Kategori
Kuliah

Apa Itu Psikopat?

Enggak selamanya orang gila itu karena mentalnya sakit.

Advertisements

Karakter Psikopat Friday the 13th

Orang jahat adalah orang baik yang disakiti. Ungkapan ini viral setelah film Joker dirilis. Diantara semua penjahat yang berhadapan dengan Batman, Joker merupakan karakter yang menjadi anti-thesis pahlawan Gotham yang paling disukai fans DC dibandingkan rival Batman yang lain. Selain menjadi tokoh penjahat paling favorit, Joker juga dianggap karakter yang paling pas dalam menggambarkan kondisi kejiwaan seorang psikopat. Apa itu psikopat? Inilah yang akan kita cari jawabannya.

Psikopat terdiri dari dua kata psyche dan pathos. Psyche berarti jiwa dan pathos memiliki arti penyakit. Jadi secara sederhana arti kata psikopat adalah penyakit jiwa.

Psikopat atau beberapa ahli menyebutkan dengan sosiopat merupakan sebuah penyakit kejiwaan yang dicirikan oleh tindakan yang bersifat egosentris dan antisosial. Psikopati (kata psikopat yang tepat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia) sering didefinisikan secara sederhana sebagai orang gila akan tetapi ada perbedaan antara orang gila yang didiagnosa menderita schizofrenia dengan seorang psikopati.

Menurut Robert D. Hare, seseorang yang mengidap psikopat akan selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balikkan fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Robert D. Hare telah melakukan penelitian terhadap penderita psikopat selama 25 tahun.

Majalah Gatra Edisi Februari 2006 dalam Tajuk bagaimana menghadapi psikopat menulis lima belas sampai dua puluh persen penderita psikopati merupakan pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Jika Joker merupakan contoh penderita penyakit psikopat dalam dunia dongengnya DC Comics, maka Reynhard Sinaga merupakan contoh penderita psikopat di dunia nyata. Sebelum Reynhard dunia sudah mengenal beberapa psikopat dengan kasus yang lebih mengerikan lagi diantaranya:

  • Ted Bundy (Theodore Robert Bundy)
  • Richard “The IceMan” Kuklinski
  • Harrold Shipman
  • David Richard Berkowitz
  • Jack The Ripper
  • Jefery Dahmer
  • Luis Alfredo Garavito Cubillos
  • Robert William “Willie” Pickton
  • Elizabeth Bathory
  • Gilles De Rais
  • Soemanto
  • Ferdy Setiawan

Layaknya sebuah penyakit seseorang yang menderita penyakit kejiwaan seperti sosipat memiliki gejala-gejala. 15 gejala penyakit kejiawaan ini antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Sering berbohong, fasih, dan dangkal.
  2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
  3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Kadang-kadang psikopat mengakui perbuatannya, namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
  4. Senang melakukan pelanggaran di waktu kecil.
  5. Sikap acuh tak acuh terhadap masyarakat.
  6. Kurang empati. Bagi psikopat, memotong kepala ayam dan memotong kepala orang tidak ada bedanya.
  7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
  8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Tidak ada waktu bagi seorang psikopat untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
  9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
  10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki tanggapan fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, ataupun gemetar. Pengidap psikopat tidak memiliki perasaan tersebut, karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah “dingin”.
  11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
  12. Biasanya sangat cerdas dan mungkin paling cerdas ketika dibandingkan dengan anak-anak yang lain.
  13. Biasanya banyak mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya dan marah jika orang lain menyalahkannya. Merasa paling benar, dan biasanya anggapannya itu memang benar.
  14. Mengetahui sesuatu yang tidak diketahui. Biasanya banyak yang benar dan sangat sedikit sekali yang salah.
  15. Memiliki perkiraan dengan akurasi yang tinggi (perkiraannya jarang salah dan kebanyakan adalah benar atau semuanya benar).

Meskipun seseorang yang kita kenal memiliki gejala-gejala diatas, kita tidak bisa langsung memvonis orang tersebut menderita penyakit psikopat. Berkonsultasi dengan dokter jiwa atau psikiater merupakan tindakan yang harus dilakukan agar menghilangkan kecurigaan terhadap orang tersebut. Dalam mendiagnosa kondisi kejiwaan seseorang psikopat atau tidak ada 7 (tujuh) diagnosa yang dilakukan seorang psikiater:

  1. Mencocokkan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan Prof. Hare. Pencocokan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan perilaku pasien dari waktu ke waktu.
  2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian menggunakan elektroensefalogram, pencitraan resonansi magnetik, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal, pembunuh spontan, dan pembunuh terencana berdarah dingin menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian.
  3. Wawancara menggunakan metode DSM (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder) IV (The American Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial.
  4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan.
  5. Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.
  6. Melakukan tes pengetahuan. Psikopat biasanya memiliki pengetahuan yang luas.
  7. Jika ada anak berumur 3 tahun yang terlalu genius, dan seharusnya anak tersebut tidak mungkin segenius itu, maka bisa jadi anak tersebut psikopat.

Sumber: Wikipedia

Advertisements
Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *