Apa Itu SKS? Mahasiswa Baru Harus Tahu

foto gambar depan universitas

Bagi pelajar yang lulus di perguruan tinggi pasti akan bingung dengan istilah SKS. Apa itu SKS?

Dan apa hubungannya dengan sistem perkuliahan yang akan kamu jalani? Kira-kira begitu pertanyaan dari banyak rekan-rekan mahasiswa baru yang sering saya jumpai.

Artikel ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut semampu saya.

Mari kita mulai dengan pengertian sks itu sendiri. Continue reading “Apa Itu SKS? Mahasiswa Baru Harus Tahu”

Advertisements

Indeks Prestasi Kumulatif, Unsur Penting Yang Dilupakan Mahasiswa

buku 24 cara mendongkrak ipk (indeks prestasi kumulatif)

Sebagai mahasiswa saya orang yang cukup berhati-hati soal IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif. Pasalnya ketika saya membaca iklan lowongan kerja baik di surat kabar maupun di portal lowongan kerja, IPK merupakan salah satu persyaratan yang cukup sering saya temukan.

Pendapat saya diatas mungkin saja anda patahkan dengan menyebutkan orang-orang kaya seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau almarhum Bob Sadino tidak peduli dengan hasil Indeks Prestasi Kumulatif ini. Tidak salah memang tetapi lihat saja orang-orang tersebut, mereka tidak kuliah dan menjadi seorang pengusaha. Kalau anda kuliah dan ingin bekerja di perusahaan (bukan menjadi pengusaha) sebaiknya jangan gunakan alasan tersebut untuk pembenaran sikap masa bodoh dengan berapa nilai IPK yang anda peroleh saat ini.

Atau mungkin juga orang tua anda salah satu orang terkaya di Indonesia jadi anda tidak perlu repot-repot memikirkan berapa IPK anda nanti karena sudah ada bisnis warisan yang akan anda jalankan.

Tapi saya pun membaca anak-anak orang kaya seperti anak-anak konglomerat dunia diajarkan untuk tidak menyepelekan pendidikan. Dan mereka pun gengsi untuk hidup dibawah bayang-bayang orang tua mereka yang kaya. Maka tidak heran jika anak seorang Bill Gates, Jenifer Gates, malah serius kuliah di jurusan Biologi Universitas Stanford. (sumber)

Jadi saya balik lagi, kalau anak konglomerat dunia saja serius kuliah kenapa KAMU yang bukan anak orang kaya malas-malasan?

Pentingnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Untuk Mahasiswa

Pentingnya nilai Indeks Prestasi Kumulatif yang akan anda bawa untuk melamar pekerjaan nantinya dirasakan dengan sangat oleh kerabat saya yang baru selesai kuliah tahun ini. Ketika kuliah kerabat saya ini sangat tidak peduli dengan nilai Indeks Prestasi yang ia peroleh setiap semester. Padahal IP per semester yang didapat menentukan nilai IPK di akhir kuliah nanti.

Ke-tidakpedulian-nya terhadap kuliah yang sedang diikuti membuat kedua orang tua kerabat saya ini pusing. Sudah banyak orang yang menasehatinya untuk serius kuliah, perbaiki Indeks Prestasi tetapi tetap saja nasehat dan saran numpang lewat saja di kupingnya.

Orang tua tentu khawatir bagaimana masa depan anak mereka jika nilai yang dibawa dibawah standar yang ditentukan setiap perusahaan, ipk 2.75. Lulusan universitas terkenal dengan IPK diatas standar saja susah untuk diterima oleh perusahaan bonafide apatah lagi lulusan yang nilainya jauh dibawah standar.

Ketika berdiskusi dengan orang tua kerabat saya ini, saya mencoba untuk memberi harapan kepada mereka. IPK tidak standar kalau punya keahlian tertentu pasti akan tertutupi, begitu kira-kira kata-kata penyemangat saya. Sayang orang tua kerabat saya itupun mengatakan kalau anaknya malah tidak mempunyai keahlian apa pun sebagai penyeimbang kekurangan indeks prestasi kumulatif yang ia dapatkan.

Sampai detik tersebut saya terdiam dan berdoa semoga saja Allah memberikan rezeki yang paling baik di sisinya.

Dan sekarang kerabat saya tersebut menyesal dengan nilai IPK dibawah standar yang ia bawa pulang. Penyesalan memang selalu datang belakangan, kalau didepan namanya Downpayment ūüôā (garing yak). Saya berharap pengalaman dari kerabat saya yang kini menyesal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi anda, mahasiswa maupun calon mahasiswa. Jangan sekali-kali menyepelekan IPK yang akan menjadi modal anda saat melamar kerja.

Cara Menghitung nilai IPK Sederhana

Jika saat ini anda baru masuk kuliah, ada baiknya anda mempersiapkan sebuah file excell ataupun di google docs untuk memonitor pergerakan nilai anda per semester. Didalam file yang anda buat untuk menghitung nilai Indeks Prestasi Kumulatif tersebut anda cukup membuat kolom

  1. mata kuliah
  2. beban mata kuliah
  3. Indeks Prestasi
  4. dan terakhir perolehan Indeks Prestasi Kumulatif sementara

Pada kolom mata kuliah pastinya anda harus mengisi judul mata kuliah yang anda ikuti pada semester berjalan. Misal jika saat ini anda kuliah di jurusan sastra inggris dan mengambil mata kuliah dasar jurusan seperti Listening 1, maka anda tuliskan Listening 1 pada kolom mata kuliah.

Pada kolom kedua anda ketikkan beban mata kuliah yang diambil. Contoh, di mata kuliah Listening 1 beban sks yang harus anda ambil adalah 2 sks. Jadi anda cukup ketik 2 di kolom tersebut.

Pada kolom Indeks Prestasi, anda harus membuat rumus dulu sebelumnya. Jadi tujuannya ketika anda mendapatkan nilai A untuk mata kuliah Listening 1 maka anda bisa menghitung Indeks Prestasi anda di mata kuliah Listening di Semester pertama.

Sayangnya patokan nilai untuk menghitung IP anda ini bisa berbeda-beda untuk masing-masing perguruan tinggi. Contoh ketika saya kuliah pedoman nilai itu ada A, B, C, D, dan E. Jika mata kuliah yang diambil mendapat nilai A berarti IP yang anda dapatkan adalah 4 dikali 2 (beban sks). Untuk nilai B berarti nilai yang anda isi 3, C bernilai 2, dan D bernilai 1. Untuk nilai E anggap saja 0 (nol).

Di Universitas Andalas, nilai yang digunakan tidak seperti diatas. Nilai yang diberikan kepada mahasiswa berkisar pada A+, A, A-, B+, B, B-, C+, C, dan D. Jadi rumusan yang akan saya berikan untuk menghitung indeks prestasi kumulatif sementara tidak dapat hasil yang pasti. Untuk hal ini anda harus membuat rumusannya sendiri, mohon maaf.

BTW saya cari dulu file yang pernah saya gunakan untuk memonitor nilai IPK saya waktu kuliah. Sekali lagi saya mohon maaf.

Cara Mendongkrak Indeks Prestasi Kumulatif

Seperti yang saya sampaikan diatas anda sebagai mahasiswa harus memonitor nilai IPK sedari awal kuliah atau sejak semester pertama. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mendongkrak indeks prestasi anda setiap semester. Tiga cara yang paling sering disampaikan oleh beberapa senior saya dan terbukti mendongkrak indeks prestasi saya di beberapa semester adalah

  1. selalu mengikuti kegiatan perkuliahan
  2. selalu menyelesaikan tugas tepat waktu
  3. berpakaian yang pantas dan rapi setiap kuliah

Standar memang.

Jika anda tanyakan kepada setiap senior kampus mana pun tiga cara ini saya yakin selalu disampaikan oleh senior anda atau pembimbing akademik anda.

