Kuliah Jurusan Sastra Inggris? Disini Informasi Lengkapnya

Kuliah jurusan sastra inggris seperti apa sih?Mmmm… Kasih tau gak ya? Yang pasti saya sendiri ingin kembali kuliah di jurusan sastra inggris. Kamu mungkin merasa penasaran dengan kehidupan kampus saya sehingga saya jadi pengen kuliah lagi di jurusan sastra inggris lagi.

Kuliah di jurusan sastra inggris itu seru mbak en mas sekalian. Kalau mas en mba sekalian pada suka baca novel, cerpen, dan puisi bahasa inggris atau suka baca buku sosial politik maupun nonton film Hollywood pertimbangkan untuk kuliah di jurusan ini setelah menyelesaikan sekolah nanti.

Mau tau apa saja yang akan anda lalui di jurusan bahasa asing ini? Coba dibaca pelan-pelan yak.
[isa_amp_and_regular_adsense]

Latar belakang pendidikan saya adalah Sarjana Sastra dari Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Padang. Saya masuk jurusan ini setelah melalui ujian nasional yang diadakan serentak oleh perguruan tinggi negeri di Indonesia yang bernama Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (disingkat SPMB) tahun 2002.

Saya lulus kuliah dan mendapatkan gelar Sarjana di tahun 2005 setelah mempertahankan skripsi yang mengambil judul The Power of Jews in The Plot Against America by Philip Roth. Saat ini saya sudah bekerja di salah satu perusahaan asuransi swasta nasional di Jakarta dan banyak rekan-rekan seangkatan saya yang telah bekerja baik di pemerintahan maupun di sektor swasta.novel yang membuat saya menyelesaikan kuliah jurusan sastra inggris

Saya menyatakan fakta-fakta diatas agar anda yang SAAT ini kuliah di jurusan sastra inggris bisa dengan tenang menuntut ilmu dan juga saya ingin agar pelajar yang sedang menimbang-nimbang akan mengambil jurusan apa saat kuliah nanti bisa mendapatkan sebuah wawasan.

Kenapa sih masuk sastra inggris?

Pertanyaan ini pernah didapatkan oleh beberapa mahasiswa sastra jurusan sastra inggris. Umumnya pertanyaan ini muncul karena ketidaktahuan si penanya tentang seluk beluk program studi sastra inggris.

Bahkan secara serampangan banyak dari orang yang kurang pengetahuan ini menyamakan kuliah sastra inggris dengan kursus bahasa inggris. Saya pernah mempunyai sikap yang sama hingga saya merasakan bagaimana kuliah jurusan sastra inggris.

Jika anda mendapatkan pertanyaan bodoh seperti ini jawab saja dengan pengalaman kuliah jurusan sastra inggris saya.

Memilih Kuliah Jurusan Sastra Inggris

Bagi saya pribadi mempelajari bahasa adalah sebuah hobi. Terlebih daerah asal saya, Bukittinggi, adalah sebuah kota wisata dengan banyak turis backpacker yang lalu lalang dan meminta informasi pada masyarakat sekitar untuk menuju lokasi wisata.

Jadi secara tidak langsung saya di doktrin untuk menyukai bahasa inggris.

Semenjak saya mulai sekolah orang tua saya menyadari minat yang saya miliki. Terlebih bunda. Dengan keterbatasan kondisi keuangan keluarga, ia “memaksa” saya untuk terus les hingga selesai sekolah menengah atas.

Jujur saja saya merasa bosan dengan belajar bahasa inggris waktu itu.

Maka saya berniat ketika saya kuliah, saya akan mengambil jurusan bahasa asing lainnya. Bahasa asing yang mulai menarik perhatian saya adalah bahasa Perancis.

Saya utarakan hal tersebut kepada Bunda. Beliau mendengarkan keinginan saya dan juga memberikan saran agar saya bisa linear dalam mengambil kuliah.

Maksudnya jelas bahwa saya harus ambil jurusan sastra inggris di ujian masuk perguruan tinggi nanti. Saya berpikir, “ya eelah bahasa inggris lagi.”

Untung juga saya ikut pendapat Bunda karena saya akhirnya bisa lulus di jurusan sastra inggris Universitas Negeri Padang.

Secara kualitas tempat kuliah sastra inggris yang bagus adalah jurusan yang mendapatkan pengakuan baik dari institusi pendidikan tinggi miliki negara.

Untuk jurusan saya peringkat yang diberikan dikti adalah akreditasi B secara nasional.

Seperti yang saya sampaikan diatas tadi kuliah jurusan sastra inggris berbeda dengan kuliah bahasa inggris.

Faktanya anda yang kuliah di jurusan bahasa dan sastra inggris akan banyak belajar Bahasa Inggris seperti grammar, tenses, dan lain-lain.

Namun selain belajar ilmu dasar bahasa inggris tersebut anda juga akan menerima mata kuliah jurusan sastra inggris seperti budaya, sejarah, sastra, dan ilmu-ilmu humaniora lainnya.

Walaupun anda belajar ilmu dasar Bahasa Inggris sebaiknya anda juga mempunyai persiapan tentang penguasaan bahasa inggris itu sendiri sebelum kuliah.

Di kampus saya tidak seluruh mata kuliah bahasa pengantarnya bahasa inggris. Beberapa kali jika mahasiswa kesulitan untuk mengikuti perkuliahan dengan pengantar bahasa inggris, dosen saya memberi kuliah dengan bahasa Indonesia.

Kalau anda merasa butuh cobalah belajar sendiri atau secara otodidak di rumah, atau mendaftar di tempat kursus terdekat di kota Anda. Khusus untuk Anda yang berdomisili atau beraktifitas di Jakarta Selatan, English First rekomendasi saya sebagai media Anda untuk memperbaiki Bahasa Inggris Anda saat ini.

Jadi apa itu jurusan sastra inggris?

Jika saya harus mendefinisikan jurusan ini maka saya akan menggambarkan jika jurusan sastra inggris adalah jurusan yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi seorang profesional yang mampu berkomunikasi dan memahami karya sastra yang dibuat dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris.

Dari definisi tersebut semoga anda lebih memahami bahwa sastra inggris itu tidak hanya tentang Bahasa Inggris namun juga tidak terbatas pada karya sastra berbahasa Inggris.

Jika anda bertanya kepada saya apakah jurusan sastra inggris bagus maka saya akan menjawab dengan lantang jika jurusan ini sangat bagus. Meski saya memiliki penyesalan. Penyesalan ini akan saya ceritakan pada artikel yang lain.

Program Studi Kuliah Jurusan Sastra Inggris Yang Dapat Anda Pertimbangkan

Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris di Universitas Negeri Padang (almamater saya) mempunyai beberapa program studi yang dapat dipilih oleh seorang mahasiswa saat kuliah di jurusan tersebut. Program Studi tersebut adalah

  1. Pendidikan Bahasa Inggris
  2. Sastra Inggris konsentrasi Sastra
  3. Sastra Inggris konsentrasi Linguistik

Kalau anda sudah menetapkan profesi untuk menjadi guru maka anda harus mengambil program studi pendidikan Bahasa Inggris.

Program ini akan menuntun anda untuk menjadi seorang guru nantinya.

Kalau melihat bagaimana teman-teman saya mempersiapkan bahan ajar, rencana pengajaran dalam satu semester, hingga memberi nilai pada murid-muridnya (ini terjadi saat Praktek Kerja Lapangan) saya cukup puas dengan keputusan saya untuk mengambil jurusan sastra inggris.

Saya mendapatkan beberapa komentar dari pelajar jurusan IPA yang ingin kuliah jurusan sastra inggris.

Di artikel ini saya ingin menjawab jika mereka bisa masuk ke jurusan sastra inggris walaupun jurusan di sekolah bukan IPS.

Caranya adalah dengan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi dan mengambil ujian IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran).

Memang para pelajar jurusan IPA ini akan merasakan tantangan yang cukup berat dalam mempersiapkan diri untuk ujian tetapi jika memang anda-anda (anak IPA) ingin masuk jurusan sastra inggris ini, jalan berat ini yang harus anda tempuh.

Pun sebaliknya jika pelajar jurusan IPS ingin masuk ke kuliah dimana seharusnya yang masuk adalah pelajar jurusan IPA, mereka harus mengikuti ujian serupa.

