Apa Itu SKS? Mahasiswa Baru Harus Tahu

Apa itu SKS?

Bagi pelajar yang baru lulus dan akan melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi pasti akan bingung dengan istilah SKS.

Sks adalah singkatan dari sistem kredit semester.

Itu singkatan resminya. Kalau singkatan tidak resmi yang dikenal dikalangan mahasiswa dan dosen singkatan SKS adalah Sistem Kebut Semalam. Alias ngerjain tugas atau ngapalin mata kuliah di malam sebelum tugas dikumpulkan atau mata kuliah akan diujikan. Hehehehe..

Jadi apa itu sks?

Dan apa hubungannya dengan sistem perkuliahan yang akan kamu jalani di perguruan tinggi nanti?

Kira-kira begitu kesimpulan yang saya dapat dari beragam pertanyaan yang diberikan oleh para calon mahasiswa baru yang sering saya dapatkan.

Gimana sih cara berpakaian mahasiswi baru dikampus? Lanjut baca!

Jadi semoga tulisan saya ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Mari kita mulai dengan pengertian sks itu sendiri.

SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester (1). Dengan sistem SKS, mahasiswa dapat memilih sendiri mata kuliah yang akan diambil dalam satu semester.

Baca: Kuliah itu berapa tahun sih idealnya?

Mata kuliah yang diambil untuk satu semester ada yang sudah paketan alias diatur oleh jurusan perkuliahan terkait setelah melalui proses panjang di rektorat.

Berbeda dengan ketika di sekolah dulu, saat kuliah kamu bebas memilih mata kuliah yang akan kamu jalani di semester tersebut.

Kalau di sekolah jadwal belajar kamu diatur oleh guru maka ketika kuliah di perguruan tinggi KAMU yang memilih sendiri mau belajar apa dan juga menentukan jadwal kuliahnya.

Note: jadwal kuliah sesuai dengan yang dikeluarkan oleh pihak jurusan/fakultas/Universitas.

Hampir semua perguruan tinggi di dunia dan juga di Indonesia menggunakan sistem SKS.

Sistem SKS ini digunakan untuk mengukur:

  1. Besarnya beban studi mahasiswa
  2. Besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa
  3. Besarnya usaha belajar yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik program semesteran maupun program lengkap.
  4. Besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar.

Sering juga saya mendapatkan pertanyaan dari kawan-kawan yang akan kuliah tentang 1 semester berapa sks.

Saya harap jawaban yang akan saya berikan berikut bisa memuaskan, atau paling tidak bisa menjadi pengetahuan sebelum kamu menjadi mahasiswa.

Secara umum maksimum beban sks yang dapat diambil oleh seorang mahasiswa adalah 24 sks.

Tetapi menurut mantan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Illah Sailah, jumlah sks yang dibebankan kepada mahasiswa dan dosen hanya 18 sks.

Itu beban maksimal.

Loh kok beda antara yang diterapkan dikampus dan di perguruan tinggi?

Menurut Ibu Illah Sailah perbedaan yang terjadi antara peraturan pemerintah dengan penerapan di perguruan tinggi dikarenakan tidak ada sangsi yang ditetapkan di Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Akibat tidak adanya pengaturan sanksi penerapan pembagian beban sks ini juga berbeda-beda di setiap kampus.

Contoh:

Sewaktu kuliah di Universitas Negeri Padang ketika saya memproses Kartu Rencana Studi (KRS), sistem di rektorat yang mengatur maksimum pengambilan beban studi ini akan langsung memotong beban sks jika di KRS mata kuliah yang diambil lebih dari 24.

Sistem di kampus saya juga secara otomatis akan mengeluarkan mata kuliah yang terdapat di KRS jika kelas yang mengajarkan mata kuliah tersebut sudah full pesertanya.

Jika hal ini terjadi biasanya dari rencana mengambil beban maksimal 24 sks akan terpotong.

Solusinya, saya harus mencari jadwal mata kuliah lainnya dan mencocokkan jadwal tersebut dengan jadwal mata kuliah yang sudah diakui oleh sistem kampus.

Kalau mahasiswa yang akan menyelesaikan masa studi, sistem otomatis ini bisa di-bypass. Jadi seorang mahasiswa bisa mendapatkan lebih dari 24 sks untuk satu semester.

Beban SKS setiap semesternya itu tidak sama.

Jumlah sks tiap semester bisa berbeda-beda. Semua tergantung pada amal dan perbuatannya. (hahahaha…)

Eh ini ada benernya loh.

Jika di semester pertama anda mendapatkan IP (Indeks Prestasi) 3 koma sekian maka kamu berhak mendapatkan jatah 24 sks lagi untuk semester berikutnya. Jika kamu mendapatkan IP dibawah tiga, maka kamu akan mendapatkan pengurangan beban sks dari universitas.

Untuk besaran beban studi per jurusan berbeda jumlahnya. Contoh fakultasnya boleh sama di Fakultas Ekonomi tetapi beban sks kuliah manajemen dan sks kuliah akuntansi berbeda jumlah dan bobotnya.

Selain itu beban studi yang berbeda biaya sksnya juga berbeda. Khususnya bagi kamu yang kuliah di perguruan tinggi swasta.

Biaya sks adalah biaya yang harus kamu keluarkan untuk mengikuti mata kuliah di semester tersebut. Jadi kalau sayang keluarga jangan lama-lama di kampus …

MAHAL!

1 sks berapa kali pertemuan?

Saat saya kuliah dulu 1 sks terdiri dari 1 jam kegiatan terjadwal, 1-2 jam tugas terstruktur yang direncanakan oleh tenaga pengasuh mata kuliah yang bersangkutan contohnya menyelesaikan pekerjaan rumah, dan tugas membuat referensi, menerjemahkan artikel dan lain sebagainya.

Jadi gini untuk 1 sks itu terangkum tiga hal diatas tadi.

Jadi misalnya hari ini saya kuliah history of english literature. Dosen masuk kemudian menjelaskan materi tentang Sejarah Sastra Inggris di Abad ke 18.

Penjelasannya mungkin hanya 30 menit, setelah itu dosen akan menanyakan apa saja pembahasan tentang sejarah sastra inggris di abad ke 18 yang diketahui oleh mahasiswanya. Terjadilah sebuah diskusi kelas.

Lalu ketika jam mata kuliah sudah berakhir si Dosen mengatakan tugas hari itu adalah mencari karya sastra dari pengarang di Abad ke 18, dibuat makalahnya.

Baca Informasi Lengkah Untuk Mahasiswa/wi Sastra Inggris

Pernah nonton film Harry Potter kan? Atau pernah membaca novel karya JK Rowling tersebut?

Nah, kamu tentu ingat bagaimana stresnya para murid Hogwarts saat belajar.

Ada buku panduan yang harus dibuat ringkasannya, lalu ada proses belajar mengajar dalam kelas yang diiringi diskusi tanya jawab antara Harry dan guru-gurunya.

Dan juga ada tugas membuat makalah sendiri untuk satu mata pelajaran sihir.

Secara umum apa yang digambarkan oleh film Harry Potter dan juga novelnya tersebut tidak jauh beda dengan apa yang saya rasakan waktu kuliah sastra inggris dulu.

Kuliah di Jurusan Akuntansi Susah ga sih?

1 sks berapa menit?

Menurut mantan Ditjen Kemenristek Dikti tadi yang disampaikan ke koran sindo Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur 1 sks itu hanya 2.67 jam belajar atau 160.2 menit.

Kalau di sekolah dulu kamu pernah melihat jadwal mata pelajaran kelas anda untuk satu minggu, maka kamu akan melihat jika satu mata pelajaran terdiri dari 2 jam atau 120 menit.

Saat kuliah periode belajar di kelas ini untuk 1 SKS tergantung dengan mata kuliah yang diambil. Jika saya mengambil pengalaman kuliah dulu, maka jawaban untuk berapa menit 1 sks itu saya jawab lebih kurang 45 menit.

Menurut Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi, satu sks itu harusnya terdiri dari 60 menit tatap muka,
50 menit tugas terstruktur 50 menit tugas mandiri. Totalnya lebih kurang 160 menit atau dua jam.

Jadi kira-kira dalam seminggu kamu memiliki waktu belajar di kampus lebih kurang 48-54 jam. Jumlah ini (total waktu yang digunakan untuk belajar dalam seminggu) melebih waktu belajar negara-negara maju seperti Amerika Serikat (dengan total jam belajar 35-54 jam), Eropa (31,5-40 jam) dan Australia (32-50 jam).

1 semester berapa bulan untuk kuliah?

Pertanyaan ini cukup menggelikan bagi saya. Mohon maaf sebelumnya. Alasan saya mengatakan pertanyaan ini menggelikan karena waktu sd berapa bulan untuk satu semester itu sudah dipelajari.

Oke kita coba mengingat pelajaran dasar kita ya. Satu semester itu enam bulan. Nah begitu pula dengan masa waktu kuliah anda. 1 semester kuliah akan dijalani selama enam bulan.

Pengertian SKS, KRS, dan LHS

Diatas saya sudah memberikan definisi SKS dan sedikit menyinggung tentang KRS.

Saya coba bahas sedikit tentang KRS ini.

KRS atau Kartu Rencana Studi merupakan sebuah lembaran kertas yang menyimpan informasi tentang:

  • identitas mahasiswa (Nomor Induk Mahasiswa)
  • Jurusan / Fakultas tempat kamu terdaftar
  • kode mata kuliah yang kamu ambil
  • judul mata kuliah yang kamu ambil
  • beban sks untuk mata kuliah tersebut

Bagaimana menyusun KRS bagi mahasiswa baru?

Dulu…

Ketika saya baru masuk kuliah, saat melapor ke Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris saya mendapatkan informasi Pembimbing Akademik (PA).

Baca: Apa alasan Dosen Pembimbing Fatin Shidqia Lubis, menolak judul skripsinya?

