cara mengatur keuangan keluarga

Cara mengatur keuangan keluarga merupakan topik yang sering saya cari akhir-akhir ini.

Sebagai kepala keluarga saya tidak mau membebani istri sendirian untuk mengatur keuangan keluarga. Secara pribadi saya pun bertanggung jawab untuk mencari cara mengatur keuangan keluarga.

Saya sendiri memiliki kekurangan dalam mengatur keuangan sendiri. Menabung gaji ketika masih single saja saya selalu mendapat halangan. Tapi saat ini setelah mempunyai keluarga yang harus saya pimpin dan saya menjadi tauladan, mau tidak mau saya harus belajar.

Ada banyak cara mengatur keuangan keluarga yang saya temui di hasil pencarian google. Mulai dari yang sangat praktis dan sederhana hingga yang berbelit-belit dan membutuhkan saya beberapa waktu agar memahami bagaimana penerapan manajemen uang untuk keluarga tersebut.

Dari pencarian yang saya lakukan artikel yang paling menarik yang saya temukan adalah artikel dari situs www.ayahbunda.co.id/keluarga-keuangan/cara-sederhana-mengelola-keuangan-keluarga, Ligwina Hananto, seorang perencana keuangan, memberikan cara mengatur keuangan keluarga sebagai berikut:

1. Mengetahui isi tabungan, jumlah tagihan listrik, servis mobil/motor, belanja, biaya periksa dokter, hutang kartu kredit, pinjaman bank (cicilan rumah/motor/mobil).

2. Menyusun rencana keuangan atau anggaran belanja keluarga dan disiplin dengan anggaran yang telah direncanakan tersebut.

3. Buat daftar kebutuhan dan keinginan sehingga pengelola keuangan tidak terdorong untuk membelanjakan anggaran.

4. Hindari Hutang.

5. Minimalkan belanja konsumtif (seperti kongkow di warung kopi bareng teman-teman setelah jam kantor).

6. Tetapkan tujuan finansial bersama (cita-cita finansial)

7. Menabung

8. Berinvestasi

Dari beberapa list yang telah diberikan di situs ayah bunda tersebut saya baru melakukan cara nomor empat, menghindari hutang.

Saya sendiri masih mempunyai cicilan hutang kartu kredit yang saya gunakan untuk investasi saya jangka panjang. Menurut perhitungan saya sendiri hutang kartu kredit ini akan habis tahun depan bertepatan dengan prediksi kelahiran anak pertama saya.

Cukup pusing sebenarnya yang saya alami tapi saya optimis kalau cara mengatur keuangan keluarga yang saya lakukan sekarang akan membuat saya bisa menabung. Minimal untuk biaya kelahiran anak pertama saya nantinya keluarga kecil saya tidak terlalu terbebani.

Dengan asuransi kesehatan yang mengkover persalinan istri menurut perhitungan saya tahun depan adalah tahun yang tepat untuk menetapkan cita-cita finansial kami yang baru dan lebih visioner.

About these ads

Leave a Reply