Semoga tulisan saya tentang pengalaman kuliah jurusan sastra inggris dapat menjadi pelajaran bagi anda yang sedang kuliah maupun yang sedang mempertimbangkan kuliah di jurusan ini. Jika anda punya pertanyaan atau ada hal yang ingin didiskusikan silahkan gunakan kolom komentar dibawah. Saya sangat menyukai berdiskusi dengan dengan anda melalui kolom komentar.

Advertisements
Iklan

15 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi

Setelah sekolah ntar mau kuliah dimana?

Pertanyaan ini mungkin bakalan sering diterima anak SMA yang telah menyelesaikan ujian akhir nasional beberapa waktu lalu.

Jawaban yang akan diterima sipenanya tentu akan bermacam-macam, tetapi jika yang menanya justru ditanya balik oleh yang ditanya, apa si penanya bisa jawab?

Jangan bingung sob, ini cuman permainan kata saja. Tulisan saya kali ini membahas tentang hal-hal yang harus anda ketahui tentang perguruan tinggi. Tujuannya agar anda dapat dengan mudah beradaptasi dengan kehidupan kampus nantinya.

[isa_amp_and_regular_adsense]

Saya mencoba mendalami kira-kira apa saja yang akan saya bantu bagi anda pengunjung blog pencaricerah.com ini, dan akhirnya saya menemukan pertanyaan yang cukup bagus karena menurut saya si penanya telah menanyakan pertanyaan tentang perkuliahan yang cukup lengkap dan semoga saja merepresentasikan pertanyaan-pertanyaan dari pelajar-pelajar lainnya.

Pertanyaan-pertanyaan ini saya temukan dalam situs yahoo answer. Karena saya tidak punya akun aktif di yahoo maka saya gunakan blog ini untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Coba disimak ya ..

diskusi kelompok mahasiswa perguruan tinggi

 

      1. Bagaimana universitas yang bagus menurut anda?
        Sebuah universitas yang bagus pastilah memiliki prestasi akademik dan non akademik yang banyak. Indikator yang lain adalah mahasiswa yang telah lulus di perguruan tinggi tersebut banyak yang diterima di lapangan kerja atau memberi manfaat kepada masyarakat banyak dengan membuka lapangan kerja baru.
        Ada banyak kriteria yang dapat anda terapkan untuk memilih universitas yang bagus. Selain kriteria yang saya contohkan diatas anda juga bisa meminta saran kepada senior anda yang sudah kuliah di universitas.
        Jika anda bertanya tentang pemilihan universitas yang bagus pada senior anda maka anda akan mendapatkan jawaban yang cenderung subjektif.
        Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi telah memberikan peringkat untuk masing-masing universitas yang terdaftar di Indonesia, contohnya dapat anda lihat pada tulisan saya tentang kampus sastra inggris terbaik di Indonesia dan
         Daftar 20 Universitas Terbaik Indonesia.Intinya disini:
        Selain anda mendapatkan rekomendasi dari orang-orang dekat seperti saudara, senior dan juga situs-situs informasi pendidikan seperti webometrics. Jangan lupa untuk cek universitas terbaik di situs Badan Akreditasi Negara. Sejauh ini perguruan tinggi yang populer dan mendapatkan akreditasi dari BAN-PT masih di pegang oleh Universitas yang banyak dikenal seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung dan lain-lain.Selain mungkin anda bisa menambahkan dalam pertimbangan anda 4 hal yang harus anda perhatikan saat memilih perguruan tinggi.
      2. Berapa tahun kita harus kuliah?
        Saya akan membahas lebih lanjut tentang pertanyaan berapa tahun lamanya ANDA harus kuliah di postingan tentang kuliah itu berapa lama sih?
        Kali ini saya ingin memberikan sebuah jawaban yang singkat. Lama anda mengikuti masa perkuliahan lebih baik dilakukan selama 4 tahun atau jika anda mampu selesaikan perkuliahan dalam 3,5 tahun. Anda akan menemukan alasan yang tepat dan semoga memacu anda untuk menyelesaikan kuliah di artikel kuliah itu berapa lama.
      3. Saat kuliah tentu kita mengambil sebuah Prodi, bagaimanakah pelajaran yang diberikan dalam Prodi tersebut? Apakah sama seperti saat SMA ada Jurusan IPA dan IPS? (di Jurusan IPA dominan pelajaran IPA dan sebaliknya)
        Saat anda memilih sebuah program studi atau Prodi anda akan mendapatkan pelajaran sesuai dengan prodi yang anda pilih tersebut. Sekilas pelajaran yang anda dapatkan di prodi tersebut hampir sama seperti ketika ada berada di penjurusan Pengetahuan Alam, Pengetahuan Sosial atau Pengetahuan Bahasa.

        Ini pengalaman saya ketika kuliah di jurusan bahasa dan sastra inggris fakultas bahasa, sastra dan seni Universitas Negeri Padang.

        Sekilas orang akan melihat jurusan ini hanya fokus pada belajar bahasa inggris. Tetapi di jurusan ini ada tiga program pendidikan: Program Keguruan, Program Linguistik dan Program Kesusasteraan. Secara garis besar ketiga program pendidikan ini dapat di split lagi menjadi dua yaitu Prodi non-kependidikan dan Prodi Kependidikan.
        Program Non Kependidikan adalah program yang dibuat oleh perguruan tinggi untuk menghasilkan pekerja profesional di bidang kesusastraan atau linguistik, sedangkan prodi kependidikan adalah program dimana seorang mahasiswa dididik untuk menjadi tenaga pengajar yang profesional.

        Meskipun masing-masing prodi tersebut berbeda tujuan dalam menghasilkan calon tenaga profesional ada beberapa mata kuliah jurusan yang dapat diambil baik oleh mahasiswa NK dan Kependidikan. Contoh mata kuliah yang dapat diambil oleh mahasiswa nk dan kependidikan adalah computer assisted language learning atau mata kuliah listening comprehension.Tidak hanya mata kuliah dasar dalam menguasai bahasa inggris, mata kuliah dasar sastra maupun linguistik pun dapat diambil baik Mahasiswa Prodi Kependidikan dan pastinya wajib untuk Mahasiswa Prodi Non-Kependidikan. Contoh mata kuliahnya adalah Introduction to Literature, dan Introduction to Linguistics.
        Kalau di zaman saya kuliah di jurusan bahasa sastra inggris unp, mata kuliah (bukan mata pelajaran atau mapel yak) yang dapat diambil oleh dua prodi yang berbeda ini adalah mata kuliah Intensive Course (IC). Mata kuliah ini adalah pengantar untuk jurusan dimana setiap mahasiswa belajar bahasa inggris dari dasar kembali dengan tujuan memudahkan mahasiswa tersebut untuk mengikuti perkuliahan yang mempunyai bahasa pengantar bahasa inggris. Pada suatu waktu (lah kek dongeng??) mahasiswa non-kependidikan dan kependidikan bisa jadi tidak mendapatkan mata kuliah yang sama di jurusan bahasa dan sastra inggris. Contoh mata kuliahnya seperti Theory of Literary Criticism untuk mahasiswa Non-Kependidikan dan Methodology of Teaching untuk mahasiswa Kependidikan.

      4. Bagaimanakah sistem pengambilan nilai pada saat kuliah? apakah ada ulangan tertentu atau malah sama seperti pada saat SMA, SMP,? (Try Out, UTS, UAS) dan berapa kali setahun ulangan itu dilaksanakan?
        Saat kuliah anda akan menemui yang namanya Ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Ujian Tengah Semester seperti ulangan dan Ujian Akhir Semester seperti UAS yang anda kenal disekolah yaitu evaluasi akhir terhadap peserta didik. Ujian akan dilakukan setiap semester. Namun tidak hanya itu, beberapa dosen suka mengeluarkan ajian ujian mendadak dengan alasan untuk mengangkat nilai akademik mahasiswanya sebelum Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester (atau memberikan tugas membuat makalah). Intinya Ujian Resmi hanya 4 kali dalam setahun, dua ujian tengah semester dan dua ujian akhir semester.
      5. Bagaimana Jam pelajaran pada saat kuliah? apakah sama seperti di SMA dan SMP? (Siswa siap dikelas, Guru datang, pada saat jam pelajaran habis, guru meninggalkan kelas.) dan kalau iya, biasanya satu pelajaran berapa jam?