Selain tiga hal standar diatas ada trik lain yang harus anda lakukan agar anda bisa mendapatkan IPK yang membuat orang tua bangga, dan perusahaan antre untuk mendapatkan anda sebagai karyawan mereka. Trik-trik ini dibahas secara rinci oleh mas Agus M. Irkham di buku 24 Cara Mendongkrak IPK terbitan Pro U Media. Buku yang diterbitkan di tahun 2012 seharusnya dibaca oleh kerabat saya. Sayang penyakit malas baca (yang harusnya tidak dimiliki oleh seorang mahasiswa) menjangkiti kerabat saya tersebut.

Buku ini hanya disimpan di lemari dan sepertinya tidak dibaca oleh kerabat saya tersebut. Sekarang hanya penyesalan yang ia dapatkan. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Pro U Media, Yogyakarta ini saya beli lewat tokopedia.com.

Saya harap tulisan ini bermanfaat bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa yang sempat mampir di blog pencaricerah.com.

 

Tempat Magang Sastra Inggris Yang Paling Ideal, No.1 Paling Favorit

tempat magang sastra inggris

Tempat magang sastra inggris? Emang ada? Itu pertanyaan saya yang muncul ketika membaca tulisan dari blogger Ran-Chan no Hibi. Sebagai alumni sastra inggris saya sama sekali baru tahu kalau ternyata ada tempat magang bagi mahasiswa sastra inggris. Seandainya informasi ini saya dapatkan ketika kuliah tentu jalan hidup saya berbeda.

Karena itu saya ingin membagikan informasi yang cukup penting bagi kamu, mahasiswa sastra inggris, yaitu tempat magang sastra inggris.

Magang itu apa sih? Magang adalah sebuah kesempatan untuk mengintegrasikan pengalaman yang berhubungan dengan karir ke dalam pendidikan sarjana dengan berpartisipasi dalam pekerjaan yang terencana dan diawasi. (https://ekoyanto.files.wordpress.com/2011/11/apakah-magang-itu1.pps)

Dari pengertian diatas maka anda akan melihat ada perbedaan antara magang dan kerja sambilan. Walaupun sama-sama diawasi dan pekerjaan yang dilakukan terencana, perbedaan magang dan kerja sambilan terdapat dalam hubungannya dengan pendidikan sarjana.

Dalam konteks ini dapat kamu lihat kalau magang itu selain untuk karir juga menghubungkan antara teori dan praktek di lapangan. Bagi mahasiswa sastra inggris dari daerah, seperti saya, kesempatan magang ini tidak saya dapatkan. Mungkin pihak universitas masih belum bekerja sama dengan tempat magang sastra inggris waktu itu. (Semoga saja sekarang sudah.)

Dengan membagikan informasi tempat magang sastra inggris saya harapkan rekan-rekan saya yang kuliah di jurusan sastra inggris, apalagi di daerah, bisa lebih termotivasi lagi untuk menyelesaikan kuliah dengan prestasi. Karena selain nilai transkrip yang berkilau, pengalaman kerja akan membuat kamu jauh lebih mudah untuk diterima di sebuah perusahaan (atau malah kementerian nantinya).