Dosen yang menjadi PA saya bernama Bapak Edi Trisno. Ketika mendaftar untuk kuliah semester 1, dosen PA saya inilah yang membimbing saya untuk mengambil mata kuliah yang harus saya ambil di semester awal tersebut.

Setelah menjalani perkuliahan nantinya konsultasi untuk mengambil mata kuliah tidak terlalu perlu dilakukan. Soalnya secara alami kita akan tahu apa saja mata kuliah yang diperlukan untuk mendapatkan gelar sarjana.

Dosen PA berfungsi sebagai pemberi persetujuan terhadap rencana studi yang akan kita ambil di semester berikutnya. Tanpa persetujuan Pembimbing Akademis rencana studi yang telah kita buat tidak akan berjalan. Setidaknya bagi saya, entah kalau ada kenalan atau kerabat kamu mengalami hal yang berbeda.

Untuk melengkapi pembahasan tentang apa itu sks tidak lengkap kalau sudah membahas KRS dan melupakan LHS.

Apa itu LHS?

LHS merupakan singkatan dari Lembar Hasil Studi. Dulu ketika saya kuliah bentuknya masih berupa kertas. Kalau sekarang mungkin sudah berupa sistem yang bisa diakses secara online.

Nah, didalam LHS ini masa depan kamu akan tergambar.

Lembar hasil studi biasanya akan kamu dapatkan di akhir semester. Kalau diibaratkan sekolah, LHS adalah rapor penilaian kamu untuk kegiatan perkuliahan di semester yang kamu ikuti.

Di Lembaran Hasil Studi tersebut kamu akan mengetahui seberapa besar pencapaian kamu selama menjalankan perkuliahan di semester tersebut.

Pencapaian kamu diukur oleh Indeks Prestasi (IP).

Di LHS juga kamu akan mengetahui:

  • mata kuliah yang gagal (kamu hanya wajib mengulang mata kuliah yang gagal tersebut).
  • mata kuliah yang harus dipertimbangkan untuk diambil lagi di semester berikutnya
  • mata kuliah yang kamu mempunyai prestasi

Kabarnya kalau dulu yang menggunakan sistem kenaikan tingkat, jika satu mata kuliah gagal maka studi kamu di semester tersebut dinyatakan gagal semua.

Kasarnya begini jika kamu mengikuti 8 mata kuliah dengan beban sks masing-masing 3 lalu kamu di tujuh mata kuliah mendapat nilai A dan hanya satu mata kuliah yang dapat E, maka kamu harus mengulang kembali delapan mata kuliah tersebut di semester berikutnya.

Kebayang gak berapa uang, tenaga, dan pikiran yang sudah kepake untuk kuliah satu semester lalu semua digagalkan gegara satu mata kuliah yang dapat nilai E?

Makanya jika kamu sekarang kuliah dengan sistem sks jangan disia-siakan deh. Cepet kelarin kuliahnya lalu bekerja dan setelah itu berwiraswasta.

Anak Sastra? Jangan lupa baca 7+ Peluang Kerja Sastra Inggris Yang Tidak Diketahui oleh Banyak Orang

NB:

  1. Jika ada pertanyaan gunakan form komentar dibawah.
  2. Kalau artikel ini membuka wawasan kamu tentang kuliah, jangan lupa direferensikan ke teman / orang tua / kerabat. Klik ikon media sosial yang ada dibawah.
  3. Pertanyaan seputar perkuliahan yang lain dapat kamu lihat di tulisan berjudul 15 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi.

referensi:

Advertisements

Kuliah Itu Berapa Tahun Sih? Ini Jawabannya

Saya sering mendapat pertanyaan dari pengunjung blog

“kak, kuliah itu berapa tahun?” atau

“om, Kuliah S1 sampai berapa semester?” atau

“bang, semester kuliah ada berapa?”

Saya sangat senang mendapatkan pertanyaan-pertanyaan diatas.

Artinya kamu yang saat ini baru mulai kuliah, sudah mempersiapkan masa depan kamu dengan tidak ingin berlama-lama di kampus.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pembaca pencaricerah.com diatas saya sedikit mengalami kesulitan.

Apa itu?

Soalnya saran yang saya berikan di tulisan kuliah itu berapa tahun? berbeda sedikit dengan pengalaman.

Jangan lewatin 7 Cara Berpakaian Untuk Mahasiswa Baru

Namun saya berharap kamu bisa belajar dari pengalaman saya yang tidak sesempurna tulisan ini.

Mungkin yang bertanya sedang menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah atau mungkin juga sedang merencanakan apa yang bisa ia lakukan disela-sela perkuliahan.

Berdasarkan pertanyaan yang beberapa kali muncul di kolom komentar beberapa postingan saya dua kategori tersebut yang dapat saya simpulkan. Oleh karena itu saya mencoba untuk menjawab dengan sepengetahuan saya dan juga pengalaman saya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi berapa semester dalam kuliah dijalani oleh seseorang. Contohnya apakah jurusan yang diambil oleh mahasiswa tersebut sesuai dengan minat dan bakatnya, Apakah mahasiswa itu tok hanya kuliah atau ia juga mencari nafkah sembari kuliah, Bagaimana kemampuan seseorang dalam mengikuti perkuliahan, dan lain sebagainya.

Bonus: Pekerjaan admin pencaricerah selain nulis di blog pencaricerah.com apa sih? Jawabannya Marketing Support. Temukan lika-liku perjalanan saya sebagai pegawai kantoran berdasi di link tersebut.

Seperti yang telah saya sebutkan diatas berapa lama kuliah seseorang itu banyak faktor yang mempengaruhinya. Makanya sebagai seorang calon mahasiswa saya sarankan banyak mencari informasi tentang perkuliahan. (baca: informasi kuliah sastra inggris)

Selain pertanyaan semester kuliah ada berapa untuk lulus sarjana bagi calon mahasiswa perlu tahu juga apa itu sks dalam kuliah. Idealnya dengan tidak ada ospek calon mahasiswa harus banyak mencari informasi agar bisa membantu percepatan proses belajar di perguruan tinggi dan juga merancang rencana masa studinya.

Kuliah S1 berapa semester idealnya untuk diselesaikan? Menurut pendapat saya sebaiknya kuliah untuk gelar sarjana S-1 diselesaikan dalam 4 tahun atau 8 semester. Jika terpaksa maka usahakan untuk menyelesaikan kuliah maksimal dalam 6 tahun.

Jika anda terpaksa menyelesaikan kuliah selama 6 tahun anda harus bertekad untuk menjadi lulusan terbaik di kampus. Mungkin anda akan merasa bingung karena ada orang disekitar anda yang kuliah lebih dari durasi waktu yang saya sebutkan. Hal ini membuat anda menjadi galau dan bertanya-tanya “kuliah itu sampai berapa semester sih?”

15 Hal Yang Perlu diketahui oleh Mahasiswa Baru

Pembahasan kuliah itu berapa tahun saya coba fokuskan dipendidikan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana S-1. Dengan memfokuskan di satu proses ini saya bisa dengan mudah menyampaikan apa yang saya alami dalam menyelesaikan kuliah sastra inggris.

Baca: Kuliah di Jurusan Akuntansi itu Susah Ga Sih?

Jumlah semester dalam kuliah sastra inggris yang saya jalani totalnya adalah 10 semester. Saya masuk ke jurusan bahasa dan sastra inggris Universitas Negeri Padang di tahun 2002 dan saya lulus di tahun 2007. Jadi anda bisa menyimpulkan jawaban atas pertanyaan semester kuliah itu berapa bulan.

Jika anda tidak menyelesaikan dalam jangka waktu yamg diberikan maka kemungkinan besar anda akan diberi 3 pilihan

  1. Memperpanjang studi dalam 1 atau 2 semester. Artinya anda harus selesai kuliah dalam semester ke 7 atau 8
  2. Mengundurkan diri
  3. Drop out

Untuk menyelesaikan satu gelar sarjana anda akan mengikuti 145 sampai 147 mata kuliah. Saya sendiri menyelesaikan kuliah sastra inggris setelah menyelesaikan 57 mata kuliah sastra inggris.

Sebelum menjawab pertanyaan kuliah itu berapa tahun, saya ingin anda menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini,

  1. kenapa anda ingin kuliah?
  2. Apakah anda kuliah karena orang tua?
  3. Apakah anda kuliah karena teman anda kuliah?
  4. Apa anda kuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang meningkatkan taraf hidup keluarga?

Kenapa saya menanyakan hal-hal diatas kepada anda? Bukan langsung menjawab pertanyaan yang mudah itu? Pertama saya ingin anda kembali pada tujuan anda.

Dalam Islam ada hadist yang berbunyi innama amalu binniyaat. Segala sesuatu berawal dari niat.

Begitu pun kuliah.

Jika anda niat kuliah karena orang tua yang ingin agar anda kuliah, tanyakan kenapa? Lihat keadaan keluarga anda. Saya ingin memberikan contoh pada anda. Contoh ini tidak jauh karena ia berasal dari saya sendiri. Jadi semoga anda bisa mendapatkan pelajaran darinya.

Setelah selesai sekolah di kota Bukittinggi dan mendapatkan berita kelulusan Evaluasi Belajar Tahap Akhir saya bersiap diri untuk kuliah. Orangtua saya sangat mengharapkan agar anak-anaknya jadi Orang.

Baca: Fatin Mungkin Belum Lulus Kuliah Tahun 2018, Ini Penyebabnya

Maksudnya bukan selama ini saya kera dan berevolusi jadi manusia seperti kata si Darwin. Tetapi menjadi individu yang sukses dengan simbol yang berlaku yaitu mempunyai mobil, rumah, istri yang cantik, dan anak yang banyak.

Banyak orang yang dikenal oleh orang tua saya menjadi Orang karena gelar sarjana. Karena itu mereka berusaha dengan sangat keras agar saya dan adik-adik (anak-anaknya) memiliki gelar sarjana. Tujuannya satu agar anak-anaknya tidak senasib seperti mereka.

