tips-blogging

Cara Migrasi Hosting Dari Blogger.com ke WordPress Selfhosting

Cara Migrasi Hosting dari Blogger.com ke WordPress Selfhosted – Dulu saya berpikir kenapa harus beli hosting sendiri dan menggunakan wordpress untuk membuat website. Tapi lama kelamaan saya merasakan kalau blog pencaricerah.com harus menjadi ladang baru untuk bermanfaat dan juga mendapatkan penghasilan. Blogger.com dengan segala fiturnya memang tidak ada bandingannya tetapi wordpress, menurut beberapa blogger, jauh lebih menjanjikan untuk menghasilkan uang.
Memindahkan konten-konten yang sudah saya terbitkan di blogger.com ke hosting baru dengan platform wordpress merupakan tantangan yang berat bagi saya. Latar belakang saya sebagai seorang sarjana bahasa membuat saya agak takut ketika saya memulai proses migrasi ke hosting baru, justru bukan keuntungan yang saya dapatkan. Maka saya mulai mencari informasi tentang cara migrasi hosting dari blogger.com ke wordpress melalui google dan mencatat secara rinci langkah-langkah yang mesti saya lakukan.
Tulisan cara migrasi hosting dari blogger.com ke wordpress selfhosting ini bisa dibilang berbagi pengalaman kepada Anda yang mempunyai keinginan yang sama.

Kenapa Pindah dari Blogger ke WordPress?

Alasan saya memilih wordpress sebagai pengganti blogger tidak lain karena kemudahan untuk menggunakannya. Sebelumnya saya pernah membuat website pribadi di situs wordpress.com. Masa saya menggunakan wordpress hampir sama lamanya dengan saya menggunakan blogger.
Keduanya saya gunakan setelah situs blogging bernama multiply.com tutup dan berubah menjadi situs e-commerce. Itu semua terjadi di tahun 2002.
Baik blogger maupun wordpress.com sama-sama memudahkan saya yang tidak paham tentang desain website untuk memiliki website personal. Bahkan dengan membeli domain tingkat atas atau yang lebih keren bernama Top Level Domain website yang menggunakan blogger atau wordpress bisa terlihat profesional dimata pengunjung.
Selama saya menggunakan wordpress.com dengan TLD saya bahkan mendapat penghasilan dengan menayangkan iklan dari program periklanan mereka yang bernama WordAds. Sekilas program ini hampir sama dengan program milik google yang bernama Adsense, tetapi penghasilan yang diberikan oleh WordAds jauh lebih baik dibandingkan Adsense.
Menurut saya pribadi loh yah, kalau menurut yang lain (blogger lain) mungkin berbeda.
Blogger hanya membutuhkan sebuah theme yang mendukung pengoptimalan letak posisi iklan yang telah ditetapkan oleh tim.
Migrasi hosting dari wordpress.com ke selfhosted wordpress saya lakukan setelah mendapatkan penghasilan perdana dari program wordads ini. Dengan setengah dari penghasilan yang saya dapatkan saya berinvestasi dengan menyewa hosting di situs layanan fastcomet.
Blog kandrawilko.info pun pernah saya pindahkan dari blogger ke fastcomet. Hanya saja saya melakukannya sebagai proyek coba-coba.
Jika anda sedang mencari webhosting terbaik maka mencoba salah satu provider tidak ada salahnya karena jika anda tidak melakukan trial sebelumnya anda tidak akan tahu bagaimana kualitas dari webhosting yang anda pilih.
Sebelum proses migrasi hosting dari wordpress.com ke managed wordpress fastcomet saya pernah langsung menyewa hosting selama setahun dari situs layanan hosting Indonesia. Pertimbangan saya memilih situs layanan hosting tersebut kala itu adalah
  1. biaya maintainance yang murah. Anda tahu sendiri jika beli barang dengan mata uang asing seperti dolar ada ancaman biaya operasional yang naik turun karena fluktuasi mata uang.
  2. saya tidak harus menggunakan kartu kredit bank mega. Menggunakan kartu kredit pada prinsipnya adalah Tidak Boleh dalam ajaran agama saya, tetapi setelah pengalaman buruk tersebut terpaksa saya mengambil keputusan untuk tetap menggunakannya sebagai alat pembayaran untuk poin satu.
  3. kebanyakan saya menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar, karena itu dulu saya berpikir “mubazir mempunyai hosting di luar negeri tetapi viewer target tetap berbahasa Indonesia, mending hosting di dalam negeri agar lebih cepat di akses.”
Sayang pertimbangan-pertimbangan tersebut tidak terealisasi ketika menggunakan hosting indonesia. Makanya saya pilih fastcomet yang telah direkomendasikan oleh dua orang teman blogger saya.
Saya tidak memandang sebelah mata situs layanan hosting Indonesia tetapi jika anda ingin agar blog anda menjadi lebih baik dalam banyak hal semoga kisah saya dalam pembuka artikel ini bisa membantu anda.
Sekarang mari kita lanjutkan artikel migrasi hosting dari blogger ke wordpress selfhosted tadi