tempat magang sastra inggris

15 Tempat Magang Sastra Inggris by Ran-Chan no Hibi

  1. Kementerian Luar Negeri
    Bagi kamu, mahasiswa sastra inggris, yang punya cita-cita menjadi duta besar Republik Indonesia di luar negeri coba mulai dengan mengikuti program magang dari kementerian tersebut.
    Menurut situs resmi KEMENLU ada tiga unit kerja yang selalu membuka program magang, yaitu Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Informasi dan Media, dan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Deplu (BPPK).
    Syarat mengikuti program magang di unit-unit terkait hampir sama dengan mengikuti program magang di tempat lain yaitu: menulis surat lamaran yang ditujukan kepada pimpinan eselon II unit terkait (berisi tujuan dan maksud melakukan magang di unit terkait), mengirim berkas berupa Curriculum Vitae, Transkrip Nilai resmi (yang dikeluarkan oleh Universitas), Surat Keterangan dari Pihak Kampus, Minimal kuliah semester 5.
  2. Kedutaan Besar dan Konsulat Jendral Negara Tetangga
    Selain di kementerian luar negeri, tempat magang mahasiswa sastra inggris bisa juga dilakukan di kantor-kantor perwakilan resmi negara sahabat yang berada di daerah kamu. Contohnya bagi kamu yang berada di Jakarta, Kedutaan Besar Amerika Serikat yang beralamatkan di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3 – 5 membuka kesempatan untuk merasakan bagaimana bekerja di sebuah kantor urusan diplomatik. Unit-unit kerja yang menerima program magang seperti Human Resources, Program Office USAID, Foreign Commercial Service (FCS), Office of Financial Management/USAID, Public Affairs Section-Cultural Office, Public Affairs Section – Information Office (PAS-IO).
    Karena program magang pihak kedutaan tidak menjanjikan adanya benefit keuangan tetapi menjanjikan pengalaman yang berharga saat bekerja. Untuk kamu yang sedang berada di Jakarta atau Surabaya silahkan mencoba ikut program tersebut melalui link resmi kedutaan Amerika Serikat.
    program internship Kedubes Amerika Serikat
  3. Balai Bahasa Provinsi
    (sedang menunggu jawaban salah satu balai bahasa di Indonesia untuk program magang ini. dalam navigasi situs yang ada tidak disebutkan jika di balai bahasa provinsi membuka program magang)
  4. Advertising Company
    Mahasiswa sastra inggris itu tidak hanya belajar tentang sastra inggris atau bahasa inggris saja. Kalau dosen saya dulu bilang mahasiswa sastra inggris harus kreatif. Dan tempat magang untuk mahasiswa jurusan sastra inggris yang paling tepat untuk kamu yang merasa kreatif dan selalu mempunyai ide-ide yang out of the box adalah media periklanan.
    Sebagai sebuah sarana promosi sebuah brand atau produk yang dijual membutuhkan sebuah perhatian dari target konsumennya. Seperti yang dikisahkan oleh blogger seventogatorop di blognya saat harus melakukan Trans-create untuk leaflet produk Nokia Lumia yang baru.
    Leaflet dari brand tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia, seringkali bahasa yang digunakan dalam leafletnya menggunakan bahasa Inggris. Maka tugas anak magang seperti seventogatorop dan juga seniornya di media periklanan adalah menerjemahkan dan membuat bahasa baru agar pesan dari produk tersebut dapat tersampaikan ke calon konsumen Nokia di Indonesia.
  5. Agen Penerjemah
  6. Hotel dan Tempat Parawisata
  7. Dinas Parawisata Kota / Bagian Humas & Protokol Kota
  8. Portal Berita/Media Online
  9. Koran / Majalah / Tabloid
  10. Radio / Televisi
  11. Penerbit Buku
  12. Yayasan Sosial Yang Mendapat Hibah dari Luar Negeri
  13. Tempat Kursus Bahasa Inggris
  14. Konsultan Pendidikan Luar Negeri
  15. Perusahaan Tour dan Travel

Itu tempat magang sastra inggris jadi masih bilang kalau peluang kerja sastra inggris itu sempit?

(maaf ada order masuk, saya kerjakan dulu. Nanti saya sambung lagi untuk membahas lebih detail tempat magang sastra inggris. Jangan lupa subscribe agar nanti bisa saya hubungi lagi untuk bahasan lengkap artikel penting ini.)

sumber inspirasi: Ran-chan no Hibi

Kuliah itu Susah Ga Sih? Ini Jawabannya

Pertanyaan diatas saya terima dalam salah satu komentar artikel blog saya. Judul artikel yang dibaca oleh rekan kita berjudul 15 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi. Postingan tersebut menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh seorang calon mahasiswa yang pernah di posting di situs yahoo answer. Dan ternyata dari 15 pertanyaan yang sudah saya jawab tersebut, kuliah itu susah ga sih belum saya terima.

Terima kasih kepada Monica Putri Adhistyana yang telah memberikan pertanyaan yang sangat bagus tersebut di kolom komentar.

Kuliah itu susah ga sih? Pertanyaan ini agak sulit saya menjawabnya. Lama saya memikirkannya. Saya mencoba untuk mengingat-ingat kembali masa-masa kuliah saya di jurusan sastra inggris Universitas Negeri Padang.

