Apa Itu SKS? Mahasiswa Baru Harus Tahu

foto gambar depan universitas
Generic Banner

Apa itu SKS?

Bagi pelajar yang baru lulus dan akan melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi pasti akan bingung dengan istilah SKS.

Sks adalah singkatan dari sistem kredit semester.

Itu singkatan resminya. Kalau singkatan tidak resmi yang dikenal dikalangan mahasiswa dan dosen singkatan SKS adalah Sistem Kebut Semalam. Alias ngerjain tugas atau ngapalin mata kuliah di malam sebelum tugas dikumpulkan atau mata kuliah akan diujikan. Hehehehe..

Jadi apa itu sks?

Dan apa hubungannya dengan sistem perkuliahan yang akan kamu jalani di perguruan tinggi nanti?

Kira-kira begitu kesimpulan yang saya dapat dari beragam pertanyaan yang diberikan oleh para calon mahasiswa baru yang sering saya dapatkan.

Gimana sih cara berpakaian mahasiswi baru dikampus? Lanjut baca!

Jadi semoga tulisan saya ini akan memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Mari kita mulai dengan pengertian sks itu sendiri.

SKS adalah singkatan dari Satuan Kredit Semester (1). Dengan sistem SKS, mahasiswa dapat memilih sendiri mata kuliah yang akan diambil dalam satu semester.

Baca: Kuliah itu berapa tahun sih idealnya?

Mata kuliah yang diambil untuk satu semester ada yang sudah paketan alias diatur oleh jurusan perkuliahan terkait setelah melalui proses panjang di rektorat.

Berbeda dengan ketika di sekolah dulu, saat kuliah kamu bebas memilih mata kuliah yang akan kamu jalani di semester tersebut.

Kalau di sekolah jadwal belajar kamu diatur oleh guru maka ketika kuliah di perguruan tinggi KAMU yang memilih sendiri mau belajar apa dan juga menentukan jadwal kuliahnya.

Note: jadwal kuliah sesuai dengan yang dikeluarkan oleh pihak jurusan/fakultas/Universitas.

Hampir semua perguruan tinggi di dunia dan juga di Indonesia menggunakan sistem SKS.

Sistem SKS ini digunakan untuk mengukur:

  1. Besarnya beban studi mahasiswa
  2. Besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha belajar mahasiswa
  3. Besarnya usaha belajar yang diperlukan mahasiswa untuk menyelesaikan suatu program, baik program semesteran maupun program lengkap.
  4. Besarnya usaha penyelenggaraan pendidikan bagi tenaga pengajar.

Sering juga saya mendapatkan pertanyaan dari kawan-kawan yang akan kuliah tentang 1 semester berapa sks.

Saya harap jawaban yang akan saya berikan berikut bisa memuaskan, atau paling tidak bisa menjadi pengetahuan sebelum kamu menjadi mahasiswa.

Secara umum maksimum beban sks yang dapat diambil oleh seorang mahasiswa adalah 24 sks.

Tetapi menurut mantan Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Illah Sailah, jumlah sks yang dibebankan kepada mahasiswa dan dosen hanya 18 sks.

Itu beban maksimal.

Loh kok beda antara yang diterapkan dikampus dan di perguruan tinggi?

Menurut Ibu Illah Sailah perbedaan yang terjadi antara peraturan pemerintah dengan penerapan di perguruan tinggi dikarenakan tidak ada sangsi yang ditetapkan di Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Akibat tidak adanya pengaturan sanksi penerapan pembagian beban sks ini juga berbeda-beda di setiap kampus.

Contoh:

Sewaktu kuliah di Universitas Negeri Padang ketika saya memproses Kartu Rencana Studi (KRS), sistem di rektorat yang mengatur maksimum pengambilan beban studi ini akan langsung memotong beban sks jika di KRS mata kuliah yang diambil lebih dari 24.

Sistem di kampus saya juga secara otomatis akan mengeluarkan mata kuliah yang terdapat di KRS jika kelas yang mengajarkan mata kuliah tersebut sudah full pesertanya.

Jika hal ini terjadi biasanya dari rencana mengambil beban maksimal 24 sks akan terpotong.

Solusinya, saya harus mencari jadwal mata kuliah lainnya dan mencocokkan jadwal tersebut dengan jadwal mata kuliah yang sudah diakui oleh sistem kampus.

Kalau mahasiswa yang akan menyelesaikan masa studi, sistem otomatis ini bisa di-bypass. Jadi seorang mahasiswa bisa mendapatkan lebih dari 24 sks untuk satu semester.

Beban SKS setiap semesternya itu tidak sama.

Jumlah sks tiap semester bisa berbeda-beda. Semua tergantung pada amal dan perbuatannya. (hahahaha…)

Eh ini ada benernya loh.

Jika di semester pertama anda mendapatkan IP (Indeks Prestasi) 3 koma sekian maka kamu berhak mendapatkan jatah 24 sks lagi untuk semester berikutnya. Jika kamu mendapatkan IP dibawah tiga, maka kamu akan mendapatkan pengurangan beban sks dari universitas.

Untuk besaran beban studi per jurusan berbeda jumlahnya. Contoh fakultasnya boleh sama di Fakultas Ekonomi tetapi beban sks kuliah manajemen dan sks kuliah akuntansi berbeda jumlah dan bobotnya.

Selain itu beban studi yang berbeda biaya sksnya juga berbeda. Khususnya bagi kamu yang kuliah di perguruan tinggi swasta.

Biaya sks adalah biaya yang harus kamu keluarkan untuk mengikuti mata kuliah di semester tersebut. Jadi kalau sayang keluarga jangan lama-lama di kampus …

MAHAL!

1 sks berapa kali pertemuan?

Saat saya kuliah dulu 1 sks terdiri dari 1 jam kegiatan terjadwal, 1-2 jam tugas terstruktur yang direncanakan oleh tenaga pengasuh mata kuliah yang bersangkutan contohnya menyelesaikan pekerjaan rumah, dan tugas membuat referensi, menerjemahkan artikel dan lain sebagainya.

Jadi gini untuk 1 sks itu terangkum tiga hal diatas tadi.

Jadi misalnya hari ini saya kuliah history of english literature. Dosen masuk kemudian menjelaskan materi tentang Sejarah Sastra Inggris di Abad ke 18.

Penjelasannya mungkin hanya 30 menit, setelah itu dosen akan menanyakan apa saja pembahasan tentang sejarah sastra inggris di abad ke 18 yang diketahui oleh mahasiswanya. Terjadilah sebuah diskusi kelas.

Lalu ketika jam mata kuliah sudah berakhir si Dosen mengatakan tugas hari itu adalah mencari karya sastra dari pengarang di Abad ke 18, dibuat makalahnya.

Baca Informasi Lengkah Untuk Mahasiswa/wi Sastra Inggris

Pernah nonton film Harry Potter kan? Atau pernah membaca novel karya JK Rowling tersebut?

Nah, kamu tentu ingat bagaimana stresnya para murid Hogwarts saat belajar.

Ada buku panduan yang harus dibuat ringkasannya, lalu ada proses belajar mengajar dalam kelas yang diiringi diskusi tanya jawab antara Harry dan guru-gurunya.

Dan juga ada tugas membuat makalah sendiri untuk satu mata pelajaran sihir.

Secara umum apa yang digambarkan oleh film Harry Potter dan juga novelnya tersebut tidak jauh beda dengan apa yang saya rasakan waktu kuliah sastra inggris dulu.

Kuliah di Jurusan Akuntansi Susah ga sih?

1 sks berapa menit?

Menurut mantan Ditjen Kemenristek Dikti tadi yang disampaikan ke koran sindo Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional mengatur 1 sks itu hanya 2.67 jam belajar atau 160.2 menit.

Kalau di sekolah dulu kamu pernah melihat jadwal mata pelajaran kelas anda untuk satu minggu, maka kamu akan melihat jika satu mata pelajaran terdiri dari 2 jam atau 120 menit.

Saat kuliah periode belajar di kelas ini untuk 1 SKS tergantung dengan mata kuliah yang diambil. Jika saya mengambil pengalaman kuliah dulu, maka jawaban untuk berapa menit 1 sks itu saya jawab lebih kurang 45 menit.

Menurut Rektor Universitas Sebelas Maret, Ravik Karsidi, satu sks itu harusnya terdiri dari 60 menit tatap muka,
50 menit tugas terstruktur 50 menit tugas mandiri. Totalnya lebih kurang 160 menit atau dua jam.

Jadi kira-kira dalam seminggu kamu memiliki waktu belajar di kampus lebih kurang 48-54 jam. Jumlah ini (total waktu yang digunakan untuk belajar dalam seminggu) melebih waktu belajar negara-negara maju seperti Amerika Serikat (dengan total jam belajar 35-54 jam), Eropa (31,5-40 jam) dan Australia (32-50 jam).

1 semester berapa bulan untuk kuliah?

Pertanyaan ini cukup menggelikan bagi saya. Mohon maaf sebelumnya. Alasan saya mengatakan pertanyaan ini menggelikan karena waktu sd berapa bulan untuk satu semester itu sudah dipelajari.

Oke kita coba mengingat pelajaran dasar kita ya. Satu semester itu enam bulan. Nah begitu pula dengan masa waktu kuliah anda. 1 semester kuliah akan dijalani selama enam bulan.

Pengertian SKS, KRS, dan LHS

Diatas saya sudah memberikan definisi SKS dan sedikit menyinggung tentang KRS.

Saya coba bahas sedikit tentang KRS ini.

KRS atau Kartu Rencana Studi merupakan sebuah lembaran kertas yang menyimpan informasi tentang:

  • identitas mahasiswa (Nomor Induk Mahasiswa)
  • Jurusan / Fakultas tempat kamu terdaftar
  • kode mata kuliah yang kamu ambil
  • judul mata kuliah yang kamu ambil
  • beban sks untuk mata kuliah tersebut

Bagaimana menyusun KRS bagi mahasiswa baru?

Dulu…

Ketika saya baru masuk kuliah, saat melapor ke Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris saya mendapatkan informasi Pembimbing Akademik (PA).

Baca: Apa alasan Dosen Pembimbing Fatin Shidqia Lubis, menolak judul skripsinya?

Dosen yang menjadi PA saya bernama Bapak Edi Trisno. Ketika mendaftar untuk kuliah semester 1, dosen PA saya inilah yang membimbing saya untuk mengambil mata kuliah yang harus saya ambil di semester awal tersebut.

Setelah menjalani perkuliahan nantinya konsultasi untuk mengambil mata kuliah tidak terlalu perlu dilakukan. Soalnya secara alami kita akan tahu apa saja mata kuliah yang diperlukan untuk mendapatkan gelar sarjana.

Dosen PA berfungsi sebagai pemberi persetujuan terhadap rencana studi yang akan kita ambil di semester berikutnya. Tanpa persetujuan Pembimbing Akademis rencana studi yang telah kita buat tidak akan berjalan. Setidaknya bagi saya, entah kalau ada kenalan atau kerabat kamu mengalami hal yang berbeda.

Untuk melengkapi pembahasan tentang apa itu sks tidak lengkap kalau sudah membahas KRS dan melupakan LHS.

Apa itu LHS?

LHS merupakan singkatan dari Lembar Hasil Studi. Dulu ketika saya kuliah bentuknya masih berupa kertas. Kalau sekarang mungkin sudah berupa sistem yang bisa diakses secara online.

Nah, didalam LHS ini masa depan kamu akan tergambar.

Lembar hasil studi biasanya akan kamu dapatkan di akhir semester. Kalau diibaratkan sekolah, LHS adalah rapor penilaian kamu untuk kegiatan perkuliahan di semester yang kamu ikuti.

Di Lembaran Hasil Studi tersebut kamu akan mengetahui seberapa besar pencapaian kamu selama menjalankan perkuliahan di semester tersebut.

Pencapaian kamu diukur oleh Indeks Prestasi (IP).

Di LHS juga kamu akan mengetahui:

  • mata kuliah yang gagal (kamu hanya wajib mengulang mata kuliah yang gagal tersebut).
  • mata kuliah yang harus dipertimbangkan untuk diambil lagi di semester berikutnya
  • mata kuliah yang kamu mempunyai prestasi

Kabarnya kalau dulu yang menggunakan sistem kenaikan tingkat, jika satu mata kuliah gagal maka studi kamu di semester tersebut dinyatakan gagal semua.

Kasarnya begini jika kamu mengikuti 8 mata kuliah dengan beban sks masing-masing 3 lalu kamu di tujuh mata kuliah mendapat nilai A dan hanya satu mata kuliah yang dapat E, maka kamu harus mengulang kembali delapan mata kuliah tersebut di semester berikutnya.

Kebayang gak berapa uang, tenaga, dan pikiran yang sudah kepake untuk kuliah satu semester lalu semua digagalkan gegara satu mata kuliah yang dapat nilai E?

Makanya jika kamu sekarang kuliah dengan sistem sks jangan disia-siakan deh. Cepet kelarin kuliahnya lalu bekerja dan setelah itu berwiraswasta.

Anak Sastra? Jangan lupa baca 7+ Peluang Kerja Sastra Inggris Yang Tidak Diketahui oleh Banyak Orang

NB:

  1. Jika ada pertanyaan gunakan form komentar dibawah.
  2. Kalau artikel ini membuka wawasan kamu tentang kuliah, jangan lupa direferensikan ke teman / orang tua / kerabat. Klik ikon media sosial yang ada dibawah.
  3. Pertanyaan seputar perkuliahan yang lain dapat kamu lihat di tulisan berjudul 15 Hal Yang Harus Diketahui Sebelum Masuk Perguruan Tinggi.

referensi:

Advertisements

Kuliah Itu Berapa Tahun Sih? Ini Jawabannya

diskusi kelompok mahasiswa perguruan tinggi
Generic Banner

Saya sering mendapat pertanyaan dari pengunjung blog

“kak, kuliah itu berapa tahun?” atau

“om, Kuliah S1 sampai berapa semester?” atau

“bang, semester kuliah ada berapa?”

Saya sangat senang mendapatkan pertanyaan-pertanyaan diatas.

Artinya kamu yang saat ini baru mulai kuliah, sudah mempersiapkan masa depan kamu dengan tidak ingin berlama-lama di kampus.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pembaca pencaricerah.com diatas saya sedikit mengalami kesulitan.

Apa itu?

Soalnya saran yang saya berikan di tulisan kuliah itu berapa tahun? berbeda sedikit dengan pengalaman.

Jangan lewatin 7 Cara Berpakaian Untuk Mahasiswa Baru

Namun saya berharap kamu bisa belajar dari pengalaman saya yang tidak sesempurna tulisan ini.

Mungkin yang bertanya sedang menghitung berapa biaya yang harus dikeluarkan saat kuliah atau mungkin juga sedang merencanakan apa yang bisa ia lakukan disela-sela perkuliahan.

Berdasarkan pertanyaan yang beberapa kali muncul di kolom komentar beberapa postingan saya dua kategori tersebut yang dapat saya simpulkan. Oleh karena itu saya mencoba untuk menjawab dengan sepengetahuan saya dan juga pengalaman saya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi berapa semester dalam kuliah dijalani oleh seseorang. Contohnya apakah jurusan yang diambil oleh mahasiswa tersebut sesuai dengan minat dan bakatnya, Apakah mahasiswa itu tok hanya kuliah atau ia juga mencari nafkah sembari kuliah, Bagaimana kemampuan seseorang dalam mengikuti perkuliahan, dan lain sebagainya.

[bluebox]Bonus: Pekerjaan admin pencaricerah selain nulis di blog pencaricerah.com apa sih? Jawabannya Marketing Support. Temukan lika-liku perjalanan saya sebagai pegawai kantoran berdasi di link tersebut [/bluebox]

Seperti yang telah saya sebutkan diatas berapa lama kuliah seseorang itu banyak faktor yang mempengaruhinya. Makanya sebagai seorang calon mahasiswa saya sarankan banyak mencari informasi tentang perkuliahan. (baca: informasi kuliah sastra inggris)

Selain pertanyaan semester kuliah ada berapa untuk lulus sarjana bagi calon mahasiswa perlu tahu juga apa itu sks dalam kuliah. Idealnya dengan tidak ada ospek calon mahasiswa harus banyak mencari informasi agar bisa membantu percepatan proses belajar di perguruan tinggi dan juga merancang rencana masa studinya.

Kuliah S1 berapa semester idealnya untuk diselesaikan? Menurut pendapat saya sebaiknya kuliah untuk gelar sarjana S-1 diselesaikan dalam 4 tahun atau 8 semester. Jika terpaksa maka usahakan untuk menyelesaikan kuliah maksimal dalam 6 tahun.

Jika anda terpaksa menyelesaikan kuliah selama 6 tahun anda harus bertekad untuk menjadi lulusan terbaik di kampus. Mungkin anda akan merasa bingung karena ada orang disekitar anda yang kuliah lebih dari durasi waktu yang saya sebutkan. Hal ini membuat anda menjadi galau dan bertanya-tanya “kuliah itu sampai berapa semester sih?”

15 Hal Yang Perlu diketahui oleh Mahasiswa Baru

Pembahasan kuliah itu berapa tahun saya coba fokuskan dipendidikan tinggi untuk mendapatkan gelar sarjana S-1. Dengan memfokuskan di satu proses ini saya bisa dengan mudah menyampaikan apa yang saya alami dalam menyelesaikan kuliah sastra inggris.

Baca: Kuliah di Jurusan Akuntansi itu Susah Ga Sih?

Jumlah semester dalam kuliah sastra inggris yang saya jalani totalnya adalah 10 semester. Saya masuk ke jurusan bahasa dan sastra inggris Universitas Negeri Padang di tahun 2002 dan saya lulus di tahun 2007. Jadi anda bisa menyimpulkan jawaban atas pertanyaan semester kuliah itu berapa bulan.

Jika anda tidak menyelesaikan dalam jangka waktu yamg diberikan maka kemungkinan besar anda akan diberi 3 pilihan

  1. Memperpanjang studi dalam 1 atau 2 semester. Artinya anda harus selesai kuliah dalam semester ke 7 atau 8
  2. Mengundurkan diri
  3. Drop out

Untuk menyelesaikan satu gelar sarjana anda akan mengikuti 145 sampai 147 mata kuliah. Saya sendiri menyelesaikan kuliah sastra inggris setelah menyelesaikan 57 mata kuliah sastra inggris.

Sebelum menjawab pertanyaan kuliah itu berapa tahun, saya ingin anda menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini,

  1. kenapa anda ingin kuliah?
  2. Apakah anda kuliah karena orang tua?
  3. Apakah anda kuliah karena teman anda kuliah?
  4. Apa anda kuliah untuk mendapatkan pekerjaan yang meningkatkan taraf hidup keluarga?

Kenapa saya menanyakan hal-hal diatas kepada anda? Bukan langsung menjawab pertanyaan yang mudah itu? Pertama saya ingin anda kembali pada tujuan anda.

Dalam Islam ada hadist yang berbunyi innama amalu binniyaat. Segala sesuatu berawal dari niat.

Begitu pun kuliah.

Jika anda niat kuliah karena orang tua yang ingin agar anda kuliah, tanyakan kenapa? Lihat keadaan keluarga anda. Saya ingin memberikan contoh pada anda. Contoh ini tidak jauh karena ia berasal dari saya sendiri. Jadi semoga anda bisa mendapatkan pelajaran darinya.