Persiapan Pindah hosting dari Blogger ke Managed WordPress Hosting Fastcomet

Apa yang harus dipersiapkan untuk pindah hosting dari blogger.com/blogspot ke selfhosted wordpress?
Dari pengalaman saya untuk pindah hosting dari blogspot ke wordpress ini anda cukup mempersiapkan
  1. tempat hosting untuk blog baru yang sudah terinstal wordpress.
  2. mengimpor semua postingan, laman statis dan komentar dari blogger.com
  3. mengupload semua file di poin dua ke hosting baru yang telah di instal wordpress
  4. mengganti name server di dns google ke name server hosting baru anda
  5. menunggu propagasi pemindahan name server dan hosting dari blogger ke hosting wordpress baru anda.

Mari kita bahas satu persatu.

#1 Tentukan Tempat Hosting Blog Anda

Seperti kisah pembuka saya tadi tahap pertama yang paling krusial adalah memilih perusahaan hosting bagi website anda. Kenapa saya sebut krusial telah saya sampaikan pada kisah pembuka artikel cara migrasi hosting blogger ke wordpress saat anda memilih perusahaan hosting yang hanya pada satu kategori (dalam hal ini harga yang murah) tanpa mempertimbangkan kategori lainnya (kualitas server, customer support dan lain sebagainya) maka bisa jadi anda akan mempunyai pengalaman buruk seperti saya.

Karena itu setidaknya saya ingin agar pertimbangan ini dapat anda gunakan saat memilih sebuah perusahaan hosting tempat blog anda berada nantinya.
  1. Dengarkan rekomendasi dari teman anda. Ada banyak forum dan komunitas dimana anda bisa bertanya tempat hosting bagi blog anda. Biasanya yang menjawab adalam mereka yang memang sedang host di perusahaan tersebut. Coba anda baca dan dengarkan apa kata mereka tentang tempat hosting mereka saat ini dan kemudian pertimbangkan dengan target jumlah pengunjung yang ingin anda capai.
  2. Di hampir setiap situs layanan hosting yang saya temukan ketika sedang mencari tempat hosting rata-rata memberikan garansi uang kembali jika anda tidak puas dengan layanan yang mereka berikan. Manfaatkan hal tersebut. Jika ternyata paket hosting yang anda pilih tidak memadai untuk trafik pengunjung blog anda seperti biasanya maka anda bisa meminta refund dan memilih layanan hosting yang lain.
  3. Ketahui apa yang dibutuhkan oleh anda saat ini dan proyeksinya dalam satu tahun ke depan. Walaupun sebuah hosting memberikan label (janji) unmetered atau unlimited bandwith, anda harus ingat tidak ada yang sempurna di dunia. Apalagi jika anda menggunakan paket shared hosting dimana kapasitas sebuah server di bagi untuk beberapa orang pengguna. Jika orang lain mendapatkan peak secara tidak langsung website anda akan terkena imbasnya.
  4. Saat ini perkembangan komputasi awan sangat pesat, maka pertimbangkan hosting yang memiliki teknologi komputasi awan terbaru atau cloud hosting. Dari beberapa artikel yang saya baca jika sebuah layanan hosting menggunakan teknologi cloud hosting maka website anda di paket shared hosting tidak terlalu terkena imbas dari peak traffic pengguna lain.
  5. Hampir semua layanan hosting memberikan kemudahan untuk menginstal aplikasi cms yang akan digunakan untuk blog atau toko online, khususnya untuk cms wordpress yang sangat populer.
  6. Google dalam sebuah update terbaru mereka menyatakan bahwa secure socket layer yang dipasang di sebuah website akan memberikan sinyal positif untuk rangking di hasil pencarian mereka. Oleh karena itu pilihlah layanan hosting yang memberikan fitur SSL gratis untuk anda. Dengan adanya sertifikat SSL ini strategi SEO anda akan semakin kuat dibanding sebelumnya.
  7. Perhatikan Uptime dari layanan hosting yang anda pilih. Maksud dari uptime ini adalah seberapa kuat hosting anda untuk menjaga visibilitas website. Sebagai pengelola website (atau blogger) anda tentu ingin website anda selalu ditemukan oleh pembaca, berhati-hatilah jika anda menemukan layanan hosting dengan uptime yang jelek.
Sekarang cara pindah hosting (sering juga disebut migrasi) dari blogger.com ke wordpress