        Jam kuliah bervariasi tergantung berapa mata kuliah yang diambil dan berapa beban sks di masing-masing mata kuliah. Untuk satu mata kuliah beban sksnya minimal 2 sks. 1 sks sekitar satu jam. Dan maksimal seorang mahasiswa dapat mengambil beban mata kuliahnya sebanyak 24 sks. 24 sks itu tidak mesti mata kuliahnya 2 sks, tetapi merupakan akumulasi dari beban mata kuliah. Kita bahas lebih jauh mengenai ini dilain tempat. Cara mengajar dosen beragam, ada yang seperti guru yaitu datang lalu “berceramah” di depan dan mahasiswa diminta untuk mencatat lalu diberi tugas. Ada juga dosen yang datang, duduk, lalu langsung menunjuk seseorang untuk mengelaborasi atau memaparkan apa saja yang telah dia ketahui tentang materi kuliah yang telah dibahas atau materi kuliah yang berasal dari buku yang ditetapkan. Ada juga dosen yang hampir setiap hari menginginkan mahasiswanya membuat makalah (yang kalau semua makalah dibuat sendiri lalu dikumpulin, bisa dijadiin buku sendiri).

      6. Sistem Penilaian di Universitas? ada hubungannya dengan IP dan lain lain serta cara menghitungnya?
        IP adalah sistem penilaian di Universitas. IP kependekan dari Indeks Prestasi yaitu jumlah dari seluruh nilai mata kuliah yang anda ambil dalam satu semester. Nilai di perkuliahan beragam tapi secara sederhana nilai untuk satu mata kuliah bisa A, B, C, D, E. Bobot nilai A adalah 4, B adalah 3, C bernilai 2, D sama dengan 1, dan E = 0.


    Baca pengalaman agar IP selalu diatas 3
    buku 24 cara mendongkrak ipk (indeks prestasi kumulatif)
    Pesan Bukunya Sekarang

    1. Setahu anda, adakah ekstrakulikuler di Universitas?
      Seperti sekolah, Universitas atau perguruan tinggi juga mempunyai kegiatan ekstrakulikuler. Bahkan jika dibandingkan dengan sekolah ekstrakulikuler mahasiswa jauh lebih berkualitas. Contoh jika anda terlibat dalam kegiatan ekstrakulikuler di bidang sosial politik dengan memasuki Badan Eksekutif Mahasiswa, maka anda tidak hanya membuat program agar mahasiswa di lingkungan kampus berpartisipasi tetapi juga harus berhadapan dengan lobi-lobi “politik” agar program anda dapat berjalan dan juga mendapat pendanaan. Beberapa dosen pun akan memberikan nilai plus terhadap mahasiswa yang mengikuti kegiatan ektrakulikuler tetapi harap dicatat hal ini tidak berlaku pada semua dosen. Ada dosen yang tidak peduli kegiatan ekstra apa yang anda ikuti, tidak peduli pula pada betapa suksesnya acara-acara yang anda jalankan. Jika nilai akademik anda pada mata kuliah yang bersangkutan jeblok maka bersiaplah untuk mengulang mata kuliah tersebut di tahun depan (atau semester depan). 
    1. Langkah-langkah yang harus ditempuh untuk masuk dalam suatu universitas?
      Biasanya untuk masuk ke Universitas ada tes atau ujian untuk menyaring mahasiswanya. Baik Universitas swasta maupun Universitas negeri melakukan hal ini. Calon mahasiswa harus lulus nilai ujian tertentu yang dikenal dengan nama passing grade.
    2. Apakah Universitas juga mengenal sistem Semester?
      Universitas memakai sistem semester dalam merencanakan pendidikannya. Satu semester itu lamanya enam bulan (cuma ngingetin kalau ada yang lupa)
    3. Adakah pembagian Raport pada saat kuliah?
      Raport itu adalah sebuah sistem laporan perkembangan dari siswa terhadap kegiatan belajar yang telah dijalani selama periode tertentu di sekolah. Kalau di perguruan tinggi raport ini dikenal dengan indeks prestasi kumulatif atau IPK. Jadi setelah enam bulan menjalani perkuliahan dengan mata kuliah bermacam-macam dan setelah menjalani ujian akhir semester maka mahasiswa akan diberikan semacam pembagian raport. Bedanya dengan rapor, hasil dari kuliah selama enam bulan tidak diberikan pada sebuah buku tetapi pada selembar kertas kecil hasil print-an yang mencantumkan Nomor Induk Mahasiswa, Prodi yang diikuti, dan mata kuliah yang diambil pada semester tersebut beserta nilainya. Beberapa Universitas sekarang malah telah membuat web untuk pengumuman tersebut.
    4. Biasanya, apa yang diajarkan selama Ospek? dan apa bedanya dengan MOS pada saat SMA SMP, dan berapa lama ospek dilaksanakan? (Saya pernah dengar bahwa ospeknya ITS sampai setahun, itu ngapain aja?)

      Entah darimana asalnya istilah Ospek tersebut digunakan. Hingga saat ini (setelah lulus kuliah) saya masih mencari asal usul penggunaan istilah Ospek sebagai acara untuk menerima mahasiswa baru tersebut. Jika dibandingkan antara OSPEK dan MOS maka keduanya akan terlihat sama tapi berbeda. Pun begitu terhadap pengadaan kedua acara tersebut. Ada pihak yang pro dan ada juga pihak yang kontra.
      Beberapa teman saya ada yang menghargai diadakannya acara seperti OSPEK, tapi yang menolak dan merasa telah dibodohi karena acara tersebut diadakan juga tidak sedikit. Meskipun secara pribadi saya menolak diadakan kegiatan tersebut. Ada kenangan yang menjadi cerita kepada anda saat saya menjalani acara OSPEK ini.

    5. Saya pernah dengar ada orang kuliah jam 7 misal, pulang jam 11, trus jam 1 siang kuliah lagi. nah itu maksudnya gimana ya? Apa kuliah itu tidak harus full day? dan dalam seminggu apa kita harus kuliah selama lima hari juga (seperti sekolah 5 atau 6 hari dalam seminggu (SMA))?
      Itu adalah variasi belajar di Universitas yang saya singgung diatas. Jam kuliah (jam belajar) tergantung pada jadwal yang telah disusun oleh tim gabungan dari Universitas dan fakultas/jurusan. Baik Dosen dan mahasiswa hanya mengikuti jadwal yang telah diberikan. Jadi mungkin saja dalam mata kuliah A anda kuliah jam 7 pagi sampai jam 9, setelah itu anda lanjut mata kuliah B di jam 4 sore sampai jam 5. Dan jadwal tersebut juga tergantung banyak atau tidak mata kuliah yang diambil dalam satu semester. Jika anda hanya mengambil 3 mata kuliah mungkin dalam sehari anda hanya akan kuliah 1 mata kuliah saja dan itu berlangsung selama 2 jam. Maksimal mata kuliah yang diambil adalah 1 sks, dan lama kuliah dalam 1 sks biasanya 1 jam.
    6. Apa itu SKS? (pemikiran saya selama ini, SKS sama halnya dengan Mata Pelajaran, apa iya?)
      SKS adalah kependekan dari Sistem Kredit Semester. Jangka waktunya seperti yang saya sebutkan tadi biasanya 1 SKS berlangsung 1 jam.
    7. Apakah ada batasan berapa SKS yang dapat kita ikuti dalam waktu tertentu? bila iya, tergantung pada hal apa (banyaknya)?
      Setahu saya maksimal seorang mahasiswa dapat mengikuti 24 SKS, dan total tersebut merupakan total bobot dari mata kuliah. Contoh untuk prodi sastra inggris, mata kuliah history of English literature di Universitas saya mempunyai bobot 2 SKS. Lain lagi dengan mata kuliah Listening yang mempunyai bobot 3 SKS. Biasanya besaran SKS tergantung seberapa perlunya mata kuliah tersebut dalam kuliah di prodi yang anda pilih.
    8. Apakah ada semacam unas supaya lulus kuliah? atau yg saya dengar, apa harus menyusun skripsi? skripsi itu biasanya untuk apa dan topik apa yang dibahas? Apakah seperti mencari suatu masalah, lalu solusi kita dituangkan ke dalam skripsi? atau bagaimana?
      Untuk lulus kuliah anda perlu menyelesaikan beberapa mata kuliah wajib dan beberapa mata kuliah pilihan. Apa saja mata kuliah wajib dan apa saja mata kuliah pilihan dapat anda lihat dalam buku panduan yang diberikan saat anda masuk ke prodi yang anda pilih. Jika anda telah menyelesaikan mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan dan anda telah cukup mempunyai bobot sks yang ditentukan maka anda berhak untuk mengajukan skripsi. Skripsi adalah proses akhir dari perkuliahan. Di dalam pemaparan anda yang mengangkat sebuah masalah di skripsi yang anda tulis anda secara tidak langsung dituntut untuk mengetahui dan memahami permasalah yang anda angkat beserta solusinya. Jika anda berkesempatan berjalan-jalan ke took buku cobalah cari jurnal ilmiah. Di dalam jurnal ilmiah tersebut anda dapat melihat contoh skripsi atau penelitian dari orang-orang yang berkompeten. Contoh jurusan sastra inggris, skripsi yang akan dibuat bisa meneliti sebuah novel atau karya sastra lain dan mengangkat sebuah fenomena atau topik yang bisa anda pertahankan saat di persidangan skripsi.(Baca: Jalan Terjal Menulis Skripsi Sastra)

