wordpress

Blog Sebagai Small Medium Enterprise

blog small medium enterprise - smeSaya punya harapan sebenarnya agar pihak perbankan dapat memberikan kucuran dana pinjaman kepada saya sebagai blogger yang menuju profesional ini. Tapi melihat peliknya persyaratan untuk meminjam dana di bank saya menjadi berpikir apa dunia blogging ga masuk ya dalam klasifikasi small medium enterprise a.k.a. Usaha Kecil Menengah.

Paling tidak secara umum ada beberapa persyaratan yang memadai untuk diberikan modal oleh bank kepada seorang blogger. Pertama, umur blog/website yang dikelola. Bank harus melihat traffic, umur website/blog karena tidak semua orang konsisten dalam dunia blogging. Bagi orang yang konsisten dalam dunia blogging bantulah mereka untuk memperbesar website atau blognya dengan arahan-arahan manajemen yang baik dan juga modal yang diberikan. Kedua, penghasilan yang telah dimiliki blog berdasarkan metode monetisasi yang dipilihnya. www.pencaricerah.com hingga saat ini dimonetisasi dengan dua cara yaitu penempatan iklan dan juga penjualan produk affiliasi. Dari dua metode ini blog saya mendapatkan penghasilan yang cukup dari penayangan iklan, sedangkan untuk affiliasi masih belum terlihat hasilnya.

Untuk mengkategorikan blog sebagai small medium enterprise saya mengambil traffic sebagai landasannya. Blogger harus memberikan statistik trafik yang ia dapatkan selama ia ngeblog tanpa ada sentuhan magis dari plugin atau software tertentu. Traffic blog saya rata-rata 1000 pengunjung per bulan dengan rata-rata pengunjung perhari sekitar 100-200 visitor (ini data yang saya ambil dari wordpress statistic yang terdapat di dashboard). Kalau corporate enterprise mungkin seperti detik.com, kaskus.co.id, atau media mainstream lainnya.

Nah, agar blog kecil saya ini lebih bermanfaat bagi dunia maya Indonesia saya ingin mengembangkannya dengan mempekerjakan beberapa orang sebagai penulis tetap di blog ini. Jika ga tetap paling tidak freelance. Saya menyadari bahwa untuk membuat blog semakin besar, superman tidak akan berhasil. Tapi jika ada superteam impian ini mungkin akan berhasil.

Jika bank mau kira-kira apa jaminannya? Kalau saya mempunyai ide di kepala jaminan yang diberikan ke bank adalah domain TLD dan juga password hosting. Bank menetapkan plafon pembiayaan berdasarkan hasil penjualan domain TLD dan juga maintainance hosting per tahun. Untuk domain TLD saya, pencaricerah.com, menurut url rate mempunyai kisaran harga USD 720. Jika dirupiahkan dengan kurs saat ini 1 USD = Rp. 13.550 berarti plafon yang dapat diberikan bank kepada saya adalah Rp. 9.756.000,- sedangkan untuk maintain hosting Rp. 0 (masih gunain hosting gratisan wordpress 🙂 ).

Yah semoga aja ada orang bank yang tiba-tiba baca tulisan ini lalu membuat produk untuk pembiayaan mikro blogging.

 

Advertisements

Leave a Reply