#2 Instal CMS WordPress di hosting baru anda

Kenapa saya merekomendasikan wordpress dibanding cms lainnya?
Hampir semua website baru di dunia menggunakan wordpress. Selain dari kepopulerannya wordpress lebih mudah digunakan daripada cms lainnya. Dan alat bantu untuk cms wordpress ini banyak. Jika anda tidak mempunyai pengetahuan lebih tentang website, seperti saya, menggunakan wordpress akan sangat membantu anda.
Dari beberapa layanan hosting yang saya temukan saat mencari tempat hosting bagi blog yang saya pindahkan dari wordpress.com ke wordpress self-hosted, hampir semua memberikan manfaat 1-click installation. Hanya dengan satu kali klik maka anda tidak perlu repot-repot untuk menginstal CMS WordPress di folder hosting anda.
Anda hanya diharuskan untuk memilih alamat bagi url postingan anda nantinya, apakah harus www.bloganda.com/blog/ atau langsung www.bloganda.com/?

#2.1 Rekomendasi Plugin WordPress

Setelah cms wordpress terinstal di folder hosting anda maka langkah selanjutnya adalah menginstal plugin-plugin yang akan membantu proses pemindahan hosting dari blogspot ke wordpress.
Ada banyak plugin wordpress yang dapat anda temukan di situs resminya. Plugin wordpress yang ada pun bisa anda gunakan secara gratis (ada juga yang berbayar seperti Thrive Leads, dan semi gratis seperti plugin sumome).
Dari pengalaman saya selama menggunakan wordpress berikut rekomendasi plugin wordpress yang harus anda punyai untuk website wordpress anda.
  1. Security: Loginizer
  2. Jetpack by Automattic
  3. Adsense
  4. Sumome
  5. Yoast SEO
  6. Redirect
  7. Blogger to WordPress

#2.2 Pengaturan Permalink WordPress

Seperti yang anda ketahui permalink atau alamat url antara blogger dan wordpress berbeda. Di blogger format url blog anda akan terlihat seperti ini www.bloganda.com/2016/09/cara-pindah-hosting-blogger-wordpress.html. Format ini berbeda dengan wordpress.
Jika anda pernah mengunjungi dan memperhatikan blog di wordpress.com format permalink yang akan anda lihat adalah www.bloganda.com/2016/09/30/cara-pindah-hosting-blogger-wordpress/. Jika anda tidak cermat maka anda akan melihat struktur url antara kedua url permalink blog tersebut sama, padahal tidak.
Format permalink url blogger terdapat penanda waktu berupa tahun dan bulan setelah itu permalink yang anda tetapkan. Sedangkan pada permalink wordpress secara default akan memberikan penanda waktu berupa tahun, bulan, dan tanggal terbit dari artikel yang bersangkutan.
Kalau anda tidak mengubah permalink standar wordpress tersebut maka website anda akan kembali merangkak naik di halaman pencarian google. Dan di webmaster tool anda akan melihat lonjakan peringatan bahwa terdapat pesan kesalahan dengan kode 404.
Agar trafik yang sudah ada tidak hilang dengan sangat drastis maka anda harus membuat permalink yang sama persis dengan blogger di wordpress selfhosted yang baru anda instal.
Anda bisa membuat pengaturan permalinknya dengan cara berikut ini:
cara mengatur permalink saat pindah hosting dari blogger/blogspot ke wordpress self-hosted
  1. masuk ke menu setting/pengaturan (tergantung bahasa yang anda pilih)
  2. klik menu dengan judul permalink
  3. di pengaturan umum (common settings) pilih format permalink anda ke Month and Name
  4. langkah selanjutnya adalah melakukan memilih Custom Structure. Hapus tanda ” / ” yang dihasilkan oleh poin ketiga dan tambahkan di belakangnya “.html”
  5. Setelah itu klik tanda save
Setelah plugin ini terinstal dan juga permalink sudah diatur maka langkah selanjutnya adalah menyelesaikan urusan di hosting lama.