Kesimpulan

Kehidupan di  Perguruan tinggi pastinya akan jauh sangat berbeda dibandingkan dengan kehidupan di sekolah.

Di perguruan tinggi anda akan belajar menjadi mandiri dan juga lebih bijaksana dalam menentukan pilihan, seperti memilih untuk menyelesaikan kuliah dan juga mengambil berapa mata kuliah dalam satu semester. Setiap keputusan yang anda ambil akan memberikan pengaruh pada tingkat kedewasaan anda.

Akhir kata semoga sukses, dan semoga anda diberikan kelancara dalam kuliah di perguruan tinggi.

sedikit catatan:

  1. Jika ada hal yang akan didiskusikan silahkan gunakan kolom komentar dibawah
  2. Jika tulisan ini membantu anda, tolong sebarkan agar teman anda yang lain juga terbantu

Bangga Jadi Mahasiswa Sastra Inggris

Jadi mahasiswa sastra Inggris itu harusnya membuat anda BANGGA jangan malah nangis atau nyesal.

Sayangnya masing-masing orang berbeda penerimaannya. Sikap masing-masing individu berbeda penyebabnya tidak lain dan tidak bukan bergantung dari apa yang mereka dapatkan selama kuliah. Seperti yang akan dikisahkan oleh salah seorang mahasiswa sastra Inggris asal medan yang meninggalkan komentarnya di artikel blog pencaricerah berjudul 7+ Peluang Sastra Inggris.

Saya sebagai admin sangat berterima kasih atas feedback positive yang diberikan.

Komentar mahasiswa sastra inggris asal medan tersebut cukup panjang dan akhirnya saya putuskan untuk menampilkan komentar yang menjadi testimoni sendiri untuk jurusan tersebut di artikel tersendiri. Tujuan saya membuat komentar ini berada di artikel sendiri agar menjadi tambahan pertimbangan bagi KAMU yang sedang menimbang-nimbang jurusan yang akan dipilih nanti saat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Sebagai informasi tambahan tulisan mahasiswa sastra inggris asal medan ini sudah saya edit seperlunya agar Kamu yang membaca lebih mudah untuk memahami seperti apa kuliah di jurusan sastra inggris nantinya. Jadi selamat menikmati…

—–

Wah sayang banget baru baca ini setelah 4 tahunan aku ngambil sastra inggris. Semoga adminnya masih buka ya. hehehe..

(Admin: Masih donk, walau ga setiap waktu 🙂 )

Jadi ya saya anak Sastra Inggris STAMBUK 2009, Universitas Methodist Indonesia, Medan dan berencana wisuda bulan Desember ini, Amin!

(Admin: Amiin, semoga dimudahkan)

pengen share dikit mengenai apa arti sebuah Sastra Inggris bagi saya.

salah satu mahasiswa sastra inggris stambuk medan
gambar via facebook

Pertama kali saya mendaftar ke Fakultas saya itu cuma bermodal saya suka Bahasa Inggris. Nilai bahasa Inggris saya paling bagus diantara nilai-nilai yang lain. Awalnya pun saya ‘gak suka bahasa Inggris tapi berubah karena saya kagum sama guru bahasa Inggris dan sejak saat itu niat saya belajar bahasa Inggris saya memuncak.

Kebetulan di kampus saya cuma ada 5 fakultas: Sastra, Kedokteran (jelas tidak mungkin disana karena saya IPS), Ekonomi ( udah banyak banget dan saya gak suka hitung2an), Pertanian ( saya gk ngerti teknik) dan Fikom (saya gaptek).

Saya kurang tau apakah ini efek dari kurikulum atau memang kebijakan dari kampus. Kita tetep kuliah mempelajari semua mata kuliah (linguistik, grammar, listening, writing, reading, conversation), literature ( poetry, drama, prose) dan beberapa mata kuliah umum (Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Sosial Dasar, Agama, Bahasa Indonesia, dan Etika) dan beberapa mata kuliah tambahan seperti Teaching Method, Metode Penelitian, English for Special Purposes – ada banking, hotel and tourism, business dan mata kuliah lainnya.

Dan barulah ketika skripsi ini kita dibagi menjadi 2: linguistics and literature.

Saya pribadi memilih literature karena pernah nilai saya jauh lebih tinggi untuk mata kuliah literature daripada linguistik. Saya sendiri belajar banyak dari dosen literature saya. Bahkan saya terinspirasi, termotivasi dari beliau (sekarang beliau dosen pembimbing saya) dan setelah saya kerjakan skripsi saya (skrg udah bab 5).

Saya banyak belajar dari karya sastra. Saya secara tidak langsung belajar tentang kepribadian seseorang, latar belakang seseorang yang akhirnya secara tidak sadar membentuk saya menjadi orang yang karakternya lebih bertoleransi, lebih mengerti pribadi orang per orang, lebih kritis, dan juga saya cenderung bisa melihat banyak perspektif.

Sastra itu bagi saya sesuatu yang sangat biasa, 1 tulisan bisa menceritakan banyak hal: Sejarah, bagaimana perasaan si penulis, bagaimana situasi si penulis pada saat ia menuliskan karya sastra itu, Apa sih maksud dan tujuannya. Bagaimana sebuah kata saja bisa membalikkan suasana hati pembaca.

Saya pribadi yakin dengan jurusan ini dari awal.

Bahasa Inggris seperti yang kita tahu sudah menjadi bahasa Internasional dan sebuah nilai plus apabila kita mampu berbahasa Inggris (tapi skarang bahasa mandarin pun sudah mulai menjadi poin plus). Dan karena bahasa Inggris yang sudah mendunia itulah bisa menjadi sebuah keuntungan bagi kita, karena setiap pekerjaan membutuhkan bahasa, dan apabila bisa berbahasa inggris, peluang kita jauh lebih besar.

Saya pribadi dengan status saya sebagai calon Sarjana Sastra saja udah berbolak-balik menentukan apa yang mau saya kerjakan nanti, karena saking banyaknya pilihan pekerjaan yang bisa kita kerjakan dengan modal SS di ujung nama.

Saya pernah berpikir menjadi seorang tour guide, seorang translator, seorang duta, sampai yang terakhir itu saya mau jadi seorang PR dari sebuah resort. Pun nanti ketika saya sudah berkeluarga, saya juga masih bisa mengajar untuk mendukung perekonomian keluarga atau hanya untuk sekedar iseng2 mengisi waktu luang.

—-

Bagaimana setelah membaca kesaksian dari mahasiswa sastra inggris asal kota Medan diatas? Gimana ga bangga masuk dan memilih sastra inggris sebagai jurusan. Lapangan pekerjaan yang membutuhkan sarjana sastra inggris itu banyak: Duta besar, Public Relation, Penerjemah, menjadi Pemandu Wisatawan.