Setelah selesai sekolah di kota Bukittinggi dan mendapatkan berita kelulusan Evaluasi Belajar Tahap Akhir saya bersiap diri untuk kuliah. Orangtua saya sangat mengharapkan agar anak-anaknya jadi Orang.

Baca: Fatin Mungkin Belum Lulus Kuliah Tahun 2018, Ini Penyebabnya

Maksudnya bukan selama ini saya kera dan berevolusi jadi manusia seperti kata si Darwin. Tetapi menjadi individu yang sukses dengan simbol yang berlaku yaitu mempunyai mobil, rumah, istri yang cantik, dan anak yang banyak.

Banyak orang yang dikenal oleh orang tua saya menjadi Orang karena gelar sarjana. Karena itu mereka berusaha dengan sangat keras agar saya dan adik-adik (anak-anaknya) memiliki gelar sarjana. Tujuannya satu agar anak-anaknya tidak senasib seperti mereka.

Orangtua saya sendiri tidak memiliki pendidikan tinggi karena situasi ekonomi keluarga mereka. Ibu saya mempunyai banyak saudara dan pendidikan paling tinggi yang diusahakan oleh kakek dan nenek saya hanya setingkat SMA. Begitu pula ayah saya.

Karena pengalaman mereka tersebut saya dan adik-adik selalu di pecut agar berprestasi dan semangat sekolah. Saya masih ingat ketika orang tua saya marah karena malas belajar, mereka memarahi saya dengan mengatakan

mau jadi tukang angkat dipasar kamu?

Tentu saja saya tidak mau. Dan itu membuat saya dan adik-adik selalu push to the maximum limit of our strenghts.

Saya pun menyelesaikan sekolah menengah atas dengan prestasi yang membuat Ibu terharu. Mendapatkan peringkat ketiga dikelas (selama ini tidak pernah masuk rangking 10 besar) dan menjadi salah satu lulusan terbaik.

Setelah ebtanas saya pun merasa euforia kuliah sedang mewabah, termasuk saya. Pembahasan di sekolah tidak luput dari memilih jurusan di perguruan tinggi.

Saya sendiri memilih untuk kuliah di jurusan sastra. Pilihan sementara saya kala itu adalah sastra perancis. Tapi orang tua dan kerabat saya menganjurkan agar saya masuk sastra inggris. Orang tua saya melihat bakat saya untuk bahasa inggris diatas rata-rata. Soalnya mereka melihat teman-teman saya banyak yang bertanya jika ada soal bahasa inggris kepada saya. Dan dari kecil saya juga dilihat banyak belajar bahasa inggris sendiri dengan perantaraan film kartun.
Pilihannya hampir seragam yaitu kuliah di luar kota karena budaya orang minang adalah merantau.

Karena euforia itu kami tidak membuat rencana berapa lama kuliah di jurusan yang kami pilih. Saya sendiri akhirnya lulus setelah lima tahun menjalani kehidupan kuliah. Lama kuliah saya ini masih terhitung standar karena jurusan sastra inggris di perguruan tinggi yang saya pilih masih tergolong baru.

Umumnya untuk menyelesaikan sebuah perkuliahan adalah 4 tahun. Jika kampusnya memiliki fasilitas perkuliahan lengkap mulai dari dosen hingga alat-alat bantunya, sebaiknya usahakan menyelesaikan kuliah kurang dari 4 tahun.

Ini alasan saya mengatakan hal tersebut.

Lapangan kerja bagi fresh graduate itu mempunyai persaingan yang cukup tinggi. Jika kamu tidak menyelesaikan kuliah dengan jangka waktu normal, kamu akan tergencet dalam persaingan di dunia kerja.

Orang yang sudah bekerja pun akan memilih perusahaan yang sama dengan fresh graduate. Anda akan mengetahui alasannya di lain waktu.

Semakin lama anda kuliah beban ekonomi keluarga anda akan semakin tinggi. Saya merasakan kondisi ini karena orang tua saya tidak mampu. Makanya agar meringankan beban orang tua saya banyak dibantu dengan kuciran bantuan beasiswa dari kampus. Saya heran jika beberapa dari mahasiswa sekarang yang tidak mencari beasiswa sekarang ini.

Usahakan untuk mendapatkan beasiswa saat kuliah. Mungkin nilainya kecil dalam pandangan anda tetapi beasiswa tersebut dapat mengurangi beban dari orang tua anda.

Jika anda mendapatkan beasiswa maka secara tidak langsung meringankan beban orang tua. Selain itu anda juga menolong biaya sekolah saudara anda yang lain.

Semoga kisah yang saya bagi dan juga saran yang saya sampaikan bisa menjawab pertanyaan anda kuliah itu berapa tahun. Jangan lupa jika ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar, saya akan berusaha menjawab pertanyaan anda dan Bagikan artikel ini agar bisa bermanfaat juga bagi rekan-rekan anda yang lain.

Jalan Terjal Menulis Skripsi Sastra

Setelah hampir lima tahun kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Negeri Padang dengan program studi Sastra Inggris konsentrasi Sastra, maka tibalah saatnya proses terakhir yang harus saya lewati untuk menjadi mahasiswa paripurna.

