti dari manajemen yang gue dapatkan adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.
Lanjut ke kata kedua yaitu kebidanan.Pengertian bidan sebagai asal kata kebidanan menurut pusatbahasa.diknas.go.id, adalah wanita yg mempunyai kepandaian menolong dan merawat orang melahirkan dan bayinya. Sedangkan kebidanan berarti segala sesuatu mengenai bidan atau cara menolong dan merawat orang beranak (mungkin maksudnya orang yang mo melahirkan). Sedangkan pada situs kuliahbidan.wordpress.com pengertian ini lebih dispesifikan lagi kepada bidan sebagai sebuah profesi, yaitu seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat ijin melakukan praktek kebidanan.
Pengertian Bidan menurut MENTERI KESEHATAN RI yang tercantum dalam lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 369/Menkes/Sk/Iii/2007 Tanggal : 27 Maret 2007 salah satu tenaga kesehatan yang memiliki posisi penting dan strategis terutama dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan angka kesakitan dan kematian Bayi (AKB). Bidan memberikan pelayanan kebidanan yang berkesinambungan dan paripurna, berfokus pada aspek pencegahan, promosi dengan berlandaskan kemitraan dan pemberdayaan masyarakat bersama-sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk senantiasa siap melayani siapa saja yang membutuhkannya, kapan dan dimanapun dia berada. Untuk menjamin kualitas tersebut diperlukan suatu standar profesi sebagai acuan untuk melakukan segala tindakan dan asuhan yang diberikan dalam seluruh aspek pengabdian profesinya kepada individu, keluarga dan masyarakat, baik dari aspek input, proses dan output.
Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa manajemen kebidanan adalah proses pertolongan yang dilakukan seseorang yang berprofesi sebagai bidan secara sistematis untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan seorang pasien dengan tepat.