Jika saya membawakan diri sebagai seorang calon mahasiswa, rasanya kuliah itu susah. Kenapa? Selama saya sekolah di SMU Negeri 2 Bukittinggi hampir semua metode belajar mengajar sama saja. CBSA, Catat Buku Sampai Abis.

Saya tidak tahu bagaimana metode belajar mengajar sekolah saat ini. Dulu saya diharuskan membuat ringkasan bab per bab buku pedoman belajar yang dipinjamkan sekolah. Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Matematika, Kesenian semua harus diringkas. Alhasil kalau saya lagi malas membaca saya pinjam buku catatan teman untuk saya kopi paste atau saya ringkas lagi dari ringkasan teman tersebut. hehehe…

Guru pun lebih banyak berbicara di depan kelas, meskipun beberapa kali meminta interaksi dari murid-muridnya budaya catat buku sampai abis ini tidak memberikan interaksi yang dimaksud. Kadang ketika guru menerangkan satu bab dari pelajaran yang saya ringkas semalam, saya membaca komik di bawah meja. Atau menyamarkan komik tersebut di atas buku catatan. jadi seakan-akan saya menulis keterangan guru tersebut.

kuliah itu susah ga sih?
gambar dari duniadosen.com

Situasi belajar mengajar di sekolah beda dengan kuliah. Saat kuliah dosen hanya memberikan fasilitas untuk bertanya seputar materi kuliah yang tidak anda mengerti. Justru mahasiswa (saya, dan anda mungkin) yang harus aktif mencari segala referensi tentang apa yang sedang anda pelajari.

Jadi contohnya begini. Ketika saya mengambil mata kuliah prose, dosen saya mengharapkan semua mahasiswa yang mengikuti mata kuliah dibawah bimbingan beliau untuk mempunyai interpretasi sendiri setelah membaca cerpen bahasa inggris.

Interpretasi itu beda ya dengan menceritakan kembali. Interpretasi itu lebih kepada membahas masalah sosial, budaya, pendalaman karakter, simbol-simbol yang terdapat di karya sastra yang sudah dibaca.

Nah, perubahan ini yang sangat sulit saya ikuti. Biasanya abis baca trus diringkas sekarang disuruh untuk memaparkan pendapat pribadi yang didukung dengan sumber-sumber ilmiah. Dan lebih susah lagi ketika anda bikin makalah sebagai tugas akhir atau tugas mingguan.

Kalau anda biasanya cuma copas materi dari internet tanpa mengerti apa yang ditulis oleh orang tersebut kemudian anda kumpulkan makalah itu seperti anda yang menulisnya (tulisan original), dosen cepat tahu loh. Kenapa? Parameter sejauh mana anda bisa “kepintaran” anda itu ada pada beliau berdasarkan diskusi di dalam kelas.

Jadi jika anda tidak bisa mempertanggungjawabkan tulisan anda di makalah mingguan atau tugas akhir. Siap-siaplah anda digojlok dengan lebih keras lagi oleh dosen yang bersangkutan.

Itu dari pengalaman saya ya. Jadi menjawab pertanyaan kuliah itu susah ga sih? Saya harus bilang kuliah itu susah, apalagi jika anda ikut-ikutan ambil jurusan yang tidak anda sukai sama sekali. Lebih kelam lagi masa studi anda ketika jurusan tidak anda sukai, tidak anda minati dan tidak ada sama sekali kemampuan anda mendalami jurusan tersebut.

Saya bilang parah orang yang saya sebut tadi karena setelah ia beruntung selesai kuliah, ia akan kesulitan untuk menentukan karir. Teman baru saya di kantor contohnya (maaf harus anonim takut ketahuan orang tua). Ia kuliah di jurusan akuntansi, selesai kuliah lebih dari empat tahun. Lulus kuliah hanya sebagai hadiah untuk orang tua menurut pengakuannya pada saya.

Minat teman baru saya itu ternyata hampir sama dengan saya. Yaitu membuat konten online yang bernilai dan bermanfaat untuk semua orang. Dan dia baru menyadari passion tersebut ketika ia sudah bekerja.