Proses tersebut adalah menulis skripsi.

Skripsi menurut saya adalah bukti intelektualitas seorang mahasiswa dalam bentuk tulisan yang akan menggambarkan seberapa jauh dan mendalam pemahamannya terhadap sebuah permasalahan dan teori yang telah ia pelajari selama perkuliahan.

Ada banyak cara untuk menyelesaikan skripsi.

Bagi mereka yang hanya ingin gelar sarjana: maka mahasiswa tersebut akan mencari jalan termudah.

Ia cukup menentukan judul dari skripsi yang ia inginkan dan kemudian meminta orang lain untuk membuatkan penelitiannya berdasarkan judul yang ia tentukan.

Saya sendiri memilih untuk menulis skripsi sendiri, meskipun harus menempuh jalan terjal: menulis skripsi sendiri.

Menulis skripsi adalah kegiatan yang paling berat yang pernah saya lakukan.

Namun setelah bertahun-tahun meninggalkan kegiatan menulis penelitian ilmiah selama beberapa tahun, saya pun kembali merasakan kerinduan untuk menjalankan proses akhir perkuliahan di perguruan tinggi tersebut.

Kira-kira seperti apa sih jalan terjal proses skripsi yang saya jalani?

Check it out.

#1 Mencari Novel Yang Tepat

Seorang mahasiswa sastra harus membuat skripsi tentang karya sastra.

Ada banyak karya sastra yang bisa dipilih untuk dijadikan bahan penelitian di kampus.

Teman-teman saya malah meneliti filem box office (Man In Black), kumpulan puisi, komik, dan lain sebagainya.

(Kalau kamu penggemar video game seperti Metal Gear Solid, coba saja ajukan game karya Hideo Kojima tersebut sebagai bahan skripsi)

Karya sastra yang saya pilih untuk dijadikan bahan skripsi adalah novel.

Meneliti novel untuk dijadikan bahan penelitian bukan sebuah hal yang baru.

Sudah banyak mahasiswa senior yang menggunakan novel sebagai bahan untuk diteliti, hanya saja judul novel yang diteliti itu yang beragam.

Mengingat bahan atau materi penelitian yang saya inginkan harus simpel atau mudah didapatkan maka saya pun memilih novel.

Novel yang menjadi bahan penelitian pun tidak bisa sembarangan.

Dosen saya memberikan sebuah persyaratan atas karya sastra yang akan dijadikan bahan untuk penelitian skripsi sastra.

Tidak hanya novel yang baru diterbitkan tetapi novel tersebut harus mendapatkan penghargaan.

Jadi novel yang akan diangkat menjadi sebuah penelitian akan terlihat sebagai penelitian baru bukan berisi sejumlah salinan dari kritikus dari judul novel tersebut.

Kebijakan diatas (novel harus mendapatkan penghargaan dan juga edisi baru) digunakan dosen saya agar mahasiswa sastra yang akan mendapatkan gelar sarjana benar-benar memiliki kualitas.

Alasan beliau memberikan pertimbangan diatas adalah karena budaya mahasiswa Indonesia yang rata-rata lebih suka menyadur karya orang lain dibandingkan membuat karya yang berasal dari olah pikirnya sendiri.

 

Seperti yang banyak diceritakan oleh orang yang menulis skripsi, kendala-kendala menulis skripsi itu banyak dan akan menjadi nikmat tersendiri ketika proses itu berakhir.

Meskipun meneliti Novel itu simpel menurut kebanyakan orang, mendapatkan judul novel yang sesuai standar yang diberikan sangat sulit.

Di kota Padang novel bahasa Inggris terbaru cukup sulit untuk didapat, apalagi yang sesuai kriteria jurusan.

Novel bahasa Inggris yang banyak beredar di kota Padang antara lain novel-novel yang sudah usang dan pastinya bekas pakai.

Novel yang baru pun jika beruntung anda dapatkan adalah novel-novel dengan kategori Best Seller.

Padahal tipikal novel yang layak dijadikan skripsi menurut kampus adalah novel Arundhati Roy yang berjudul The God of Small Things.

Novel The God of Small Things merupakan novel yang banyak mendapatkan penghargaan: Man Booker Prize dan New York Times best seller.

#2 Temukan Toko Buku Yang Tepat

Sepertinya tidak hanya di Kota Padang saja seseorang mempunyai kesulitan dalam mencari novel bahasa Inggris.

Di kota besar seperti Jakarta pun demikian.

The Plot Against America by Philip Roth
The Plot Against America

Saya mendapatkan novel yang sesuai dengan kriteria dari dosen setelah mendapatkan informasi jika di Jakarta ada sebuah toko buku khusus bernama QB World.

Jadi setelah saya googling untuk kriteria novel sastra yang mendapat penghargaan, saya cek ke website QB World untuk novel yang bersangkutan.