Belum lagi materi perkuliahan yang didapat ketika memilih konsentrasi Sastra ketika kuliah di jurusan tersebut. Ada banyak hal yang bisa dipelajari mulai dari psikologi manusia, sejarah, budaya (termasuk kondisi sosial, politik dan ekonomi), dan lain sebagainya.

Fraktur dan ROM

Patah Tulang (Fraktur) & Penanganannya
tindakan yang bisa dilakukan sebagai pertolongan awal untuk menangani korban luka patah tulang:
Kenali ciri awal patah tulang dengan memperhatikan riwayat trauma yang terjadi karena; benturan, terjatuh atau tertimpa benda keras yang menjadi alasan kuat pasien mengalami patah tulang. Biasanya, pasien akan mengalami rasa nyeri yang amat sangat dan bengkak hingga terjadinya perubahan bentuk yang kelihatannya tidak wajar (seperti; membengkok atau memuntir).
Jika ditemukan luka yang terbuka, bersihkan dengan antiseptik dan usahakan untuk menghentikan pendarahan dengan dibebat atau ditekan dengan perban atau kain bersih.
Lakukan reposisi (pengembalian tulang yang berubah ke posisi semula) namun hal ini tidak boleh dilakukan secara paksa dan sebaiknya dilakukan oleh para ahli atau yang sudah biasa melakukannya.
Pertahankan daerah patah tulang dengan menggunakan bidai/ papan dari kedua sisi tulang yang patah untuk menyangga agar posisinya tetap stabil.

Ingatlah untuk segera membawa pasien ke dokter karena proses penyembuhan patah tulang dipengaruhi oleh faktor usia si penderita, faktor asupan gizi dan jenis tulang yang patah. Biasanya dibutuhkan 8-16 minggu untuk proses penyembuhan patah tulang.

Range Of Motion
ROM ( RANGE OF MOTION) Oleh : Dafid Arifiyanto A. Pengertian Adalah latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot, dimana klien menggerakan masing-masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif. B. Tujuan 1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan otot. Mempertrahankan fungsi jantung dan pernapasan Mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendi C. Jenis ROM ROM pasif Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai dengan rentang gerak yang normal (klien pasif). Kekuatan otot 50 % ROM aktif Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif). Keuatan otot 75 % D. Jenis gerakan Fleksi Ekstensi Hiper ekstensi Rotasi Sirkumduksi Supinasi Pronasi Abduksi Aduksi Oposisi E. Sendi yang digerakan 1. ROM Aktif Seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien sendri secara aktif. 2. ROM Pasif Seluruh persendian tubuh atau hanya pada ekstremitas yang terganggu dan klien tidak mampu melaksanakannya secara mandiri. § Leher (fleksi/ekstensi, fleksi lateral) § Bahu tangan kanan dan kiri ( fkesi/ekstensi, abduksi/adduksi, Rotasi bahu) § Siku tangan kanan dan kiri (fleksi/ekstensi, pronasi/supinasi) § Pergelangan tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi) § Jari-jari tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi, oposisi) § Pinggul dan lutut (fleksi/ekstensi, abduksi/adduksi, rotasi internal/eksternal) § Pergelangan kaki (fleksi/ekstensi, Rotasi) § Jari kaki (fleksi/ekstensi) F. Indikasi § Stroke atau penurunan tingkat kesadaran § Kelemahan otot § Fase rehabilitasi fisik § Klien dengan tirah baring lama G. Kontra Indikasi § Trombus/emboli pada pembuluh darah § Kelainan sendi atau tulang § Klien fase imobilisasi karena kasus penyakit (jantung) H. Atention § Monitor keadaan umum klien dan tanda-tanda vital sebelum dan setelah latihan § Tanggap terhadap respon ketidak nyamanan klien § Ulangi gerakan sebanyak 3 kali

Penanganan Persalinan

PERTOLONGAN PERSALINAN
Deskripsi
Proses fisiologis pengeluaran janin, plasenta dan membran dari uterus setelah 282 hari dalam kandungan.
Peralatan

1 bh: kateter urin logam
2 bh: duk untuk bayi
2 bh: tali untuk pengikat tali pusat
1 bh: gunting tali pusat
2 bh: klem arteri
1 bh: penghisap lendir
Kassa secukupnya
1 bh: tempat betadine
3 bh: lidi kapas
1 bh: duk untuk persalinan
1 bh: setengah kocher
1 bh: gunting episiotomi
Minimal 2 pasang sarung tangan steril
Kapas sublimat dalam tempatnya

