Tak Berkategori

Bisnis Online: Peluang atau Penipuan?

benarkah penipuan?
benarkah penipuan?

Saat ini isu tentang kotornya e-book sampah, yang merujuk pada beberapa situs dan produknya yang menjanjikan kemudahan memperoleh kekayaan di internet cukup hangat di dunia maya, baik itu di blog maupun di forum.
Penyebabnya adalah beberapa konsumen (saya tidak tahu berapa jumlah yang pastinya) merasa tertipu dengan bahasa iklan yang terlalu menjanjikan. Bahasan mengenai bahasa iklan yang terlalu ini sebenarnya telah lama ada, sebelum saya mengenal blog malahan. Bahasan tersebut menjadi topik hangat pemberitaan media cetak nasional beberapa tahun yang lalu (gak ingat kapan tepatnya habis gak langganan koran seh :D). Ketika itu yang menjadi permasalahan adalah bahasa iklan di televisi yang dianggap menyesatkan masyarakat.
Iklan merupakan sebuah rayuan disamping pengenalan sebuah produk kepada masyarakat yang diharapkan menjadi konsumennya. Tujuannya secara ringkas adalah untuk me-laku-kan produk yang telah diproduksi. Bahasa iklan dibuat sebagai sebuah penarik perhatian konsumen untuk mencoba atau bahkan untuk menjadikan produk yang diiklankan sebagai sebuah produk yang menggantikan produk yang sebelumnya dipakai oleh pemainnya.
Setelah konsumen yang terhipnotis dengan pemakaian bahasa atau malah audio-visual sebuah iklan, di belakang hari mereka merasa tertipu karena bahasa iklan produk yang disampaikan kepada mereka ternyata tidak sesuai dengan kenyataan hasil yang mereka hadapi. Dalam hal ini konsumen akan dirugikan sejak awal, yaitu sejak mengenal iklan wah dari sebuah produk.
Di dunia nyata perlindungan terhadap konsumen yang merasa dirugikan oleh sebuah produk dilakukan oleh YLKI. YLKI akan membuat perhitungan dengan produsen melalui meja hijau atau berbagai macam bentuk tindakan hukum lainnya.
Terkait dengan isu di dunia maya saat ini, saya mempunyai beberapa pertanyaan:

  1. apakah YLKI diperlukan untuk memonitor produk-produk e-marketing Indonesia yang nakal?
  2. bagaimana implikasi UU ITE yang diributkan beberapa hari yang lalu terhadap kasus perlindungan konsumen?
Advertisements

2 comments

  1. nunugenius[dot]net

    menurut saya ebook sampah adalah peluang. peluang yang akan semakin menyuramkan prospek ke depan internet marketing indonesia. baik di mata lokal maupun internasional.
    btw, YLKI itu apa pak ?

    1. kandra Post author

      YLKI itu bukannya lembaga yang melindungi konsumen di Indonesia? ini saya dapat dari wikipedia

      Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia disingkat YLKI adalah organisasi non-pemerintah dan nirlaba yang didirikan di Jakarta pada tanggal 11 Mei 1973. Tujuan berdirinya YLKI adalah untuk meningkatkan kesadaran kritis konsumen tentang hak dan tanggung jawabnya sehingga dapat melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya..

      Pada awalnya, YLKI berdiri karena keprihatinan sekelompok ibu-ibu akan kegemaran konsumen Indonesia pada waktu itu dalam mengkonsumsi produk luar negeri. Terdorong oleh keinginan agar produk dalam negeri mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia maka para pendiri YLKI tersebut menyelenggarakan aksi promosi berbagai jenis hasil industri dalam negeri.

      Jika e-book yang dikategorikan sampah itu disebut peluang keknya sih bisa juga mas. Peluang untuk newbie menjadi lebih cerdas dan tak terlalu ketinggian berkhayalnya.
      Benar kata mas zaluku dan yang lain, susah menjalani bisnis online…

Leave a Reply