Baca: Google Hacking Teknik Rahasia Mencari Informasi Akurat

Dari sekian banyak judul novel berbahasa inggris yang saya temukan hanya beberapa yang dimiliki oleh QB World.

Dan novel The Plot Against America karya Philip Roth menjadi pilihan saya untuk menjadi bahan penelitian saya.

Sayang sekali saat ini toko QB World ini sudah tak bisa lagi di temui.

Kabar terakhir yang saya browsing, pengelola harus menutup bisnisnya karena segmen pasar untuk karya sastra bahasa inggris tidak terlalu menguntungkan.

Dalam beberapa kali main ke mall-mall besar di ibukota ini saya melihat ada beberapa toko buku khusus yang menjual karya-karya berbahasa inggris seperti peripheral dan Gramedia, tapi jika ada yang butuh karya sastra spesifik untuk skripsi seperti yang disampaikan oleh dosen saya kira-kira ada yang mau beli langsung via amazon.com?

Inilah salah satu kekurangan yang saya temui untuk anak sastra inggris, mungkin mahasiswa bahasa asing lain juga merasakan.

Kesulitan mendapatkan literatur-literatur yang menunjang perkuliahan belum mendapatkan tempat di agenda-agenda petinggi kampus.

#3 Membahas Isu Yahudi dalam Novel dan Menjadi Peneliti Yang Objektif

Setelah mendapatkan novel yang tepat dari toko buku yang tepat, maka proses berikutnya adalah mencari pokok permasalahan yang akan diangkat menjadi topik diskusi dalam menulis skripsi.

Dari pencarian saya terhadap novel The Plot Against America saya menyadari bahwa novel ini sangat kental dengan kehidupan orang Yahudi Amerika.

Penulisnya pun, Philip Roth, adalah Yahudi Amerika.

Jadi saat mengangkat isu Yahudi Amerika di dalam novel The Plot Against America, cukup banyak perdebatan yang saya alami.

Philip Roth sebagai seorang pengarang, sangat jenius dalam membangun cerita.

Ia mengambil sejarah Amerika dimasa krisis Keuangan Global dan bagaimana keadaan global tersebut berakibat untuk keluarga Yahudi Amerika.

Selain itu Philip Roth juga membalikkan sejarah untuk mendapatkan sebuah kesan yang kuat tentang apa yang akan dialami oleh orang Amerika keturunan Yahudi jika Amerika dikuasai oleh Charles A. Lindbergh yang sangat dekat dengan pemerintahan Adolf Hilter.

Awalnya saya tidak ingin membahas soal Yahudi karena amat dekat dan mempunyai kecenderungan yang kuat untuk menjadi subjektif, tetapi setelah berdiskusi dengan beberapa teman dan juga setelah membaca beberapa tanggapan kritikus tentang novel tersebut akhirnya saya memberanikan diri untuk menulis judul skripsi The Power of American Jews in The Plot Against America.

Saya cukup lega karena dalam kisah yang diceritakan oleh Philip Roth, ada beberapa orang Yahudi yang memperlihatkan Kekuasaan Yahudi Amerika tersebut.

Bahkan orang-orang kuat atau tokoh-tokoh Yahudi Amerika yang juga ikut berperan dalam pemerintahan Amerika tergambarkan disana.

Apakah kondisi pemerintahannya dekat dengan Hitler atau tidak, selalu ada tokoh Yahudi Amerika di sekitar pemerintahan.

Itu yang saya temukan dan itu yang saya pertahankan di dalam sidang skripsi.

Teori konspirasi Yahudi banyak yang menjadi referensi saya dalam menulis skripsi.

Tetapi untungnya saya selalu diingatkan bahwa yang saya bahas itu novel yang kebetulan membahas persoalan Yahudi di Amerika dan juga fenomena-fenomena yang terdapat didalam novel tersebut.

Inilah yang saya maksud dengan objektifitas dalam menulis skripsi.

Akhir Perjalanan Terjal Menulis Skripsi

Akhir sebuah skripsi adalah sidang skripsi yang dipenuhi oleh penguji dan juga pembimbing.

Jika anda menulis sendiri skripsi yang anda buat, maka apapun hasil sidang dan bagaimana jalan sidang tentu anda nikmati.

Skripsi saya disebut-sebut sebagai penulisan yang cukup subjektif oleh salah seorang penguji.

Hal ini dikarenakan isu yang saya bawa cukup sensitif yang cenderung ke arah rasisme, tetapi dengan bekal yang kuat (berupa diskusi rutin dengan teman-teman rohis maupun non affiliate) saya berhasil meyakinkan penguji bahwa penelitian sastra yang saya lakukan adalah penelitian yang objektif dan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi subjektif terhadap sebuah persoalan.

Ada dua jam, menurut teman saya yang juga menunggu giliran sidang, saya berada di dalam ruangan dengan para penguji skripsi.

Beberapa teman malah mempunyai prediksi mengerikan jika saya didalam sedang di koyak-koyak oleh penguji yang terkenal sangat killer di kampus.

