Blogger dan Bahasa Media

Media elektronik seperti internet telah mendapatkan sebuah perhatian khusus bagi masyarakat. Hal ini dikarenakan internet diibaratkan sebuah gudang yang menyimpan berbagai macam ragam informasi. (Tapi kalo mo cari sesuatu harus teliti juga, karena mencari apa yang kita inginkan seperti mencari jarum di setumpuk jerami). Adanya mesin pencari pun telah mempermudah alur informasi tersebut didapatkan. Nah sekarang apa hubungannya dengan kasus blogger vs kapanlagi.com?

Kasus kapanlagi.com yang seakan telah menipu ribuan blogger Indonesia membawa sebuah dampak yang positif. Apa itu? Gerakan perlawanan blogger yang notabene kebanyakan mempunyai modal kecil dapat menyudutkan sebuah situs yang bermodal besar. Bloging adalah ajang untuk berbagi (selain juga untuk nyari duit). Melihat perkembangan kasus kapanlagi.com vs blogger ini saya jadi sadar bahwa kekuatan bersama akan mampu melawan ketidak adilan. Sayang saya hanya melihat komunitas blogger yang seperti ini, bagaimana dengan umat Islam? Bukankah umat islam seperti bangunan kokoh jika bersatu? (aduh jadi kemana-mana)

Maaf tulisan saya belum runtut, maklum baru belajar agar bisa seperti blogger senior.

Saya memperhatikan judul-judul blog yang terdapat pada halaman-halaman postingan teman-teman blogger yang melawan kapanlagi. Ketika melihat judul tersebut saya teringat dengan bahasa media. Judul-judul tersebut ada yang memojokkan kapanlagi, ada yang agak netral, ada yang marah buanget, ada yang mencoba menjernihkan. Well saya bukan orang media tapi ketika melihat judul-judul yang berbeda tersebut saya merasakan bahwa reputasi kapanlagi akan hancur jika tidak segera menahan arus “demonstrasi” para blogger. Yah harus tanggung jawab atuh. Buat kontes emang harus ada pemenangnya, bisa juga tidak ada pemenang asal diberitahukan kontes tersebut ┬ádibatalkan.

Advertisements

Tinggalkan Balasan