Set hecting
Dalam bak steril persiapan alat sbb:
1 bh nalpuder
1 bh pinset cilurgis
1 bh jarum otot/jarum kulit & benang catgut
1 bh depper besar
1 bh gunting hecting
Obat-obatan
Lidonest/Lidocain dalam ampul dan spuit steril ukuran 5 cc
Betadine dalam botol
Obat-obatan uterotonika (1 amp syntosinon, 1 amp methergin, 1 spuit 2.5cc, kapas alcohol dalam tempatnya)
Alat-alat lain yang tidak steril
Alat-alat untuk pemeriksaan tanda-tanda vital (sfignomanometer, stetoskop, termometer)
Reflek hammer
1 bh stetoskop janin/laenec
1 bh meteran
1 bh pispot
1 bh tempat plasenta
2 bh bengkok
1 bh baju penutup/celemek
1 bh ember
Prosedur
1. Curigai atau antisipasi adanya persalinan jika wanita tersebut menunjukkan tanda atau gejala sebagai berikut:
– Nyeri abdomen yang bersifat intermitten setelah kehamilan 22 mingu
– Nyeri disertai lendir darah
– Adanya pengeluaran air dari vagina atau keluarnya air-air secara tiba-tiba
2. Pastikan keadaan inpartu jika:
– Serviks terasa melunak: adanya pemendekan dan pendataran serviks secara progresif selama persalinan
– Dilatasi serviks: peningkatan diameter pembukaan serviks yang diukur dalam cm
3. Kala I:
Ibu sudah dalam persalinan Kala I jika pembukaan serviks kurang dari 4 cm dan kontraksi terjadi teratur minimal 2 kali dalam 10 menit selama 40 detik.
Penanganan:
– Bantulah ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah, ketakutan, dan kesakitan: Berilah dukungan dan yakinkan dirinya. Berikan informasi mengenai proses dan kemajuan persalinannya. Dengarkan keluhannya dan cobalah untuk lebih sensitif terhadap perasaannya.
– Jika ibu tersebut tampak kesakitan, dukungan/asuhan yang dapat diberikan: Lakukan perubahan posisi, Posisi sesuai dengan keinginan ibu, tetapi jika ibu ingin di tempat tidur sebaiknya dianjurkan tidur miring ke kiri. Sarankan ia untuk berjalan. Ajaklah orang yang menemaninya (suami atau ibunya) untuk memijat atau menggosok punggungnya atau membasuh mukanya diantara kontraksi. Ibu diperbolehkan melakukan aktivitas sesuai dengan kesanggupannya. Ajarkan kepadanya tehnik bernafas: ibu diminta untuk menarik nafas panjang, menahan nafasnya sebentar kemudian dilepaskan dengan cara meniup udara keluar sewaktu terasa kontraksi. Jika diperlukan, berikan petidin 1 mg/kg BB (tetapi jangan melebihi 100 mg) I.M atau I.V secara perlahan atau morfin 0.1 mg/kg BB I.M, atau tramadol 50 mg per oral atau 100 mg supositoria atau metamizol 500 mg per oral.
– Penolong tetap menjaga hak privasi ibu dalam persalinan, antara lain menggunakan penutup atau tirai, tidak menghadirkan orang lain tanpa sepengetahuan dan seijin pasien/ibu.
– Menjelaskan kemajuan persalinan dan perubahan yang terjadi serta prosedur yang akan dilaksanakan dan hasil-hasil pemeriksaan.
– Membolehkan ibu untuk mandi dan membasuh sekitar kemaluannya setelah BAK/BAB
– Ibu bersalin biasanya meras apanas dan banyak keringat, atasi dengan cara: Gunakan kipas angin atau AC dalam kamar. Menggunakan kipas biasa. Menganjurkan ibu untuk mandi sebelumnya.
– Untuk memenuhi kebutuhan energi dan mencegah dehidrasi, berikan cukup minum.
– Sarankan ibu untuk berkemih sesering mungkin.
Pemantauan:
Parameter Frekuensi pada fase laten Frekuensi pada fase aktif
Tekanan darah Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Suhu badan Setiap 4 jam Setiap 2 jam
Nadi Setiap 30-60 menit Setiap 30-60 menit
Denyut jantung janin Setiap 1 jam Setiap 30 menit
Kontraksi Setiap 1 jam Setiap 30 menit
Pembukaan servks Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Penurunan Setiap 4 jam Setiap 4 jam
Pemeriksaan dalam:
Pemeriksaan dalam sebaiknya dilakukan setiap 4 jam selama Kala I pada persalinan, dan setelah selaput ketuban peca. Gambarkan temuan-temuan yang ada pada partogram.
– Pada setiap pemeriksaan dalam, catatlah hal-hal sebagai berikut: warna cairan amnion, dilatasi serviks, penurunan kepala
– Jika serviks belum membuka pada pemeriksaan dalam pertama, mungkin diagnosis in partu belum dapat ditegakkan. Jika terdapat kontraksi yang menetap, periksa ulang wanita tersebut setelah 4 jam untuk melihat perubahan pada serviks. Pada tahap ini, jika serviks terasa tipis dan terbuka maka wanita tersebut dalam keadan inpartu, jika tidak terdapat perubahan, maka diagnosisnya adalah persalinan palsu.
– Pada kala II persalinan lakukan pemeriksaan dalam setiap jam.
4. Kala II
Diagnosis:
Persalinan kala II ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan sudah lengkap atau kepala janin sudah tampak di vulva dengan diameter 5-6 cm.
Penanganan:
– Memberikan dukungan terus menerus kepada ibu dengan: mendampingi ibu agar merasa nyaman. Menawarkan minum, mengipasi dan memijat ibu.
– Menjaga kebersihan diri: Ibu tetap dijaga kebersihannya agar terhindar dari infeksi. Jika ada darah lendir atau cairan ketuban segera dibersihkan.
– Mengipasi dan masase untuk menambah kenyamanan bagi ibu
– Memberikan dukungan mental untuk mengurangi kecemasan atau ketakutan ibu, dengan cara: menjaga privasi ibu, penjelasan tentang proses dan kemajuan persalinan, penjelasan tentang prosedur yang akan dilakukan dan keterlibatan ibu.
– Mengatur posisi ibu. Dalam membimbing mengedan dapat dipilih posisi berikut: jongkok, menungging, tidur miring, setengah duduk. Posisi tegak ada kaitannya dengan berkurangnya rasa nyeri, mudah mengedan, kurangnya trauma vagina dan perineum dan infeksi.
– Menjaga kandung kemih tetap kosong, ibu dianjurkan berkemih sesering mungkin
– Memberikan cukup minum: memberi tenaga, dan mencegah dehidrasi
Posisi Ibu Saat Meneran:
– Bantu ibu untuk memperoleh posisi yang paling nyaman baginya. Setiap posisi memiliki keuntungannya masing-masing, misalnya posisi setengah duduk dapat membantu turunnya kepala janin jika persalinan berjalan lambat.
– Ibu dibimbing mengedan selama his, anjurkan kepada ibu untuk mengambil nafas. Mengedan tanpa diselingi bernafas, kemungkinan dapat menurunkan pH pada arteri umbilikus yang dapat menyebabkan denyut jantung tidak normal dan nilai Apgar rendah. Minta ibu bernafas selagi kontraksi ketika kepala akan lahir. Hal ini menjaga agar perineum meregang pelan dan mengontrol lahirnya kepala serta mencegah robekan.
– Periksa DJJ pada saat kontraksi dan setelah setiap kontraksi untuk memastikan janin tidak mengalami bradikardi.
Kemajuan Persalinan dalam Kala II:
– Temuan berikut menunjukkan kemajuan yang cukup baik pada persalinan kala II: penurunan yang teratur dari janin di jalan lahir, dimulainya fase pengeluaran
– Temuan berikut menunjukkan kemajuan yang kurang baik pada persalinan tahap kedua: tidak turunnya janin dijalan lahir, gagalnya pengeluaran pada fase akhir.
Kelahiran Kepala Bayi:
– Mintalah ibu mengedan atau memberikan sedikit dorongan saat kepala bayi lahir
– Letakkan satu tangan ke kepala bayi agar defleksi tdak terlalu cepat
– Menahan perineum dengan satu tangan lainnya jika diperlukan
– Mengusap muka bayi untuk membersihkannya dari kotoran lendir/darah
– Periksa tali pusat: Jika tali pusat mengelilingi leher bayi dan terlihat longgar, selipkan tali pusat melalui kepala bayi. Jika lilitan tali pusat terlalu ketat, tali pusat diklem pada dua tempat kemudian digunting diantara kedua klem tersebut, sambil melindungi leher bayi.
Kelahiran Bahu dan Anggota Seluruhnya:
– Biarkan kepala bayi berputar dengan sendirinya
– Tempatkan kedua tangan pada sisi kepala dan leher bayi
– Lakukan tarikan lembut kebawah untuk melahirkan bahu depan
– Lakukan tarikan lembut keatas untuk melahirkan bahu belakang
– Selipkan satu tangan Anda ke bahu dan lengan bagian belakangbayi sambil menyangga kepala dan selipkan satu tangan lainnya ke punggung bayi untuk mengeluarkan tubuh bayi seluruhnya
– Letakkan bayi tersebut diatas perut ibunya
– Secara menyeluruh, keringkan bayi, bersihkan matanya, dan nilai pernafasan bayi. Jika bayi menangis atau bernafas, tinggalkan bayi tersebut bersama ibunya