Orangtua saya sendiri tidak memiliki pendidikan tinggi karena situasi ekonomi keluarga mereka. Ibu saya mempunyai banyak saudara dan pendidikan paling tinggi yang diusahakan oleh kakek dan nenek saya hanya setingkat SMA. Begitu pula ayah saya.

Karena pengalaman mereka tersebut saya dan adik-adik selalu di pecut agar berprestasi dan semangat sekolah. Saya masih ingat ketika orang tua saya marah karena malas belajar, mereka memarahi saya dengan mengatakan

mau jadi tukang angkat dipasar kamu?

Tentu saja saya tidak mau. Dan itu membuat saya dan adik-adik selalu push to the maximum limit of our strenghts.

Saya pun menyelesaikan sekolah menengah atas dengan prestasi yang membuat Ibu terharu. Mendapatkan peringkat ketiga dikelas (selama ini tidak pernah masuk rangking 10 besar) dan menjadi salah satu lulusan terbaik.

Setelah ebtanas saya pun merasa euforia kuliah sedang mewabah, termasuk saya. Pembahasan di sekolah tidak luput dari memilih jurusan di perguruan tinggi.

Saya sendiri memilih untuk kuliah di jurusan sastra. Pilihan sementara saya kala itu adalah sastra perancis. Tapi orang tua dan kerabat saya menganjurkan agar saya masuk sastra inggris. Orang tua saya melihat bakat saya untuk bahasa inggris diatas rata-rata. Soalnya mereka melihat teman-teman saya banyak yang bertanya jika ada soal bahasa inggris kepada saya. Dan dari kecil saya juga dilihat banyak belajar bahasa inggris sendiri dengan perantaraan film kartun.
Pilihannya hampir seragam yaitu kuliah di luar kota karena budaya orang minang adalah merantau.

Karena euforia itu kami tidak membuat rencana berapa lama kuliah di jurusan yang kami pilih. Saya sendiri akhirnya lulus setelah lima tahun menjalani kehidupan kuliah. Lama kuliah saya ini masih terhitung standar karena jurusan sastra inggris di perguruan tinggi yang saya pilih masih tergolong baru.

Umumnya untuk menyelesaikan sebuah perkuliahan adalah 4 tahun. Jika kampusnya memiliki fasilitas perkuliahan lengkap mulai dari dosen hingga alat-alat bantunya, sebaiknya usahakan menyelesaikan kuliah kurang dari 4 tahun.

Ini alasan saya mengatakan hal tersebut.

Lapangan kerja bagi fresh graduate itu mempunyai persaingan yang cukup tinggi. Jika kamu tidak menyelesaikan kuliah dengan jangka waktu normal, kamu akan tergencet dalam persaingan di dunia kerja.

Orang yang sudah bekerja pun akan memilih perusahaan yang sama dengan fresh graduate. Anda akan mengetahui alasannya di lain waktu.

Semakin lama anda kuliah beban ekonomi keluarga anda akan semakin tinggi. Saya merasakan kondisi ini karena orang tua saya tidak mampu. Makanya agar meringankan beban orang tua saya banyak dibantu dengan kuciran bantuan beasiswa dari kampus. Saya heran jika beberapa dari mahasiswa sekarang yang tidak mencari beasiswa sekarang ini.

Usahakan untuk mendapatkan beasiswa saat kuliah. Mungkin nilainya kecil dalam pandangan anda tetapi beasiswa tersebut dapat mengurangi beban dari orang tua anda.

Jika anda mendapatkan beasiswa maka secara tidak langsung meringankan beban orang tua. Selain itu anda juga menolong biaya sekolah saudara anda yang lain.

Semoga kisah yang saya bagi dan juga saran yang saya sampaikan bisa menjawab pertanyaan anda kuliah itu berapa tahun. Jangan lupa jika ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar, saya akan berusaha menjawab pertanyaan anda dan Bagikan artikel ini agar bisa bermanfaat juga bagi rekan-rekan anda yang lain.

Jalan Terjal Menulis Skripsi Sastra

Setelah hampir lima tahun kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Padang dengan program studi Sastra Inggris konsentrasi Sastra, maka tibalah saatnya proses terakhir yang harus saya lewati untuk menjadi mahasiswa paripurna.

Proses tersebut adalah menulis skripsi.

Skripsi menurut saya adalah bukti intelektualitas seorang mahasiswa dalam bentuk tulisan yang akan menggambarkan seberapa jauh dan mendalam pemahamannya terhadap sebuah permasalahan dan teori yang telah ia pelajari selama perkuliahan.

Ada banyak cara untuk menyelesaikan skripsi.

Bagi mereka yang hanya ingin gelar sarjana: maka mahasiswa tersebut akan mencari jalan termudah.

Ia cukup menentukan judul dari skripsi yang ia inginkan dan kemudian meminta orang lain untuk membuatkan penelitiannya berdasarkan judul yang ia tentukan.

Saya sendiri memilih untuk menulis skripsi sendiri, meskipun harus menempuh jalan terjal: menulis skripsi sendiri.

Menulis skripsi adalah kegiatan yang paling berat yang pernah saya lakukan.

Namun setelah bertahun-tahun meninggalkan kegiatan menulis penelitian ilmiah selama beberapa tahun, saya pun kembali merasakan kerinduan untuk menjalankan proses akhir perkuliahan di perguruan tinggi tersebut.

Kira-kira seperti apa sih jalan terjal proses skripsi yang saya jalani?

Check it out.

#1 Mencari Novel Yang Tepat

Seorang mahasiswa sastra harus membuat skripsi tentang karya sastra.

Ada banyak karya sastra yang bisa dipilih untuk dijadikan bahan penelitian di kampus.

Teman-teman saya malah meneliti filem box office (Man In Black), kumpulan puisi, komik, dan lain sebagainya.

(Kalau kamu penggemar video game seperti Metal Gear Solid, coba saja ajukan game karya Hideo Kojima tersebut sebagai bahan skripsi)

Karya sastra yang saya pilih untuk dijadikan bahan skripsi adalah novel.

Meneliti novel untuk dijadikan bahan penelitian bukan sebuah hal yang baru.

Sudah banyak mahasiswa senior yang menggunakan novel sebagai bahan untuk diteliti, hanya saja judul novel yang diteliti itu yang beragam.

Mengingat bahan atau materi penelitian yang saya inginkan harus simpel atau mudah didapatkan maka saya pun memilih novel.

Novel yang menjadi bahan penelitian pun tidak bisa sembarangan.

Dosen saya memberikan sebuah persyaratan atas karya sastra yang akan dijadikan bahan untuk penelitian skripsi sastra.

Tidak hanya novel yang baru diterbitkan tetapi novel tersebut harus mendapatkan penghargaan.

Jadi novel yang akan diangkat menjadi sebuah penelitian akan terlihat sebagai penelitian baru bukan berisi sejumlah salinan dari kritikus dari judul novel tersebut.

Kebijakan diatas (novel harus mendapatkan penghargaan dan juga edisi baru) digunakan dosen saya agar mahasiswa sastra yang akan mendapatkan gelar sarjana benar-benar memiliki kualitas.

Alasan beliau memberikan pertimbangan diatas adalah karena budaya mahasiswa Indonesia yang rata-rata lebih suka menyadur karya orang lain dibandingkan membuat karya yang berasal dari olah pikirnya sendiri.

 

Seperti yang banyak diceritakan oleh orang yang menulis skripsi, kendala-kendala menulis skripsi itu banyak dan akan menjadi nikmat tersendiri ketika proses itu berakhir.

Meskipun meneliti Novel itu simpel menurut kebanyakan orang, mendapatkan judul novel yang sesuai standar yang diberikan sangat sulit.

Di kota Padang novel bahasa Inggris terbaru cukup sulit untuk didapat, apalagi yang sesuai kriteria jurusan.

Novel bahasa Inggris yang banyak beredar di kota Padang antara lain novel-novel yang sudah usang dan pastinya bekas pakai.

Novel yang baru pun jika beruntung anda dapatkan adalah novel-novel dengan kategori Best Seller.

Padahal tipikal novel yang layak dijadikan skripsi menurut kampus adalah novel Arundhati Roy yang berjudul The God of Small Things.

Novel The God of Small Things merupakan novel yang banyak mendapatkan penghargaan: Man Booker Prize dan New York Times best seller.

#2 Temukan Toko Buku Yang Tepat

Sepertinya tidak hanya di Kota Padang saja seseorang mempunyai kesulitan dalam mencari novel bahasa Inggris.

Di kota besar seperti Jakarta pun demikian.

The Plot Against America by Philip Roth
The Plot Against America

Saya mendapatkan novel yang sesuai dengan kriteria dari dosen setelah mendapatkan informasi jika di Jakarta ada sebuah toko buku khusus bernama QB World.

Jadi setelah saya googling untuk kriteria novel sastra yang mendapat penghargaan, saya cek ke website QB World untuk novel yang bersangkutan.

Baca: Google Hacking Teknik Rahasia Mencari Informasi Akurat

Dari sekian banyak judul novel berbahasa inggris yang saya temukan hanya beberapa yang dimiliki oleh QB World.

Dan novel The Plot Against America karya Philip Roth menjadi pilihan saya untuk menjadi bahan penelitian saya.

Sayang sekali saat ini toko QB World ini sudah tak bisa lagi di temui.

Kabar terakhir yang saya browsing, pengelola harus menutup bisnisnya karena segmen pasar untuk karya sastra bahasa inggris tidak terlalu menguntungkan.

Dalam beberapa kali main ke mall-mall besar di ibukota ini saya melihat ada beberapa toko buku khusus yang menjual karya-karya berbahasa inggris seperti peripheral dan Gramedia, tapi jika ada yang butuh karya sastra spesifik untuk skripsi seperti yang disampaikan oleh dosen saya kira-kira ada yang mau beli langsung via amazon.com?

Inilah salah satu kekurangan yang saya temui untuk anak sastra inggris, mungkin mahasiswa bahasa asing lain juga merasakan.