#3 Download Postingan, Laman Statis, dan Komentar di akun blogger

cara pindah konten artikel dari blogger.com/blogspot
cara meng-import artikel, laman statis dan komentar blog dari blogger.com/blogspot
Setelah anda mengatur permalink di wordpress maka langkah selanjutnya adalah masuk ke akun blogger.com/blogspot anda kemudian mengimport semua konten yang berada di dalamnya.
Cara meng-import konten dari hosting blogger.com dapat anda lihat pada gambar diatas.

Setelah masuk ke akun blogspot anda pilih menu setting/pengaturan kemudian pilih menu other / lainnya kemudian anda langsung klik tombol backup content.

Selanjutnya anda tinggal menunggu konten dari blogspot di unduh ke komputer.

file artikel di blogspot yang akan dipindahkan ke wordpress
file artikel blog yang berisi konten yang diekspor ke komputer

Jika anda mengikuti langkah dari poin ke tiga ini dengan benar maka anda akan mendapatkan file dengan ekstensi .xml dari blogger.com.

#4 Upload Postingan, Laman Statis, dan Komentar dengan Blogger Importer

Setelah anda mengunduh semua artikel di blog blogspot, langkah keempat dalam pindah (migrasi) hosting dari blogger ke wordpress adalah mengekspor file xml yang didapat ke hosting wordpress.

import file xml blogger yang berisi postingan dan laman statis ke wordpress self-hosted

Anda dapat memindahkan seluruh file artikel dengan format url yang sama dengan hosting sebelumnya (blogger.com) dengan cara masuk ke menu Tools lalu pilih Import.

Mesin wordpress akan mengidentifikasi niat anda untuk pindah hosting dan akan menawarkan plugin yang akan digunakan untuk ekspor file yang sudah diunduh tadi.

Anda tinggal klik sebuah pilihan yang berjudul blogger to wordpress dan mesin wordpress akan menginstal plugin ekport file xml tersebut.

Tidak semua hosting mempunyai kapasitas yang sama dalam menjalankan proses pindah hosting dari blogger ke wordpress ini. Jika anda mempunyai artikel yang cukup banyak (mungkin lebih dari 600 artikel) maka ada kemungkinan proses perpindahan artikel anda akan gagal.

Dalam gambar yang saya berikan diatas hosting saya memberikan kapasitas sebesar 256 mega bit untuk kuota atau besaran file yang dapat ditransfer ke situs wordpress saya yang baru. Jika hosting yang anda pilih memberikan kapasitas data transfer yang lebih kecil dari yang saya contohkan, silahkan bertanya ke customer service hosting masing-masing.

#5 Memindahkan DNS dari server google ke server hosting

Setelah semua artikel anda sukses di upload di situs wordpress yang baru maka langkah selanjutnya adalah memindahkan nameserver blog anda di blogspot.

Jika anda selama ini menggunakan custom TLD di blogspot maka langkah ini akan mudah dilakukan. Prinsip kerjanya sama dengan mengatur custom TLD dengan blogspot yaitu mengganti IP address domain anda dari pointing ke ghs.google.com ke hosting baru anda.

#6 Tunggu Propagasi dari Name Server Google (Server Lama) ke Name Server Hosting (Server Baru)

Proses ini cukup memakan waktu tergantung hosting baru anda. Jika hosting baru anda mempunyai kualitas seperti hosting saya, fastcomet, maka hanya dibutuhkan waktu lebih kurang dua hari.

Jika hosting anda merupakan pemain lama di layanan web host maka mungkin saja propagasi alias perpindahan name server akan lebih cepat dari yang saya alami.

Akhir Kata

Cara pindah (migrasi) hosting dari blogger.com ke wordpress selfhosting ini merupakan pengalaman saya pribadi. Ada berbagai faktor yang membuat proses perpindahan akan cepat atau akan lama selesainya. Salah satu faktor tersebut adalah kapasitas dari perusahaan hosting dimana cms wordpress telah diinstal.
Advertisements

Leave a Reply