Sayangkan guys kuliah tidak ditempat yang kamu sendiri tidak sukai?

Ada lagi nih yang bikin kamu mesti bertanya kuliah itu susah ga sih? Poin yang kedua adalah mengatur jadwal kuliah. Jadwal perkuliahan itu beda banget dengan jadwal mata pelajaran di sekolah. Kalau disekolah mata pelajaran IPA, IPS, Agama, Olahraga dan lain-lain itu sudah ditetapkan oleh Sekolah. Dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore (eh kok jadi kayak kerja kantoran ya?) anda tinggal menjalankan program yang sudah ada.

Di kuliah lain lagi. Anda harus pintar-pintar melihat jadwal. Kalau anda suka dan ingin selesai kuliah lebih cepat anda tinggal memenuhi jadwal kuliah selama satu hari. Atau anda tinggal milih kuliah pagi dan menghindari jadwal kuliah di sore hari. (Saya pribadi lebih memilih ambil kuliah pagi karena otak lebih fresh di pagi hari dibanding sore hari).

Tantangannya adalah di jadwal tersebut. Meskipun bisa bebas memilih mata kuliah yang ingin diikuti jadwal mata kuliah tersebut sudah ditetapkan oleh pihak fakultas. Saya pernah di suatu semester ingin lebih santai kuliah, tetapi jadwal mata kuliah yang keluar di semester tersebut ternyata mata kuliah wajib jurusan. Akhirnya saya melupakan keinginan untuk kuliah dengan santai.

Hal lain yang membuat saya sebal dengan jadwal mata kuliah yang telah ditetapkan adalah perubahan jadwa. Jadi begini. Ketika mau masuk masa studi anda diharuskan memilih mata kuliah mana saja yang ingin diikuti. Kala itu saya ingin mengikuti mata kuliah Pengantar Jurnalistik dan juga mata kuliah phonetics. Jadwalnya berdekatan, Pengantar Jurnalistik pagi sekitar jam 9 dan Phonetics di jam 11. Jadi saya pikir setelah shalat zuhur saya bisa main dulu sebelum balik ke kosan.

Saya isilah kartu rencana studi (KRS) dengan dua mata kuliah tersebut. Beberapa hari kemudian, tidak lama setelah KRS dicetak dan uang kuliah di bayarkan ada pengumuman di jurusan jika perubahan jadwal mata kuliah. Dan dua mata kuliah yang saya ingin pelajari ternyata jadwalnya bentrok. Suka tidak suka saya harus memilih ambil Pengantar Jurnalistik atau Phonetics.

Berhubung Phonetics termasuk mata kuliah wajib jurusan maka saya memilih Phonetics. Dan akhirnya saya tidak pernah mengikuti mata kuliah Pengantar Jurnalistik.

Ini realita jadwal kuliah yang membuat susah mahasiswa. Kok bisa jadwal yang telah ditetapkan diawal bisa berubah?

Kisah-kisah diatas cuma sebagian dari pengalaman saya selama kuliah. Meskipun terlihat ribet, susah, dan sebagainya-dan sebagainya jika dijalanin dengan tekad yang kuat semua kesusahan itu menjadi sebuah perjalanan yang manis. Bahkan jadi bahan becandaan kalau lagi ngumpul sama teman.

Jadi menurut anda kuliah itu susah ga sih?

Salut, TKW INI Kuliah Sastra Inggris di Universitas Terbuka

foto wisuda mahasiswi yang kuliah di universitas terbuka

Namanya Anisa saat ini ia sedang melanjutkan S2 Sastra Inggris UI. Tapi siapa yang menyangka jika mahasiswa baru magister sastra inggris tersebut sebelumnya bekerja sebagai salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Singapura.

Hal yang sama juga dilakukan oleh buruh migran lainnya bernama Setyana atau dipanggil Ana yang menjadi buruh migran di Taiwan. Harus meninggalkan tanah air di usia 18 tahun, Ana ingin melanjutkan pendidikan di University Central National Taiwan. Keterbatasan yang ia hadapi selama kuliah dan juga bekerja di luar negeri tidak mematahkan mimpinya mengejar gelar Sarjana dan juga mengubah hidup keluarga.