Kesulitan mendapatkan literatur-literatur yang menunjang perkuliahan belum mendapatkan tempat di agenda-agenda petinggi kampus.

#3 Membahas Isu Yahudi dalam Novel dan Menjadi Peneliti Yang Objektif

Setelah mendapatkan novel yang tepat dari toko buku yang tepat, maka proses berikutnya adalah mencari pokok permasalahan yang akan diangkat menjadi topik diskusi dalam menulis skripsi.

Dari pencarian saya terhadap novel The Plot Against America saya menyadari bahwa novel ini sangat kental dengan kehidupan orang Yahudi Amerika.

Penulisnya pun, Philip Roth, adalah Yahudi Amerika.

Jadi saat mengangkat isu Yahudi Amerika di dalam novel The Plot Against America, cukup banyak perdebatan yang saya alami.

Philip Roth sebagai seorang pengarang, sangat jenius dalam membangun cerita.

Ia mengambil sejarah Amerika dimasa krisis Keuangan Global dan bagaimana keadaan global tersebut berakibat untuk keluarga Yahudi Amerika.

Selain itu Philip Roth juga membalikkan sejarah untuk mendapatkan sebuah kesan yang kuat tentang apa yang akan dialami oleh orang Amerika keturunan Yahudi jika Amerika dikuasai oleh Charles A. Lindbergh yang sangat dekat dengan pemerintahan Adolf Hilter.

Awalnya saya tidak ingin membahas soal Yahudi karena amat dekat dan mempunyai kecenderungan yang kuat untuk menjadi subjektif, tetapi setelah berdiskusi dengan beberapa teman dan juga setelah membaca beberapa tanggapan kritikus tentang novel tersebut akhirnya saya memberanikan diri untuk menulis judul skripsi The Power of American Jews in The Plot Against America.

Saya cukup lega karena dalam kisah yang diceritakan oleh Philip Roth, ada beberapa orang Yahudi yang memperlihatkan Kekuasaan Yahudi Amerika tersebut.

Bahkan orang-orang kuat atau tokoh-tokoh Yahudi Amerika yang juga ikut berperan dalam pemerintahan Amerika tergambarkan disana.

Apakah kondisi pemerintahannya dekat dengan Hitler atau tidak, selalu ada tokoh Yahudi Amerika di sekitar pemerintahan.

Itu yang saya temukan dan itu yang saya pertahankan di dalam sidang skripsi.

Teori konspirasi Yahudi banyak yang menjadi referensi saya dalam menulis skripsi.

Tetapi untungnya saya selalu diingatkan bahwa yang saya bahas itu novel yang kebetulan membahas persoalan Yahudi di Amerika dan juga fenomena-fenomena yang terdapat didalam novel tersebut.

Inilah yang saya maksud dengan objektifitas dalam menulis skripsi.

Akhir Perjalanan Terjal Menulis Skripsi

Akhir sebuah skripsi adalah sidang skripsi yang dipenuhi oleh penguji dan juga pembimbing.

Jika anda menulis sendiri skripsi yang anda buat, maka apapun hasil sidang dan bagaimana jalan sidang tentu anda nikmati.

Skripsi saya disebut-sebut sebagai penulisan yang cukup subjektif oleh salah seorang penguji.

Hal ini dikarenakan isu yang saya bawa cukup sensitif yang cenderung ke arah rasisme, tetapi dengan bekal yang kuat (berupa diskusi rutin dengan teman-teman rohis maupun non affiliate) saya berhasil meyakinkan penguji bahwa penelitian sastra yang saya lakukan adalah penelitian yang objektif dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi subjektif terhadap sebuah persoalan.

Ada dua jam, menurut teman saya yang juga menunggu giliran sidang, saya berada di dalam ruangan dengan para penguji skripsi.

Beberapa teman malah mempunyai prediksi mengerikan jika saya didalam sedang di koyak-koyak oleh penguji yang terkenal sangat killer di kampus.

Saya sendiri merasakan diskusi yang membahas skripsi tersebut jauh dari bayangan-bayangan yang mengerikan.

Bagi saya bertemu dengan penguji berarti berdiskusi lebih jauh mengenai cara saya menulis ilmiah, referensi yang saya ambil, dan cara interpretasi saya terhadap teks-teks novel The Plot Against America yang saya kutip.

Rentang waktu yang saya rasakan malah hanya sekitar 30 menit.

Meskipun suasananya sangat menyenangkan, ketika palu keputusan lulus/tidak lulus akan diketukkan, disitu saya merasakan betapa lamanya waktu berjalan.

Musyawarah dan mufakat yang diberikan kepada penguji skripsi membutuhkan ketidakhadiran orang yang diuji.

Big relief. 

Saat anda memikul beban berat dipundak dan begitu beban tersebut tidak ada lagi, tubuh anda akan merasa ringan.

Begitu juga tubuh saya saat mendengar bahwa saya lulus ujian skripsi dengan topik yang sangat sensitif.

Saking ringannya tubuh saya saat mendengar kelulusan, saya hanya bisa terisak di tempat duduk dan ditertawakan oleh para penguji yang sebagian besar wanita.

Air mata saya pun rasanya tidak berhenti berderai ketika salah seorang penguji berbisik kalau nilai yang diberikan oleh penguji cukup baik, B.

Padahal saya hanya berharap lulus dengan nilai C agar selesai masa perkuliahan di kota Padang.

Hingga hari ini satu kopi skripsi tersebut saya simpan di dalam lemari dan novel The Plot Against America, selalu saya baca dan saya bawa kemana pun.

Ada hal-hal baru yang saya gali dari novel tersebut dan semoga suatu hari saya bisa menyelesaikan menuliskannya dalam sebuah buku baru.

Kesulitan Fathin Shidqia Lubis dalam Menulis Skripsi

Fatin Shidqia Lubis, penyanyi jebolan program televisi X-Faktor, merasakan sulitnya dalam menjalankan masa-masa akhir perkuliahan di jurusan Performing Art Communication London School of Public Relation (LSPR).

Menulis skripsi itu, kata Fatin menirukan pesan dosennya, harus apa yang ada. Bukan diada-adain.

Kepada reporter kompas.com saat ditemui di acara Muslim Fashion Festival (MFF) hari Minggu (22 April 2018) Fatin mencontohkan salah satu judul skripsinya yang ditolak oleh dosen, Apa Pengaruh Judul Film Untuk Remaja SMP di Jakarta Selatan?

Dari penolakan dosen untuk judul skripsi yang absurd tersebut, penyanyi kelahiran 30 Juli 1996 itu pun mulai memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ia lakukan dalam menjalani proses akhir perkuliahan.

Tidak hanya Fatin, saya pun merasakannya ketika akan menyelesaikan kuliah di jurusan bahasa dan sastra inggris, universitas negeri padang tahun 2007 lalu.

Perjalanan seorang mahasiswa dalam melalui proses akhir pendidikannya di perguruan tinggi dengan menulis skripsi memiliki kisah menarik.

Mulai dari mencari topik permasalahaan yang akan diteliti, membuat sebuah judul penelitian, lalu kemudian menuliskan penelitian tersebut ke sebuah standar penulisan ilmiah semua tidak bisa dilakukan dengan instant.

Makanya ada orang yang akhirnya tidak mau repot dan meminta jasa orang lain untuk menuliskan tugas akhirnya berupa skripsi.

Sayangnya jalan mudah menyelesaikan skripsi diatas berakibat buruk untuk masa depan Anda, kenapa?

Anda tidak akan mendapatkan gambaran permasalahan yang diangkat dalam skripsi tersebut dengan lengkap.

Hal ini akan berakibat: Anda akan gugup ketika mendapatkan pertanyaan dari dosen penguji yang sama sekali tidak ada didalam skripsi yang diujikan.

Makanya saya sangat menyarankan kepada setiap pembaca yang bertanya tentang menulis skripsi agar membuat sendiri skripsi mereka.

Dengan menulis sendiri, kita tidak hanya memahami topik permasalahan yang kita angkat tetapi kaitannya dengan hal lain yang berada diluar konteks skripsi.

Dosen penguji itu ajaib.

Jawaban kita terhadap pertanyaan ajaib akan memberikan nilai plus, tetapi jangan juga mengada-ada.

Kalau pertanyaan ajaib dosen penguji berhubungan dengan teori yang berkaitan dengan skripsi dan kita tidak atau belum pernah mendapatkan teori tersebut, lebih baik minta baik-baik referensi mengenai teori yang disampaikan oleh dosen penguji.

Jika harus ditambahkan ke dalam skripsi, maka tambahkan seperlunya.

Jangan memaksakan teori dari dosen penguji ada, tetapi malah membuat kerangka penelitian yang sudah solid menjadi kabur.

Jadi penasaran apa judul skripsi ajaib Fatin yang akan membuatnya mendapatkan gelar sarjana dari salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta tersebut.

Kuliah Jurusan Akuntansi Susah Ga Sih?

Kuliah jurusan akuntansi susah ga sih?

Kuliah jurusan akuntansi belajar apa saja?

Kuliah jurusan akuntansi bisa kerja dimana?

Pertanyaan ini sangat-sangat membutuhkan waktu bagi saya untuk menjawabnya. Pasalnya saya cuma ketemu mata pelajaran akuntansi hanya saat sekolah dulu.

Sedangkan untuk kuliah saya sama sekali ga melirik jurusan akuntansi. Akuntansi susah dipelajari menurut saya dan juga saya lebih diarahkan untuk memilih jurusan sastra inggris karena minat saya mempelajari bahasa asing, yang menjadi bahasa pengantar untuk berkomunikasi secara internasional, tersebut lebih saya sukai.

Namun saya akan berusaha untuk memberikan informasi yang lengkap kepada pembaca pencaricerah.com. Karena kebanyakan pengakses blog ini merupakan adik-adik saya yang sedang mencari informasi pendidikan untuk masa depannya nanti.

