Back Office atau Marketing? Kamu Mau Pilih Yang Mana?

Saya berinteraksi via twitter dengan salah seorang pengunjung blog ini. @kempuule menanyakan mengenai jurusan sastra inggris. Sepertinya ia tertarik dengan jurusan ini karena seperti yang saya bilang dibeberapa postingan sebelumnya bahwa jurusan ini peluang kerjanya lebih besar.

Saya sendiri adalah mantan mahasiswa jurusan  sastra inggris yang kini bekerja untuk salah satu perusahaan asuransi swasta di ibukota. Dan saya menyadari kemampuan saya dalam menganalisa novel yang begitu ditekankan oleh dosen saya sangat berguna untuk industri ini.

@kempuule sendiri memiliki impian untuk bekerja di back office. Itu jenis pekerjaan di dalam ruangan ber-ac dengan berteman dekat dengan komputer. Bagi sebagian orang jenis pekerjaan seperti itulah yang diinginkan dengan alasannya masing-masing. Posisi saya sendiri bukan back office walaupun ada pekerjaan administrasi yang harus saya pegang. Tak jarang saya juga keluar kantor untuk melakukan kunjungan kepada klien-klien yang menjadi rekanan di perusahaan saya. Jadi seperti makhluk amfibi yang hidup di dua alam, di dalam kantor untuk administrasi dan di luar kantor untuk penjualan dan segala macam tugas kantor yang berhubungan dengan klien.

Dalam sebuah roda organisasi laba seperti perusahaan asuransi dimana saya saat ini mencari nafkah, para pekerja back office sering merasa jenuh oleh rutinitas pekerjaan yang mereka jalani. Sebaliknya pekerja sebagai marketing sering merasa iri dengan karyawan back office yang tidak harus berpanas-panasan diluar atau menerima langsung complain dari klien yang terkadang cukup membuat telinga panas. Ini saya ungkapkan karena setiap posisi ada tanggung jawabnya masing-masing. Back office mengeksekusi semua hal administrasi agar bisnis berjalan dengan lancar sedangkan marketing mendapatkan bisnis agar back office bekerja.

Itu gambaran ringkas yang saya berikan untuk referensi pilihan pekerjaan yang akan anda pilih sebagai pencari nafkah.

Saya jadi bertanya apakah anak muda Indonesia sekarang lebih memilih bekerja in office? Jika iya kenapa mereka memilih bekerja di back office. Saya hanya bisa mengira-ngira jawabannya. Mungkin mereka yang memilih bekerja di back office lebih memilih keteraturan jam kerja agar mereka bisa melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Marketing tentu saja tidak bisa seperti karyawan yang bekerja di back office. Terkadang jam kerja mereka melebihi dari jam kerja yang ditentukan. Contoh; jika back office bisa bekerja 8 jam dengan jam masuk pukul 8 istirahat jam 12 siang lalu jam 5 pulang sedangkan marketing terkadang harus mengikuti jadwal yang telah mereka agendakan dengan klien. Belum lagi kalau klien memundurkan jadwal yang membuat marketing harus pulang jam 11 malam. Marketing datang jam 8 pagi, absen di kantor lalu ke kantor klien. Jika lalu lintas tempat yang mereka tuju ternyata rawan kemacetan mereka harus bisa memperkirakan jadwal mereka sesuai dengan yang diharapkan, setiba dikantor klien mereka melakukan presentasi atau hal-hal lain yang mereka agendakan dengan klien. Setelah selesai maka mereka akan balik ke kantor untuk absen pulang atau mengerjakan hal lain. Tapi jadwal marketing terkadang membuat mereka tidak bisa mengikuti peraturan perusahaan (pulang jam  5 sore). Kemacetan pas pulang dari tempat klien atau jadwal yang diundur adalah beberapa alasan yang membuat marketing mempunyai jadwal tidak teratur.

Namun hal yang menguntungkan dari marketing adalah luasnya jaringan mereka. Hingga tidak jarang marketing jika merasa tidak puas dengan perusahaannya saat ini ia akan lebih mudah untuk pindah kerja. Hal ini berbanding terbalik dengan pekerja back office yang tidak mempunyai jaringan yang luas seperti marketing. Dan tidak jarang karyawan back office seperti diperlakukan sebagai pelamar pekerja pemula walaupun karyawan tersebut telah memiliki pengalaman beberapa tahun di bidang yang ia kerjakan. Kita belum membahas penghasilan. Penghasilan marketing biasanya lebih besar daripada penghasilan back office. Sekali lagi ini hanya pendapat umum yang berlaku.

Jadi apakah nantinya @kempuule akan tetap masuk jurusan sastra inggris dan menjadi karyawan back office itu hanya Allah Yang Maha Tahu. Tulisan ini hanya sebuah pemberi jalan kepada @kempuule dan anak-anak muda Indonesia untuk memulai membuat tujuan ketika mereka akan atau telah menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas yang diinginkan.

Advertisements

Tinggalkan Balasan