Bagi Ana dan Anisa, pendidikan mendapatkan prioritas yang paling utama selain mempertahankan pekerjaannya di luar negeri. Tidak ingin menjadi buruh migran selamanya adalah motivasi yang sama antara Ana dan Anisa. Dan seperti latar belakang buruh migran yang lain kedua mahasiswa Universitas Terbuka ini sama-sama berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Anisa dan Ana adalah contoh dari buruh migran yang kuliah sastra inggris di Universitas Terbuka yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kuliah sastra inggris di universitas terbuka tidak mudah untuk dijalankan oleh para buruh migran. Ana mengisahkan tantangan perjalanannya selama menjalani perkuliahan di UT kepada kontributor Rappler.

Kebanyakan majikan yang mempekerjakan buruh migran Indonesia tidak mendukung keinginan para buruh untuk melanjutkan pendidikan. Ana menceritakan ketidaksetujuan majikannya di taiwan,¬†“Kamu tak gaji, harus ikutin kataku (bekerja).”

Ana sendiri termasuk buruh migran yang beruntung karena masih mempunyai banyak waktu untuk kuliah. Tidak sedikit teman-teman Ana yang mengikuti kuliah sastra inggris di Universitas Terbuka harus belajar secara sembunyi-sembunyi. Oleh karena tidak didukung oleh majikan Ana sering tidak menghadiri kuliah tatap muka yang diadakan sebulan sekali. Di lain waktu Ana terpaksa mengumpulkan tugas lewat dari waktu yang ditentukan.

Selain tidak adanya dukungan dari pemberi kerja, kendala teknis juga sering dihadapi oleh mahasiswa yang kuliah di Universitas Terbuka. Dua diantaranya seperti diungkapkan Ana pada Rappler, koneksi internet yang buruk dan juga server UT sendiri yang sering tidak bisa diakses.

Setyana, yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur ini, berencana untuk meninggalkan buruh migran untuk bekerja di kantor imigrasi atau lembaga profesional lainnya. Dengan modal yang ia punyai sekarang tentu impian tersebut selangkah lagi akan ia capai.

mahasiswa yang kuliah sastra inggris di Universitas Terbuka berdialog dengan Presiden Taiwan

Linda A. Gumelar, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA UT), menyebutkan jika minat para tenaga kerja wanita menambah pengetahuan sangat tinggi. Contohnya untuk para TKW di Singapura, mahasiswa yang mengikuti perkuliahan di UT jumlahnya mencapai kurang lebih 350 orang.

Linda berharap Anisa, Setyana dan teman-teman TKW lainnya mampu untuk berkarya lebih baik lagi di Indonesia.

Saat ini banyak TKW yang mengikuti perkuliahan di Universitas Terbuka. Para mahasiswa tersebar di 28 negara termasuk Singapura. Harapan para TKW ini tidak muluk-muluk yaitu bisa lulus program perkuliahan dan bekerja dengan layak di Indonesia. Seperti pengakuan Destra pada postkotanews baru-baru ini

“Mudah-mudahan tahun depan saya lulus dan ingin kembali dan bekerja di Indonesia setelah hampir 6 tahun tinggal di Singapura.”

Destra adalah salah satu mahasiswa UT yang berasal dari Banyumas. Ia dan 11 orang mahasiswa UT lain dari Singapura sedang bersilaturahim ke kampus UT Pondok Cabe.

Meskipun sudah lama berdiri tetapi masih banyak rakyat Indonesia (calon mahasiswa) yang tidak mengetahui jika Universitas Terbuka tidak kalah dengan Universitas yang sudah dikenal saat ini. Biasanya para guru di pelosok daerah mengikuti program dari Universitas Terbuka untuk mendapatkan gelar Sarjana sebagai salah satu syarat untuk program sertifikasi dari pemerintah.

Selain dari biaya kuliah yang lebih terjangkau, waktu perkuliahan di Universitas Terbuka lebih fleksibel dibandingkan jadwal perkuliahan di universitas-universitas pada umumnya.