Informasi tentang jurusan akuntansi yang akan teman-teman dapatkan merupakan rangkuman berbagai sumber: baik dari internet maupun dari pengalaman rekan kerja saya di kantor saat ini.

Jadi semoga saja tulisan tentang jurusan akuntansi ini bisa menjadi bagian dari pertimbangan jurusan yang akan teman-teman ambil saat kuliah nanti.

Jurusan kuliah akuntansi dulunya dikenal dengan nama jurusan tata buku atau pembukuan. Karena akuntansi (accounting) merupakan cabang dari ilmu ekonomi maka kamu nantinya akan berada di Fakultas Ekonomi.

Jadi secara umum jawaban saya untuk pertanyaan diatas simpel saja:

Tergantung kamu yang menjalaninya.

Kalau kamu merasa akuntansi itu bidang kamu maka kamu akan serius menjalani perkuliahan. Silahkan baliknya:

Kalau kamu merasa akuntansi itu bukan jiwa kamu maka kamu akan kesulitan menjalaninya.

Makanya memilih jurusan diperguruan tinggi itu butuh pertimbangan yang matang. Ga cukup kamu disuruh ambil jurusan akuntansi, misalnya, oleh orang tua lalu kamu masuk ke jurusan tersebut.

Sebagai siswa yang maha (mahasiswa) kamu secara psikologis harus bisa mengambil keputusan sendiri. Namun jangan juga kalau orang tua, guru, atau yang lain menyarankan kamu menyepelekan masukan mereka. Bisa kualat kamu!

Orang bilang kalau dia berasal dari jurusan akuntansi smk maka ia akan mudah menyerap materi kuliah. Anggapan ini ga sepenuhnya betul. Karena pas di smk kamu hanya diajarkan ilmu-ilmu dasar dan praktikal saja tidak mendalam pelajarannya.

Sedangkan materi kuliah jurusan akuntansi justru memberikan pemahaman yang lebih mendalam untuk praktek di dunia kerja nantinya.

Kalau kata blogger ini, akuntansi tidak hanya soal debit dan kredit saja tapi bagaimana pencatatan keuangan itu lebih terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan. Untuk metode analisa laporan keuangan sebuah perusahaan saja saya bisa mendapatkan beberapa teori berbeda.

Note: teori yang saya tidak bisa jabarkan secara rinci, karena saya orang sastra.

Mata kuliah jurusan akuntansi

Materi yang dipelajari di jurusan akuntansi bermacam-macam menyangkut hitung-hitungan dan juga transaksi keuangan. Saya sendiri saat bekerja sering berhubungan dengan anak-anak akuntan publik yang melakukan audit terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Satu angka saja yang tidak cocok pasti anak-anak akuntan publik itu memberondong saya dengan pertanyaan. Simpel sih jawabannya tapi berat untuk mengutarakan. Soalnya mereka bertanya detail tentang workflow dari awal hingga akhirnya transaksi terjadi.

Nah kalau kamu merasa sangat detail dalam melakukan segala sesuatunya jurusan akuntansi mungkin cocok untuk kamu.

Mata kuliah jurusan akuntansi antara lain:

  • Ekonomi Mikro
  • Ekonomi Makro
  • Pengantar Akuntansi (dipelajari sampai beberapa semester)
  • Pengantar Bisnis
  • Pengantar Manajemen
  • Matematika Ekonomi
  • Matematika Bisnis
  • Pengantar Aplikasi Komputer
  • Kewirausahaan
  • Ekonomi Koperasi

Mata kuliah seperti Ekonomi Makro, Ekonomi Mikro, Pengantar Bisnis, Pengantar Akuntansi merupakan contoh materi kuliah akuntansi semester 1.

Materi kuliah akuntansi semester 1 diatas merupakan mata kuliah yang akan kamu dapatkan di universitas atmajaya. Untuk lebih lengkapnya kamu dapat melihat distribusi materi kuliah dikampus tersebut.

Kuliah jurusan akuntansi bisa kerja dimana?

Pertanyaan yang kembali saya sulit untuk menjawabnya. Alasannya ya diatas tadi. Saya kuliah sasing, bukan akuntansi. Tapi jangan tekan dulu tombol back kamu soalnya daripada kamu nyari lagi di google lebih baik kamu pantengin jawaban pertanyaan tentang prospek kerja jurusan akuntansi berikut ini.

Kamu yang kuliah dijurusan akuntansi bisa berkarir di:

  1. Akuntan
  2. Internal audit
  3. Administrator perpajakan
  4. Auditor Pajak
  5. Auditor Badan Pengawas Keuangan (BPK)
  6. Konsultan keuangan
  7. Staf akuntansi perbankan
  8. Tenaga Pengajar
  9. Wirausaha
  10. Dan lain-lain.

Jadi bagaimana menurut kamu susah ga jurusan akuntansi?

Anak Akuntansi Itu…

Tidak jarang kalau ada anggapan mahasiswa yang kuliah di jurusan akuntansi itu sulit. Salah satu yang merasa jurusan akuntansi itu susah kerabat saya. Yang akhirnya memilih pindah jurusan di semester ketiga. Tapi teman kantor saya bertahan dengan kesulitan yang ia terima dan akhirnya bisa lulus kuliah walaupun tidak standar.

Anak akuntansi itu mempunyai karakter umum seperti berikut:

  1. Wajib memiliki kalkulator. Ya iyalah namanya juga jurusan yang penuh dengan perhitungan (hitung-hitung muluk). Kalkulator merupakan benda keramat yang harus selalu stand-by didalam tas. Kalau saya dulu pastinya wajib kamus Bahasa Inggris – Bahasa Indonesia yang disusun oleh M. Echols dan Hassan Shadily
  2. Pokoknya harus Balance. Prinsip anak akuntansi itu semua harus seimbang. Kalau ketemu selisih harus dicari dimana letak kesalahannya.
  3. Sering berhadapan Invinsible Money. Anak akuntansi itu menghitung duit orang hingga ratusan milyar tetapi cuma di kertas kerja doang. Ga ketemu sama fisiknya. Coba kalau liat bener duit yang dihitung, kira-kira makin semangat atau makin lemes ya ngitung duitnya?
  4. Teliti dan sangat detail. Anak akuntansi itu harus teliti dalam melihat setiap transaksi keuangan. Seperti yang sedikit saya ceritakan diatas. Untuk data random transaksi yang mulus saja mereka harus bertanya pada saya alur kerja yang saya lakukan dari awal hingga transaksi selesai.
  5. Katanya gampang cari kerja.
  6. Calon pasangan hidup idaman (?)

Jurusan yang diambil sebagai pengganti adalah jurusan manajemen. Mungkin alasan memilih jurusan ini karena prospek kerja yang menjanjikan posisi bagus di perusahaan (baca: manager). Mungkin juga alasannya memilih jurusan ini karena temannya banyak yang cepat wisuda. Alasan pastinya saya tidak tahu karena saya tidak banyak berdiskusi dengan saudara saya tersebut.

Saran nih ya: jangan tanyakan hal sensitif seperti kapan wisuda kepada mahasiswa yang mulai terlihat tidak semangat. Bahaya.

Lebih baik dukung saja apa yang diputuskan oleh teman/saudara kamu tersebut.

Oleh karena itu kalau kamu sedang menimbang-nimbang pilihan kuliah jurusan akuntansi atau manajemen, cobalah gali informasi lebih dalam. Kemudian kamu kira-kira kemampuan kamu untuk masuk jurusan tersebut. Saya berharap tulisan singkat ini bisa menjawab pertanyaan tentang kuliah jurusan akuntansi itu susah ga sih.

Kalau kamu ada pertanyaan lain silahkan meninggalkan komentar. Atau bagikan tulisan ini di medsos kamu jika ada kerabat yang akan kuliah.

Indeks Prestasi Kumulatif, Unsur Penting Yang Dilupakan Mahasiswa

Sebagai mahasiswa saya orang yang cukup berhati-hati soal IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif. Pasalnya ketika saya membaca iklan lowongan kerja baik di surat kabar maupun di portal lowongan kerja, IPK merupakan salah satu persyaratan yang cukup sering saya temukan.

Pendapat saya diatas mungkin saja anda patahkan dengan menyebutkan orang-orang kaya seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, atau almarhum Bob Sadino tidak peduli dengan hasil Indeks Prestasi Kumulatif ini. Tidak salah memang tetapi lihat saja orang-orang tersebut, mereka tidak kuliah dan menjadi seorang pengusaha. Kalau anda kuliah dan ingin bekerja di perusahaan (bukan menjadi pengusaha) sebaiknya jangan gunakan alasan tersebut untuk pembenaran sikap masa bodoh dengan berapa nilai IPK yang anda peroleh saat ini.

Atau mungkin juga orang tua anda salah satu orang terkaya di Indonesia jadi anda tidak perlu repot-repot memikirkan berapa IPK anda nanti karena sudah ada bisnis warisan yang akan anda jalankan.

Tapi saya pun membaca anak-anak orang kaya seperti anak-anak konglomerat dunia diajarkan untuk tidak menyepelekan pendidikan. Dan mereka pun gengsi untuk hidup dibawah bayang-bayang orang tua mereka yang kaya. Maka tidak heran jika anak seorang Bill Gates, Jenifer Gates, malah serius kuliah di jurusan Biologi Universitas Stanford. (sumber)

Jadi saya balik lagi, kalau anak konglomerat dunia saja serius kuliah kenapa KAMU yang bukan anak orang kaya malas-malasan?

Pentingnya Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Untuk Mahasiswa

Pentingnya nilai Indeks Prestasi Kumulatif yang akan anda bawa untuk melamar pekerjaan nantinya dirasakan dengan sangat oleh kerabat saya yang baru selesai kuliah tahun ini. Ketika kuliah kerabat saya ini sangat tidak peduli dengan nilai Indeks Prestasi yang ia peroleh setiap semester. Padahal IP per semester yang didapat menentukan nilai IPK di akhir kuliah nanti.