– Jika bayi tidak bernafas dalam waktu 30 detik, mintalah bantuan, dan segera mulai resusitasi bayi
– Klem dan potong tali pusat
– Pastikan bahwa bayi tetap hangat dan memiliki kontak kulit dengan kulit pada dada si ibu. Bungkus bayi dengan kain yang halus dan kering, tutup dengan selimut, dan pastikan kepala bayi terlindung dengan baik untuk menghindari hilangnya panas tubuh.
5. Kala III
Manajemen Aktif Kala III:
Penatalaksanaanaktif pada kala III (pengeluaran aktif plasenta) membantu menghindarkan terjadinya perdarahan pasca persalinan. Penatalaksanaan aktif Kala III meliputi: Pemberian oksitosin dengan segera. Pengendalian tarikan pada tali pusat dan pemijatan uterus segera setelah plasenta lahir.
Penanganan:
– Memberikan oksitosin untuk merangsang uterus berkontraksi yang juga mempercepat pelepasan plasenta: Oksitosin dapat diberikan dalam 2 menit setelah kelahiran bayi. Jika oksitosin tidak tersedia, rangsang puting payudara ibu atau susukan bayi guna menghasilkan oksitosin alamiah atau memberikan ergometrin 0.2 mg I.M.
– Lakukan Penegangan Tali pusat Terkendali (PTT) dengan cara: Satu tangan diletakkan pada korpus uteri tepat diatas simfisis pubis. Selama kontraksi tangan mendorong korpus uteri dengan gerakan dorso-kranial – kearah belakang dan kearah kepala ibu. Tangan yang satu memegang tali pusat dengan klem 5-6 cm didepan vulva. Jaga tahanan ringan pada tali pusat dan tunggu adanya kontraksi kuat (2-3 menit). Selama kontraksi, lakukan tarikan terkendali pada tali pusat yang terus menerus, dalam tegangan yang sama dengan tangan ke uterus.
– PTT dilakukan hanya selama uterus berkontraksi. Tangan pada uterus merasakan kontraksi, ibu dapat juga memberi tahu petugas ketika ia merasakan kontraksi. Ketika uterus sedang tidak berkontraksi, tangan petugas dapat tetap berada pad auterus, tetapi bukan melakukan PTT. Ulangi langkah-langkah PTT pad asetiap kontraksi sampai plasenta terlepas.
– Begitu plasenta terasa lepas, keluarkan dengan menggerakkan tangan atau klem pada tali pusat mendekati plasenta, keluarkan plasenta dengan gerakan ke bawah dan ke atas sesuai dengan jalan lahir. Kedua tangan dapat memegang plasenta dan perlahan memutar plasenta searah jarum jam untuk mengeluarkan selaput ketuban.
– Segera setelah plasenta dan selaputnya dikeluarkan, masase fundus agar menimbulkan kontraksi. Hal ini dapat mengurangi pengeluaran darah dan mencegah perdarahan pasca persalinan. Jika uterus tidak berkontraksi kuat selama 10-15 detik, atau jika perdarahan hebat terjadi, segera lakukan kompresi bimanual dalam. Jika atonia uteri tidak teratasi dalam waktu 1-2 menit, ikuti protokol untuk perdarahan pasca persalinan.
– Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum juga lahir dalam waktu 15 menit, berikan oksitosin 10 unit I.M. dosis kedua, dalam jarak waktu 15 menit dari pemberian oksitosin dosis pertama.
– Jika menggunakan manajemen aktif dan plasenta belum juga lahir dalam waktu 30 menit: Periksa kandung kemih dan lakukan kateterisasi jika kandung kemih penuh. Periksa adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. Berikan oksitosin 10 unt I.M dosis ketiga, dalam jarak waktu 15 menit dari pemberian oksitosin dosis pertama. Siapkan rujukan jika tidak ada tanda-tanda pelepasan plasenta
– Periksa wanita tersebut secara seksama dan jahit semua robekan pada serviks atau vagina atau perbaiki episiotomi.
6. Kala IV
Diagnosis:
Dua jam pertama setelah persalinan merupakan waktu yang kritis bagi ibu dan bayi. Keduanya baru saja mengalami perubahan fisik yang luar biasa – si ibu melahirkan bayi dari perutnya dan bayi sedang menyesuaikan diri dari dalam perut ibu ke dunia luar. Petugas/bidan harus tinggal bersama ibu dan bayi untuk memastikan bahwa keduanya dalam kondisi yang stabil dan mengambil tindakan yang tepat untuk melakukan stabilisasi.
Penanganan:
– Periksa fundus setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 20-30 menit selama jam kedua. Jika kontraksi tidak kuat, masase uterus sampai menjadi keras. Apabila uterus berkontraksi, otot uterus akan menjepit pembuluh darah untuk menghentikan perdarahan. Hal ini dapat mengurangi kehilangan darah dan mencegah perdarahan pasca persalinan.
– Periksa tekanan darah, nadi, kandung kemih, dan perdarahan setiap 15 menit pada jam pertama dan setiap 30 menit selama jam kedua.
– Anjurkan ibu untuk minum demi mencegah dehidrasi. Tawarkan ibu makanan dan minuman yang disukainya.
– Bersihkan perineum ibu dan kenakan pakaian ibu yang bersih dan kering
– Biarkan ibu beristirahat – ia telah bekerja keras melahirkan bayinya. Bantu ibu pada posisi yang nyaman.
– Biarkan bayi berada pada ibu untuk meningkatkan hubungan ibu dan bayi, sebagai permulaan dengan menyusui bayinya.
– Bayi sangat siap segera setelah kelahiran. Hal ini sangat tepat untuk memulai memberikan ASI. Menyusui juga membantu uterus berkontraksi.
– Jika ibu perlu ke kamar mani, ibu boleh bangun, pastikan ibu dibantu karena masih dalam keadaan lemah atau pusing setelah persalinan. Pastikan ibu sudah buang air kecil dalam 3 jam pasca persalinan
– Ajari ibu atau anggota keluarga tentang: bagaimana memeriksa fundus dan menimbulkan kontraksi. Tanda-tanda bahaya bagi ibu dan bayi.
Daftar Pustaka
Reeder, Martin, Kontak-Griffin. (1997). Maternity Nursing: Family, Newborn and
Women’s Health Care. 18th edition. Philadephia: Lippincott-Raven Publishers
Saifuddin BA, Wiknjosastro HG, Affandi, Waspodo D. (2002). Buku Panduan Praktis
Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. 1st edition. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo
SENAM HAMIL
Deskripsi
Latihan fisik (olahraga) yang dilakukan selama kehamilan, yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, memperbaiki tonus otot, membantu mengurangi rasa lelah, meningkatkan kenyamanan fisik dan mendukung postur tubuh yang baik.
Kontraindikasi
1. Pregnancy-induced Hypertension
2. Preterm rupture of membranes
3. Preterm labor during the prior or current pregnancy or both
4. Incompetent cervix atau cerclage
5. Persistent second- or third-trimester bleeding
6. Intrauterine growth retardation
Peralatan
2. Matras
3. Bantal
4. Baju dan celana panjang longgar khusus senam
5. Tape
6. Kaset
Prosedur
1. Duduk atau berbaring pada posisi yang nyaman dengan menggunakan bantal
2. Lakukan tehnik pernafasan beberapa kali: tarik nafas melalui hidung, tahan selama 3 detik, keluarkan perlahan-lahan melalui mulut
3. Fokuskan perhatian pada pola pernafasan
4. Tutup mata dengan lembut. Rasakan kenyamanan dimata, menyebar keseluruh mata, bagian atas, bawah dan samping kiri atau kanan
5. Lakukan tehnik pernafasan kembali beberapa kali
6. Nikmati rasa nyaman menyebar dari mata, dahi, kepala, belakang kepala, telinga, pipi, hidung, mulut, dagu.
7. Relaksasi daerah rahang, leher dan bahu sambil melakukan tehnik pernafasan
8. Rasakan relaksasi ke masing-masing bagian tubuh
9. Lakukan latihan:
a. Abdominal-Tightening on Outward Breath
Posisi: Berbaring terlentang atau miring, kaki ditekuk. Letakkan tangan pada area abdominal
Tindakan: Tarik nafas dalam melalui hidung, rasakan lubang hidung mengembang. Kemudian keluarkan melalui mulut, dorong otot abdomen hingga seperti merasakan pengosongan paru-paru. Latihan ini seperti menahan nada pada saat meniup trompet atau pada saat bernyanyi.
b. Pelvic Floor Exercise
Posisi: Berbaring terlentang, atau miring. Kaki diregangkan dan dada relaksasi untuk bernafas normal
Tindakan: Tarik bagian bawah pelvis kedalam, rasakan gerakan dari merapatnya spingter dan daerah genitalia internal terasa menegang. Konsentrasi secara khusus pada bagian depan pelvis. Letakkan satu tangan diatas tulang pubis, dan berpikir untuk merapatkan daerah atau organ reproduksi internal.
Tahan 2-3 detik, kemudian relaksasi.
c. Foot-bending and Foot Stretching