Saya sendiri merasakan diskusi yang membahas skripsi tersebut jauh dari bayangan-bayangan yang mengerikan.

Bagi saya bertemu dengan penguji berarti berdiskusi lebih jauh mengenai cara saya menulis ilmiah, referensi yang saya ambil, dan cara interpretasi saya terhadap teks-teks novel The Plot Against America yang saya kutip.

Rentang waktu yang saya rasakan malah hanya sekitar 30 menit.

Meskipun suasananya sangat menyenangkan, ketika palu keputusan lulus/tidak lulus akan diketukkan, disitu saya merasakan betapa lamanya waktu berjalan.

Musyawarah dan mufakat yang diberikan kepada penguji skripsi membutuhkan ketidakhadiran orang yang diuji.

Big relief. 

Saat anda memikul beban berat dipundak dan begitu beban tersebut tidak ada lagi, tubuh anda akan merasa ringan.

Begitu juga tubuh saya saat mendengar bahwa saya lulus ujian skripsi dengan topik yang sangat sensitif.

Saking ringannya tubuh saya saat mendengar kelulusan, saya hanya bisa terisak di tempat duduk dan ditertawakan oleh para penguji yang sebagian besar wanita.

Air mata saya pun rasanya tidak berhenti berderai ketika salah seorang penguji berbisik kalau nilai yang diberikan oleh penguji cukup baik, B.

Padahal saya hanya berharap lulus dengan nilai C agar selesai masa perkuliahan di kota Padang.

Hingga hari ini satu kopi skripsi tersebut saya simpan di dalam lemari dan novel The Plot Against America, selalu saya baca dan saya bawa kemana pun.

Ada hal-hal baru yang saya gali dari novel tersebut dan semoga suatu hari saya bisa menyelesaikan menuliskannya dalam sebuah buku baru.

Kesulitan Fathin Shidqia Lubis dalam Menulis Skripsi

Fatin Shidqia Lubis, penyanyi jebolan program televisi X-Faktor, merasakan sulitnya dalam menjalankan masa-masa akhir perkuliahan di jurusan Performing Art Communication London School of Public Relation (LSPR).

Menulis skripsi itu, kata Fatin menirukan pesan dosennya, harus apa yang ada. Bukan diada-adain.

Kepada reporter kompas.com saat ditemui di acara Muslim Fashion Festival (MFF) hari Minggu (22 April 2018) Fatin mencontohkan salah satu judul skripsinya yang ditolak oleh dosen, Apa Pengaruh Judul Film Untuk Remaja SMP di Jakarta Selatan?

Dari penolakan dosen untuk judul skripsi yang absurd tersebut, penyanyi kelahiran 30 Juli 1996 itu pun mulai memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ia lakukan dalam menjalani proses akhir perkuliahan.

Tidak hanya Fatin, saya pun merasakannya ketika akan menyelesaikan kuliah di jurusan bahasa dan sastra inggris, universitas negeri padang tahun 2007 lalu.

Perjalanan seorang mahasiswa dalam melalui proses akhir pendidikannya di perguruan tinggi dengan menulis skripsi memiliki kisah menarik.

Mulai dari mencari topik permasalahaan yang akan diteliti, membuat sebuah judul penelitian, lalu kemudian menuliskan penelitian tersebut ke sebuah standar penulisan ilmiah semua tidak bisa dilakukan dengan instant.

Makanya ada orang yang akhirnya tidak mau repot dan meminta jasa orang lain untuk menuliskan tugas akhirnya berupa skripsi.

Sayangnya jalan mudah menyelesaikan skripsi diatas berakibat buruk untuk masa depan Anda, kenapa?

Anda tidak akan mendapatkan gambaran permasalahan yang diangkat dalam skripsi tersebut dengan lengkap.

Hal ini akan berakibat: Anda akan gugup ketika mendapatkan pertanyaan dari dosen penguji yang sama sekali tidak ada didalam skripsi yang diujikan.

Makanya saya sangat menyarankan kepada setiap pembaca yang bertanya tentang menulis skripsi agar membuat sendiri skripsi mereka.

Dengan menulis sendiri, kita tidak hanya memahami topik permasalahan yang kita angkat tetapi kaitannya dengan hal lain yang berada diluar konteks skripsi.

Dosen penguji itu ajaib.

Jawaban kita terhadap pertanyaan ajaib akan memberikan nilai plus, tetapi jangan juga mengada-ada.

Kalau pertanyaan ajaib dosen penguji berhubungan dengan teori yang berkaitan dengan skripsi dan kita tidak atau belum pernah mendapatkan teori tersebut, lebih baik minta baik-baik referensi mengenai teori yang disampaikan oleh dosen penguji.

Jika harus ditambahkan ke dalam skripsi, maka tambahkan seperlunya.

Jangan memaksakan teori dari dosen penguji ada, tetapi malah membuat kerangka penelitian yang sudah solid menjadi kabur.

Jadi penasaran apa judul skripsi ajaib Fatin yang akan membuatnya mendapatkan gelar sarjana dari salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta tersebut.