Ke-tidakpedulian-nya terhadap kuliah yang sedang diikuti membuat kedua orang tua kerabat saya ini pusing. Sudah banyak orang yang menasehatinya untuk serius kuliah, perbaiki Indeks Prestasi tetapi tetap saja nasehat dan saran numpang lewat saja di kupingnya.

Orang tua tentu khawatir bagaimana masa depan anak mereka jika nilai yang dibawa dibawah standar yang ditentukan setiap perusahaan, ipk 2.75. Lulusan universitas terkenal dengan IPK diatas standar saja susah untuk diterima oleh perusahaan bonafide apatah lagi lulusan yang nilainya jauh dibawah standar.

Ketika berdiskusi dengan orang tua kerabat saya ini, saya mencoba untuk memberi harapan kepada mereka. IPK tidak standar kalau punya keahlian tertentu pasti akan tertutupi, begitu kira-kira kata-kata penyemangat saya. Sayang orang tua kerabat saya itupun mengatakan kalau anaknya malah tidak mempunyai keahlian apa pun sebagai penyeimbang kekurangan indeks prestasi kumulatif yang ia dapatkan.

Sampai detik tersebut saya terdiam dan berdoa semoga saja Allah memberikan rezeki yang paling baik di sisinya.

Dan sekarang kerabat saya tersebut menyesal dengan nilai IPK dibawah standar yang ia bawa pulang. Penyesalan memang selalu datang belakangan, kalau didepan namanya Downpayment 🙂 (garing yak). Saya berharap pengalaman dari kerabat saya yang kini menyesal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi anda, mahasiswa maupun calon mahasiswa. Jangan sekali-kali menyepelekan IPK yang akan menjadi modal anda saat melamar kerja.

Cara Menghitung nilai IPK Sederhana

Jika saat ini anda baru masuk kuliah, ada baiknya anda mempersiapkan sebuah file excell ataupun di google docs untuk memonitor pergerakan nilai anda per semester. Didalam file yang anda buat untuk menghitung nilai Indeks Prestasi Kumulatif tersebut anda cukup membuat kolom

  1. mata kuliah
  2. beban mata kuliah
  3. Indeks Prestasi
  4. dan terakhir perolehan Indeks Prestasi Kumulatif sementara

Pada kolom mata kuliah pastinya anda harus mengisi judul mata kuliah yang anda ikuti pada semester berjalan. Misal jika saat ini anda kuliah di jurusan sastra inggris dan mengambil mata kuliah dasar jurusan seperti Listening 1, maka anda tuliskan Listening 1 pada kolom mata kuliah.

Pada kolom kedua anda ketikkan beban mata kuliah yang diambil. Contoh, di mata kuliah Listening 1 beban sks yang harus anda ambil adalah 2 sks. Jadi anda cukup ketik 2 di kolom tersebut.

Pada kolom Indeks Prestasi, anda harus membuat rumus dulu sebelumnya. Jadi tujuannya ketika anda mendapatkan nilai A untuk mata kuliah Listening 1 maka anda bisa menghitung Indeks Prestasi anda di mata kuliah Listening di Semester pertama.

Sayangnya patokan nilai untuk menghitung IP anda ini bisa berbeda-beda untuk masing-masing perguruan tinggi. Contoh ketika saya kuliah pedoman nilai itu ada A, B, C, D, dan E. Jika mata kuliah yang diambil mendapat nilai A berarti IP yang anda dapatkan adalah 4 dikali 2 (beban sks). Untuk nilai B berarti nilai yang anda isi 3, C bernilai 2, dan D bernilai 1. Untuk nilai E anggap saja 0 (nol).

Di Universitas Andalas, nilai yang digunakan tidak seperti diatas. Nilai yang diberikan kepada mahasiswa berkisar pada A+, A, A-, B+, B, B-, C+, C, dan D. Jadi rumusan yang akan saya berikan untuk menghitung indeks prestasi kumulatif sementara tidak dapat hasil yang pasti. Untuk hal ini anda harus membuat rumusannya sendiri, mohon maaf.

BTW saya cari dulu file yang pernah saya gunakan untuk memonitor nilai IPK saya waktu kuliah. Sekali lagi saya mohon maaf.

Cara Mendongkrak Indeks Prestasi Kumulatif

Seperti yang saya sampaikan diatas anda sebagai mahasiswa harus memonitor nilai IPK sedari awal kuliah atau sejak semester pertama. Ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mendongkrak indeks prestasi anda setiap semester. Tiga cara yang paling sering disampaikan oleh beberapa senior saya dan terbukti mendongkrak indeks prestasi saya di beberapa semester adalah

  1. selalu mengikuti kegiatan perkuliahan
  2. selalu menyelesaikan tugas tepat waktu
  3. berpakaian yang pantas dan rapi setiap kuliah

Standar memang.

Jika anda tanyakan kepada setiap senior kampus mana pun tiga cara ini saya yakin selalu disampaikan oleh senior anda atau pembimbing akademik anda.

Selain tiga hal standar diatas ada trik lain yang harus anda lakukan agar anda bisa mendapatkan IPK yang membuat orang tua bangga, dan perusahaan antre untuk mendapatkan anda sebagai karyawan mereka. Trik-trik ini dibahas secara rinci oleh mas Agus M. Irkham di buku 24 Cara Mendongkrak IPK terbitan Pro U Media. Buku yang diterbitkan di tahun 2012 seharusnya dibaca oleh kerabat saya. Sayang penyakit malas baca (yang harusnya tidak dimiliki oleh seorang mahasiswa) menjangkiti kerabat saya tersebut.

Buku ini hanya disimpan di lemari dan sepertinya tidak dibaca oleh kerabat saya tersebut. Sekarang hanya penyesalan yang ia dapatkan. Buku yang diterbitkan oleh penerbit Pro U Media, Yogyakarta ini saya beli lewat tokopedia.com.

Saya harap tulisan ini bermanfaat bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa yang sempat mampir di blog pencaricerah.com.

 

Tempat Magang Sastra Inggris Yang Paling Ideal, No.1 Paling Favorit

Tempat magang sastra inggris? Emang ada? Itu pertanyaan saya yang muncul ketika membaca tulisan dari blogger Ran-Chan no Hibi. Sebagai alumni sastra inggris saya sama sekali baru tahu kalau ternyata ada tempat magang bagi mahasiswa sastra inggris. Seandainya informasi ini saya dapatkan ketika kuliah tentu jalan hidup saya berbeda.

Karena itu saya ingin membagikan informasi yang cukup penting bagi kamu, mahasiswa sastra inggris, yaitu tempat magang sastra inggris.

Magang itu apa sih? Magang adalah sebuah kesempatan untuk mengintegrasikan pengalaman yang berhubungan dengan karir ke dalam pendidikan sarjana dengan berpartisipasi dalam pekerjaan yang terencana dan diawasi. (https://ekoyanto.files.wordpress.com/2011/11/apakah-magang-itu1.pps)

Dari pengertian diatas maka anda akan melihat ada perbedaan antara magang dan kerja sambilan. Walaupun sama-sama diawasi dan pekerjaan yang dilakukan terencana, perbedaan magang dan kerja sambilan terdapat dalam hubungannya dengan pendidikan sarjana.

Dalam konteks ini dapat kamu lihat kalau magang itu selain untuk karir juga menghubungkan antara teori dan praktek di lapangan. Bagi mahasiswa sastra inggris dari daerah, seperti saya, kesempatan magang ini tidak saya dapatkan. Mungkin pihak universitas masih belum bekerja sama dengan tempat magang sastra inggris waktu itu. (Semoga saja sekarang sudah.)

Dengan membagikan informasi tempat magang sastra inggris saya harapkan rekan-rekan saya yang kuliah di jurusan sastra inggris, apalagi di daerah, bisa lebih termotivasi lagi untuk menyelesaikan kuliah dengan prestasi. Karena selain nilai transkrip yang berkilau, pengalaman kerja akan membuat kamu jauh lebih mudah untuk diterima di sebuah perusahaan (atau malah kementerian nantinya).