Posisi: Duduk atau berbaring. Kaki dapat direlaksasikan diatas bantal atau kaki dapat ditinggikan.
Tindakan: Tekuk mata kaki sejauh mungkin, dorong ibu kaki mengarah kepada anda, regangkan otot betis, kemudian arahkan kaki ke bawah, melengkung seperti busur panah.
d. Ankle Rotating
Posisi: Seperti pada posisi foot bending and foot stretching
Tindakan: Buat lingkaran besar secara perlahan pada kaki. Pertama dalam posisi arah jarum jam, kemudian arah yang berlawanan jarum jam
e. Pelvic tilting
Posisi:
Tindakan: Putar pelvis dengan meluruskan punggung bawah ke lantai. Kemudian buat usaha tambahan. Kontraksikan otot abdomen pada saat mengeluarkan nafas dan rapatkan otot bokong. Untuk meningkatkan latihan pada otot abdominal bawah, letakkan tangan diatas tulang pubis sampai merasakan otot bekerja. Tahan posisi selama 3 detik kemudian relaksasi. Tetap lakukan nafas dalam, yakinkan bahwa anda tidak menaikkan bokong sama sekali atau menggerakkan bahu anda.
f. Straight Curl Up
Posisi: Berbaring terlentang dengan lutut ditekuk, pelvis diturunkan
Tindakan:
Letakkan dagu ke dada. Pada saat mengeluarkan nafas, angkat kepala sampai kira-kira 45o sampai punggung menekuk dengan pinggang tetap berada di permukaan.
Kembali secara perlahan pada posisi awal, jangan tiba-tiba menjatuhkan diri. Dengan bantuan lengan, bantu badan ke posisi semula.
Daftar Pustaka
Reeder, Martin, Kontak-Griffin. (1997). Maternity Nursing: Family, Newborn and
Women’s Health Care. 18th edition. Philadephia: Lippincott-Raven Publishers
IMUNISASI TETANUS TOXOID (TT) PADA IBU HAMIL
Deskripsi
Pemberian kekebalan pada tubuh ibu hamil dengan:
1. Vaksin inaktivasi atau bakteri yang dimatikan atau
2. Imunoglobulin
Tujuan
Memberi kekebalan pada ibu hamil melawan suatu penyakit infeksi, termasuk didalamnya kemungkinan terpapar penyakit, efek pada ibu dan janin bila sakit, rentan terhadap penyakit dan risiko ke janin dari imunisasi.
Indikasi
1. Proteksi bayi terhadap infeksi neonatorum dengan memberi kekebalan pada ibu hamil. Untuk ibu hamil yang belum pernah imunisasi sebelumnya, minimal 2 dosis dengan interval 4 minggu dan 2 dosis pada saat 2 minggu sebelum persalinan.
2. Imunisasi diberikan selama kehamilan pada saat terjadi peningkatan risiko terpapar atau untuk mendapatkan kekebalan, jika diindikasikan.
3. Imunisasi diberikan selama kehamilan dalam bentuk immunoglobulin bila telah terpapar prophylaxis
Kontraindikasi
Ibu hamil dengan penyakit jantung kronik, paru kronik dan penyakit metabolic
Peralatan
1. Spuit 3 cc
2. Kapas alcohol
3. Vaksin tetanus toxoid
4. Bak instrument
5. Alas
6. Bengkok
Prosedur
1. Persiapan obat: lakukan prinsip 6 BENAR dan double check
2. Siapkan obat dari vial:
– Cek kualitas obat dan hitung dosis obat yang dibutuhkan
– Buka penutup vial dengan mempertahankan sterilitas (bersihkan dengan kapas alkohol untuk vial multi dosis)
– Untuk obat cair: masukkan udara sejumlah dosis (0.5 cc). Tarik obat sesuai dosis
– Keluarkan semua udara yang ada di spuit
3. Pilih dan kaji otot tempat penyuntikan (lebih diutamakan otot deltoid). Atur posisi klien memudahkan penyuntikan
4. Pasang sarung tangan
5. Lakukan pembersihan area suntikan dengan memutar dari arah dalam keluar
6. Gunakan tangan non dominan lalu regangkan area penyuntika. Untuk klien kurus, cubit area penyuntikan. Untuk obat yang mengiritasi, lakukan metode Z track
7. Tusukkan jarum dengan sudut 90o
8. Fiksasi jarum dengan tangan non dominan sementara tangan dominan mengaspirasi spuit. Bila tampak darah dijarum suntik, angkat jarum dan ulangi prosedur
9. Masukkan obat secara perlahan sampai habis
10. Masase lokal penyuntikan dengan perlahan
Daftar Pustaka
Reeder, Martin, Kontak-Griffin. (1997). Maternity Nursing: Family, Newborn and
Women’s Health Care. 18th edition. Philadephia: Lippincott-Raven Publishers
PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL
Deskripsi
Pemeriksaan head to toe yang dilakukan pada ibu hamil
Tujuan
1. Membina hubungan saling percaya antara perawat dan ibu hamil
2. Mengetahui status kesehatan ibu hamil dan janin
3. Meningkatkan kesejahteraan ibu hamil dan janin
4. Mengurangi amgka kematian ibu dan bayi
Indikasi
Setiap wanita yang didiagnosis hamil dengan ketentuan:
1. Ibu hamil trimester 1 (konsepsi sampai 28 minggu) dilakukan 1 kali/bulan
2. Ibu hamil trimester 2 (29 sampai 36 minggu) dilakukan 2 kali/bulan
3. Ibu hamil trimester 3 (37 minggu hingga lahir) dilakukan 1 minggu sekali
Kontraindikasi
Ibu hamil dengan riwayat
Peralatan
Alat-alat untuk pemeriksaan tanda-tanda vital (sfignomanometer, stetoskop, termometer)
Jam dengan satuan detik
Kapas alcohol pada tempatnya
Reflek hammer
1 bh stetoskop janin/laenec/Doppler
Jelly (bila menggunakan Doppler)
1 bh meteran
Sarung tangan bersih
Penlight
Selimut
Tirai
Prosedur
1. Persiapan: Cuci tangan sebelum dan sesudah pemeriksaan. Persiapan diri alat, dan lingkungan
2. Dapatkan riwayat kehamilan ibu dan dengarkan edngan teliti apa yang diceritakan oleh ibu
3. Sapa ibu (dan juga keluarganya) dan membuatnya merasa nyaman
4. Penjelasan tujuan pemeriksaan
5. Gunakan sarung tangan
6. Pengosongan kandung kemih
7. Pemeriksaan TB, BB
8. Melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk menilai apakah kehamilannya normal:
– Pemeriksaan Keadaan Umum dan keluhan ibu: Jaga privasi dan keamanan klien. Atur posisi dan pakaian klien.
– Pemeriksaan TTV
– Pemeriksaan Thorak: Inspeksi dan auskultasi jantung paru. Pemeriksaan payudara dan putting susu
– Pemeriksaan Leopold: Inspeksi abdomen. Lakukan Leopold I, II, III dan IV
– Pemeriksaan DJJ: Tentukan posisi punctum maksimum. Nilai frekuensi, keteraturan dan kekuatan DJJ
– Gerakan janin terasa setelah 18-20 minggu kehamilan
– Pemeriksaan Genitalia: Atur posisi klien, Cek kebersihan daerah perineum, Cek adanya perdarahan/pengeluaran pervaginam, hemoroid, varises vagina.
– Pemeriksaan Ekstremitas Bawah: Cek adanya edema, varises
– Pemeriksaan reflek patela
9. Bantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kelahiran dan kemungkinan keadaan darurat
– Bekerjasama dengan ibu, keluarganya, serta masyarakat untuk mempersiapkan rencana kelahiran, termasuk mengidentifikasi penolong dan tempat bersalin, serta perencanaan tabungan untuk mempersiapkan biaya persalinan
– Bekerjasama dengan ibu, keluarga dan masyarakat untuk mempersiapkan rencana jika terjadi komplikasi, termasuk mengidentifikasi kemana harus pergi dan transportasi untuk mencapai tempat tersebut, mempersiapkan donor darah, mengadakan persiapan financial, mengidentifikasi pembuat keputusan kedua jika pembuat keputusan pertama tidak ada di tempat
10. Memberi konseling:
– Gizi : peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori per hari, mengkonsumsi makanan yang mengandung protein, zat besi, minum cukup cairan (menu seimbang)
– Latihan: normal tidak berlebihan, istirahat jika lelah
– Perubahan fisiologi: tambah berat badan, perubahan pada payudara, tingkat tenaga yang bisa menurun, mual selawa triwulan pertama, rasa panas, dan atau varises, hubungan suami istri boleh dilanjutkan selama kehamilan (dianjurkan memakai kondom)
– Menasihati ibu untuk mencari pertolongan segera jika ia mendapati tanda-tanda bahaya berikut: perdarahan pervaginam, dakit kepala lebih dari biasa, gangguan penglihatan, pembengkakan pada wajah/tangan, nyeri abdomen (epigastrik), janin tidak bergerak sebanyak biasanya.
Daftar Pustaka
Burroughs, Arlene & Leifer, Gloria. (2001). Maternity Nursing: An Introductory Text. 8th edition.
Philadelphia:W.B Saunders Company
Reeder, Martin, Kontak-Griffin. (1997). Maternity Nursing: Family, Newborn and
Women’s Health Care. 18th edition. Philadephia: Lippincott-Raven Publishers
Saifuddin BA, Wiknjosastro HG, Affandi, Waspodo D. (2002). Buku Panduan Praktis
Pelayanan Kesehatan maternal dan Neonatal. 1st edition. Jakarta: Yayasan Bina
Pustaka Sarwono Prawirohardjo