tempat magang sastra inggris

15 Tempat Magang Sastra Inggris by Ran-Chan no Hibi

  1. Kementerian Luar Negeri
    Bagi kamu, mahasiswa sastra inggris, yang punya cita-cita menjadi duta besar Republik Indonesia di luar negeri coba mulai dengan mengikuti program magang dari kementerian tersebut.
    Menurut situs resmi KEMENLU ada tiga unit kerja yang selalu membuka program magang, yaitu Direktorat Diplomasi Publik, Direktorat Informasi dan Media, dan Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Deplu (BPPK).
    Syarat mengikuti program magang di unit-unit terkait hampir sama dengan mengikuti program magang di tempat lain yaitu: menulis surat lamaran yang ditujukan kepada pimpinan eselon II unit terkait (berisi tujuan dan maksud melakukan magang di unit terkait), mengirim berkas berupa Curriculum Vitae, Transkrip Nilai resmi (yang dikeluarkan oleh Universitas), Surat Keterangan dari Pihak Kampus, Minimal kuliah semester 5.
  2. Kedutaan Besar dan Konsulat Jendral Negara Tetangga
    Selain di kementerian luar negeri, tempat magang mahasiswa sastra inggris bisa juga dilakukan di kantor-kantor perwakilan resmi negara sahabat yang berada di daerah kamu. Contohnya bagi kamu yang berada di Jakarta, Kedutaan Besar Amerika Serikat yang beralamatkan di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 3 – 5 membuka kesempatan untuk merasakan bagaimana bekerja di sebuah kantor urusan diplomatik. Unit-unit kerja yang menerima program magang seperti Human Resources, Program Office USAID, Foreign Commercial Service (FCS), Office of Financial Management/USAID, Public Affairs Section-Cultural Office, Public Affairs Section – Information Office (PAS-IO).
    Karena program magang pihak kedutaan tidak menjanjikan adanya benefit keuangan tetapi menjanjikan pengalaman yang berharga saat bekerja. Untuk kamu yang sedang berada di Jakarta atau Surabaya silahkan mencoba ikut program tersebut melalui link resmi kedutaan Amerika Serikat.
    program internship Kedubes Amerika Serikat
  3. Balai Bahasa Provinsi
    (sedang menunggu jawaban salah satu balai bahasa di Indonesia untuk program magang ini. dalam navigasi situs yang ada tidak disebutkan jika di balai bahasa provinsi membuka program magang)
  4. Advertising Company
    Mahasiswa sastra inggris itu tidak hanya belajar tentang sastra inggris atau bahasa inggris saja. Kalau dosen saya dulu bilang mahasiswa sastra inggris harus kreatif. Dan tempat magang untuk mahasiswa jurusan sastra inggris yang paling tepat untuk kamu yang merasa kreatif dan selalu mempunyai ide-ide yang out of the box adalah media periklanan.
    Sebagai sebuah sarana promosi sebuah brand atau produk yang dijual membutuhkan sebuah perhatian dari target konsumennya. Seperti yang dikisahkan oleh blogger seventogatorop di blognya saat harus melakukan Trans-create untuk leaflet produk Nokia Lumia yang baru.
    Leaflet dari brand tidak selalu menggunakan bahasa Indonesia, seringkali bahasa yang digunakan dalam leafletnya menggunakan bahasa Inggris. Maka tugas anak magang seperti seventogatorop dan juga seniornya di media periklanan adalah menerjemahkan dan membuat bahasa baru agar pesan dari produk tersebut dapat tersampaikan ke calon konsumen Nokia di Indonesia.
  5. Agen Penerjemah
  6. Hotel dan Tempat Parawisata
  7. Dinas Parawisata Kota / Bagian Humas & Protokol Kota
  8. Portal Berita/Media Online
  9. Koran / Majalah / Tabloid
  10. Radio / Televisi
  11. Penerbit Buku
  12. Yayasan Sosial Yang Mendapat Hibah dari Luar Negeri
  13. Tempat Kursus Bahasa Inggris
  14. Konsultan Pendidikan Luar Negeri
  15. Perusahaan Tour dan Travel

Itu tempat magang sastra inggris jadi masih bilang kalau peluang kerja sastra inggris itu sempit?

(maaf ada order masuk, saya kerjakan dulu. Nanti saya sambung lagi untuk membahas lebih detail tempat magang sastra inggris. Jangan lupa subscribe agar nanti bisa saya hubungi lagi untuk bahasan lengkap artikel penting ini.)

sumber inspirasi: Ran-chan no Hibi

Kuliah itu Susah Ga Sih? Ini Jawabannya

Pertanyaan diatas saya terima dalam salah satu komentar artikel blog saya. Judul artikel yang dibaca oleh rekan kita berjudul 15 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi. Postingan tersebut menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh seorang calon mahasiswa yang pernah di posting di situs yahoo answer. Dan ternyata dari 15 pertanyaan yang sudah saya jawab tersebut, kuliah itu susah ga sih belum saya terima.

Terima kasih kepada Monica Putri Adhistyana yang telah memberikan pertanyaan yang sangat bagus tersebut di kolom komentar.

Kuliah itu susah ga sih? Pertanyaan ini agak sulit saya menjawabnya. Lama saya memikirkannya. Saya mencoba untuk mengingat-ingat kembali masa-masa kuliah saya di jurusan sastra inggris Universitas Negeri Padang.

Jika saya membawakan diri sebagai seorang calon mahasiswa, rasanya kuliah itu susah. Kenapa? Selama saya sekolah di SMU Negeri 2 Bukittinggi hampir semua metode belajar mengajar sama saja. CBSA, Catat Buku Sampai Abis.

Saya tidak tahu bagaimana metode belajar mengajar sekolah saat ini. Dulu saya diharuskan membuat ringkasan bab per bab buku pedoman belajar yang dipinjamkan sekolah. Bahasa Inggris, Fisika, Kimia, Matematika, Kesenian semua harus diringkas. Alhasil kalau saya lagi malas membaca saya pinjam buku catatan teman untuk saya kopi paste atau saya ringkas lagi dari ringkasan teman tersebut. hehehe…

Guru pun lebih banyak berbicara di depan kelas, meskipun beberapa kali meminta interaksi dari murid-muridnya budaya catat buku sampai abis ini tidak memberikan interaksi yang dimaksud. Kadang ketika guru menerangkan satu bab dari pelajaran yang saya ringkas semalam, saya membaca komik di bawah meja. Atau menyamarkan komik tersebut di atas buku catatan. jadi seakan-akan saya menulis keterangan guru tersebut.

kuliah itu susah ga sih?
gambar dari duniadosen.com

Situasi belajar mengajar di sekolah beda dengan kuliah. Saat kuliah dosen hanya memberikan fasilitas untuk bertanya seputar materi kuliah yang tidak anda mengerti. Justru mahasiswa (saya, dan anda mungkin) yang harus aktif mencari segala referensi tentang apa yang sedang anda pelajari.

Jadi contohnya begini. Ketika saya mengambil mata kuliah prose, dosen saya mengharapkan semua mahasiswa yang mengikuti mata kuliah dibawah bimbingan beliau untuk mempunyai interpretasi sendiri setelah membaca cerpen bahasa inggris.

Interpretasi itu beda ya dengan menceritakan kembali. Interpretasi itu lebih kepada membahas masalah sosial, budaya, pendalaman karakter, simbol-simbol yang terdapat di karya sastra yang sudah dibaca.

Nah, perubahan ini yang sangat sulit saya ikuti. Biasanya abis baca trus diringkas sekarang disuruh untuk memaparkan pendapat pribadi yang didukung dengan sumber-sumber ilmiah. Dan lebih susah lagi ketika anda bikin makalah sebagai tugas akhir atau tugas mingguan.

Kalau anda biasanya cuma copas materi dari internet tanpa mengerti apa yang ditulis oleh orang tersebut kemudian anda kumpulkan makalah itu seperti anda yang menulisnya (tulisan original), dosen cepat tahu loh. Kenapa? Parameter sejauh mana anda bisa “kepintaran” anda itu ada pada beliau berdasarkan diskusi di dalam kelas.

Jadi jika anda tidak bisa mempertanggungjawabkan tulisan anda di makalah mingguan atau tugas akhir. Siap-siaplah anda digojlok dengan lebih keras lagi oleh dosen yang bersangkutan.

Itu dari pengalaman saya ya. Jadi menjawab pertanyaan kuliah itu susah ga sih? Saya harus bilang kuliah itu susah, apalagi jika anda ikut-ikutan ambil jurusan yang tidak anda sukai sama sekali. Lebih kelam lagi masa studi anda ketika jurusan tidak anda sukai, tidak anda minati dan tidak ada sama sekali kemampuan anda mendalami jurusan tersebut.

Saya bilang parah orang yang saya sebut tadi karena setelah ia beruntung selesai kuliah, ia akan kesulitan untuk menentukan karir. Teman baru saya di kantor contohnya (maaf harus anonim takut ketahuan orang tua). Ia kuliah di jurusan akuntansi, selesai kuliah lebih dari empat tahun. Lulus kuliah hanya sebagai hadiah untuk orang tua menurut pengakuannya pada saya.

Minat teman baru saya itu ternyata hampir sama dengan saya. Yaitu membuat konten online yang bernilai dan bermanfaat untuk semua orang. Dan dia baru menyadari passion tersebut ketika ia sudah bekerja.

Sayangkan guys kuliah tidak ditempat yang kamu sendiri tidak sukai?

Ada lagi nih yang bikin kamu mesti bertanya kuliah itu susah ga sih? Poin yang kedua adalah mengatur jadwal kuliah. Jadwal perkuliahan itu beda banget dengan jadwal mata pelajaran di sekolah. Kalau disekolah mata pelajaran IPA, IPS, Agama, Olahraga dan lain-lain itu sudah ditetapkan oleh Sekolah. Dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore (eh kok jadi kayak kerja kantoran ya?) anda tinggal menjalankan program yang sudah ada.

Di kuliah lain lagi. Anda harus pintar-pintar melihat jadwal. Kalau anda suka dan ingin selesai kuliah lebih cepat anda tinggal memenuhi jadwal kuliah selama satu hari. Atau anda tinggal milih kuliah pagi dan menghindari jadwal kuliah di sore hari. (Saya pribadi lebih memilih ambil kuliah pagi karena otak lebih fresh di pagi hari dibanding sore hari).

Tantangannya adalah di jadwal tersebut. Meskipun bisa bebas memilih mata kuliah yang ingin diikuti jadwal mata kuliah tersebut sudah ditetapkan oleh pihak fakultas. Saya pernah di suatu semester ingin lebih santai kuliah, tetapi jadwal mata kuliah yang keluar di semester tersebut ternyata mata kuliah wajib jurusan. Akhirnya saya melupakan keinginan untuk kuliah dengan santai.

Hal lain yang membuat saya sebal dengan jadwal mata kuliah yang telah ditetapkan adalah perubahan jadwa. Jadi begini. Ketika mau masuk masa studi anda diharuskan memilih mata kuliah mana saja yang ingin diikuti. Kala itu saya ingin mengikuti mata kuliah Pengantar Jurnalistik dan juga mata kuliah phonetics. Jadwalnya berdekatan, Pengantar Jurnalistik pagi sekitar jam 9 dan Phonetics di jam 11. Jadi saya pikir setelah shalat zuhur saya bisa main dulu sebelum balik ke kosan.

Saya isilah kartu rencana studi (KRS) dengan dua mata kuliah tersebut. Beberapa hari kemudian, tidak lama setelah KRS dicetak dan uang kuliah di bayarkan ada pengumuman di jurusan jika perubahan jadwal mata kuliah. Dan dua mata kuliah yang saya ingin pelajari ternyata jadwalnya bentrok. Suka tidak suka saya harus memilih ambil Pengantar Jurnalistik atau Phonetics.

Berhubung Phonetics termasuk mata kuliah wajib jurusan maka saya memilih Phonetics. Dan akhirnya saya tidak pernah mengikuti mata kuliah Pengantar Jurnalistik.

Ini realita jadwal kuliah yang membuat susah mahasiswa. Kok bisa jadwal yang telah ditetapkan diawal bisa berubah?

Kisah-kisah diatas cuma sebagian dari pengalaman saya selama kuliah. Meskipun terlihat ribet, susah, dan sebagainya-dan sebagainya jika dijalanin dengan tekad yang kuat semua kesusahan itu menjadi sebuah perjalanan yang manis. Bahkan jadi bahan becandaan kalau lagi ngumpul sama teman.

Jadi menurut anda kuliah itu susah ga sih?

Salut, TKW INI Kuliah Sastra Inggris di Universitas Terbuka

Namanya Anisa saat ini ia sedang melanjutkan S2 Sastra Inggris UI. Tapi siapa yang menyangka jika mahasiswa baru magister sastra inggris tersebut sebelumnya bekerja sebagai salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Singapura.

Hal yang sama juga dilakukan oleh buruh migran lainnya bernama Setyana atau dipanggil Ana yang menjadi buruh migran di Taiwan. Harus meninggalkan tanah air di usia 18 tahun, Ana ingin melanjutkan pendidikan di University Central National Taiwan. Keterbatasan yang ia hadapi selama kuliah dan juga bekerja di luar negeri tidak mematahkan mimpinya mengejar gelar Sarjana dan juga mengubah hidup keluarga.

Bagi Ana dan Anisa, pendidikan mendapatkan prioritas yang paling utama selain mempertahankan pekerjaannya di luar negeri. Tidak ingin menjadi buruh migran selamanya adalah motivasi yang sama antara Ana dan Anisa. Dan seperti latar belakang buruh migran yang lain kedua mahasiswa Universitas Terbuka ini sama-sama berasal dari keluarga yang tidak mampu.

Anisa dan Ana adalah contoh dari buruh migran yang kuliah sastra inggris di Universitas Terbuka yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kuliah sastra inggris di universitas terbuka tidak mudah untuk dijalankan oleh para buruh migran. Ana mengisahkan tantangan perjalanannya selama menjalani perkuliahan di UT kepada kontributor Rappler.

Kebanyakan majikan yang mempekerjakan buruh migran Indonesia tidak mendukung keinginan para buruh untuk melanjutkan pendidikan. Ana menceritakan ketidaksetujuan majikannya di taiwan, “Kamu tak gaji, harus ikutin kataku (bekerja).”

Ana sendiri termasuk buruh migran yang beruntung karena masih mempunyai banyak waktu untuk kuliah. Tidak sedikit teman-teman Ana yang mengikuti kuliah sastra inggris di Universitas Terbuka harus belajar secara sembunyi-sembunyi. Oleh karena tidak didukung oleh majikan Ana sering tidak menghadiri kuliah tatap muka yang diadakan sebulan sekali. Di lain waktu Ana terpaksa mengumpulkan tugas lewat dari waktu yang ditentukan.

Selain tidak adanya dukungan dari pemberi kerja, kendala teknis juga sering dihadapi oleh mahasiswa yang kuliah di Universitas Terbuka. Dua diantaranya seperti diungkapkan Ana pada Rappler, koneksi internet yang buruk dan juga server UT sendiri yang sering tidak bisa diakses.

Setyana, yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur ini, berencana untuk meninggalkan buruh migran untuk bekerja di kantor imigrasi atau lembaga profesional lainnya. Dengan modal yang ia punyai sekarang tentu impian tersebut selangkah lagi akan ia capai.

mahasiswa yang kuliah sastra inggris di Universitas Terbuka berdialog dengan Presiden Taiwan

Linda A. Gumelar, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Terbuka (IKA UT), menyebutkan jika minat para tenaga kerja wanita menambah pengetahuan sangat tinggi. Contohnya untuk para TKW di Singapura, mahasiswa yang mengikuti perkuliahan di UT jumlahnya mencapai kurang lebih 350 orang.

Linda berharap Anisa, Setyana dan teman-teman TKW lainnya mampu untuk berkarya lebih baik lagi di Indonesia.

Saat ini banyak TKW yang mengikuti perkuliahan di Universitas Terbuka. Para mahasiswa tersebar di 28 negara termasuk Singapura. Harapan para TKW ini tidak muluk-muluk yaitu bisa lulus program perkuliahan dan bekerja dengan layak di Indonesia. Seperti pengakuan Destra pada postkotanews baru-baru ini

“Mudah-mudahan tahun depan saya lulus dan ingin kembali dan bekerja di Indonesia setelah hampir 6 tahun tinggal di Singapura.”

Destra adalah salah satu mahasiswa UT yang berasal dari Banyumas. Ia dan 11 orang mahasiswa UT lain dari Singapura sedang bersilaturahim ke kampus UT Pondok Cabe.

Meskipun sudah lama berdiri tetapi masih banyak rakyat Indonesia (calon mahasiswa) yang tidak mengetahui jika Universitas Terbuka tidak kalah dengan Universitas yang sudah dikenal saat ini. Biasanya para guru di pelosok daerah mengikuti program dari Universitas Terbuka untuk mendapatkan gelar Sarjana sebagai salah satu syarat untuk program sertifikasi dari pemerintah.

Selain dari biaya kuliah yang lebih terjangkau, waktu perkuliahan di Universitas Terbuka lebih fleksibel dibandingkan jadwal perkuliahan di universitas-universitas pada umumnya.

Beda Konsentrasi Sastra dan Linguistik Di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris

Beda konsentrasi sastra dan linguistik itu apa sih? Pertanyaan ini sebenarnya sudah saya jawab di beberapa postingan khususnya pada kolom komentar tetapi karena masih sering ditanyakan oleh calon mahasiswa baru saya memilih untuk membuat postingan tersendiri untuk menjawab pertanyaan ini.

beda konsentrasi sastra dan linguistik membuat dilema mahasiswa sastra
sumber gambar shohibessir.blogspot.com

Tidak seperti jurusan kuliah yang lain, jurusan bahasa dan sastra inggris mempunyai dua cabang yang dapat diambil oleh mahasiswa di tahun ketiga (dengan catatan kuliahnya lancarnya). Cabang sastra itu dibagi atas konsentrasi sastra dan konsentrasi linguistik.

Nah, apa perbedaan antara dua konsentrasi atau program pendidikan tersebut?

Beda konsentrasi sastra dan linguistik terletak dari mata kuliah yang akan dijalani. Jika anda memilih konsentrasi sastra maka anda akan lebih banyak membaca karya sastra sedangkan jika anda memilih konsentrasi linguistik anda akan banyak menganalisa bagaimana bahasa bisa dibentuk.

Sebelum memilih sastra dibanding linguistik sebagai konsentrasi pendidikan saya waktu kuliah, saya pun merasa bingung harus memilih konsentrasi yang mana. Teman-teman saya kala itu menghindari konsentrasi sastra dengan alasan dosennya yang terlalu killer.

Saya sendiri suka membaca karya sastra khususnya manga atau komik jepang. Saya bisa membaca komik seharian penuh di taman bacaan (semacam tempat penyewaan novel dan komik di tempat asal saya). Selain suka membaca saya juga menyadari kemampuan saya dalam menyerap materi kuliah linguistik terbatas. Bagi saya linguistik terlalu njelimet, tidak terlalu saya sukai.

Akhirnya kebimbangan saya diputuskan saat hasil mata kuliah introduction to literature dan introduction to linguistik keluar. Nilai mata kuliah introduction to literature saya ternyata lebih tinggi dibandingkan introduction to linguistik.

Jadi …

Bagi yang suka membaca karya sastra memilih konsentrasi sastra adalah pilihan yang terbaik. Dengan memilih konsentrasi sastra anda akan memuaskan dahaga untuk membaca semua karya sastra tanpa merasa terbebani.

(Padahal beban membaca itu sudah ada di dalam masyarakat Indonesia secara kultural. Buktinya budaya baca masyarakat Indonesia masih rendah.)

Mungkin anda mengenal karya sastra itu hanya berbentuk novel, cerita pendek, puisi, naskah drama dan lain sebagainya. Tetapi perkembangan ilmu sastra telah meningkat sejak pertama kali sastra menjadi salah satu kurikulum di perguruan tinggi.

Komik, film, video clip, lirik lagu (lagu) dan budaya populer lainnya dapat masuk dalam kategori karya sastra. Mahasiswa sastra dan para akademisi lainnya mempunyai kewajiban untuk menjelaskan kepada masyarakat umum tentang karya sastra.

Linguistik merupakan konsentrasi pendidikan bahasa yang membahas bahasa itu sendiri. Mulai dari makna bahasa, bentuk bahasa hingga konteks bahasa itu sendiri. Dalam sastra inggris berarti anda akan membahasa makna bahasa inggris yang digunakan seseorang, bentuk bahasa inggris tersebut, dan konteks bahasa inggris dalam pemakaiannya.

Contohnya adalah dialek yang digunakan oleh orang-orang Afrika-Amerika. Atau jika anda pernah mendengar dengan seksama bahasa inggris orang yang tinggal di Inggris Raya mempunyai perbedaan dengan bahasa inggris orang yang tinggal di Amerika Serikat.

Kalau dicontohkan ke konteks Bahasa Indonesia maka anda akan belajar bagaimana orang minang membentuk Bahasa Indonesia, dan bagaimana orang betawi membentuk Bahasa Indonesia. Hal pertama yang dapat anda perhatikan adalah dialek yang digunakan baik oleh orang minang dan orang betawi. Bahkan anda bisa menebak daerah asal seseorang (atau dalam konteks ini suku seseorang) dari cara penggunaan bahasa mereka.

Meskipun beda konsentrasi sastra dan linguistik, sebagai mahasiswa anda akan mendapatkan dasar-dasar dari sastra dan linguistik sejak semester pertama kuliah.