Antara Dua Pesta Di Indonesia

Hari ini Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang ketujuh. Majalah Time bahkan menempatkan Obama dari Indonesia (julukan yang diberikan media Amerika) pada cover depan dengan judul yang cukup wah, A New Hope. Sebuah Harapan Baru. Kiprah Presiden baru, Joko Widodo di perpolitikan di Indonesia juga cukup mengejutkan. Dari seorang walikota di Solo (daerah kecil di Jawa), kemudian menjadi Gubernur di Ibukota, dan selang dua tahun menjadi Presiden di negara yang kaya dengan sumber alam ini.
Tapi tulisan ini tidak untuk membahas mengenai lompatan karir dari Jokowi yang seperti kisah-kisah dongeng atau cerita rakyat. Tulisan ini adalah tentang tim kampanye Jokowi yang akan membuat “syukuran” menyambut pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Media propaganda Jokowi, Metro Tv, bahkan mengantisipasi “kemenangan rakyat” dengan liputan khusus pesta rakyat di bilangan Monumen Nasional nantinya. Tentunya liputan ini akan membuat pesta pernikahan selebritis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akan menjadi sebuah sandingan yang tidak mudah. Tapi ada esensinya yaitu modal yang dikeluarkan oleh keduanya, tim jokowi dan Raffi-Nagita.
Mungkin tidak ada yang melihat benang merahnya antara dua peristiwa ini, tapi saya melihat dari sisi uang yang dikeluarkan untuk dua peristiwa penting tersebut. Sebagaimana pasangan selebritis yang berbahagia dan saling cinta, pernikahan Raffi dan Nagita merupakan pernikahan yang sangat mewah. Dari mulai prosesi adat jawa midodareni (CMIIW) semua pasang mata di Indonesia disihir untuk mengikuti prosesi pernikahan. Entah berapa milyar yang digelontorkan oleh kedua pasangan tersebut untuk membuat sebuah acara pernikahan yang detik demi detik disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi swasta nasional. Untungnya beberapa bulan sebelum hari H pernikahan secara berseloroh Raffi Ahmad berseloroh bahwa prosesi pernikahan yang ia jalani bersama istri akan menjadi mewah jika ada sponsornya. Dan kita sama-sama melihat deretan iklan yang dibintangi oleh Raffi menghiasi layar kaca ketika jeda. Sponsor dalam program ini tidak harus dibintangi oleh Raffi ataupun Nagita tetapi setiap produk yang mendapatkan spot dalam program acara tersebut. Satu spot iklan dalam sebuah program pun berbeda tarifnya dan juga tergantung berapa lama durasi iklan tersebut mengisi jeda dalam sebuah program. Pastinya untuk hal ini stasiun televisi swasta tersebut yang harus mengeluarkan datanya, menurut saya spot tersebut tidak semurah spot di google adwords 🙂
Sekarang saya mencoba untuk menyandingkan dengan acara yang akan digelar oleh Presiden baru dengan judul PESTA RAKYAT. Dikabarkan terdapat konser di Monas yang didukung oleh artis-artis yang telah mendukung Jokowi saat kampanye pilpres yang lalu di Gelora Bung Karno. Tentu saja konser ini gratis, dan tidak hanya itu untuk membuat acara lebih menarik kabarnya disediakan jajanan rakyat disekitar Monas dimana pengunjung dapat mencicipi tanpa bayar. Berita resminya biaya pelantikan Jokowi dan JK adalah 1 Milyar tapi jika acara Pesta Rakyat (update terakhir twitter Pesta dirubah menjadi syukuran) yang menggratiskan Konser Musik dan jajanan rakyat di Monas saya yakin total biaya yang dikeluarkan lebih dari itu. Berita yang menyebutkan biaya pelantikan jokowi 1 Milyar rupiah bagi saya tidak lebih dari sebuah pencitraan agar brand kesederhanaan dalam sosok Jokowi tidak hilang. Mungkin dana yang dikeluarkan untuk Pesta Rakyat berasal dari kantong Bapak JK, secara finansial beliau yang paling tebal modalnya.
Satu kesamaan lagi antara dua pesta yang diselenggarakan dalam hari yang berbeda ini. Yaitu keduanya menimbulkan kontroversi. Pernikahan Raffi dan Nagita yang disiarkan secara langsung dua hari berturut-turut oleh stasiun televisi swasta telah menuai peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia. Stasiun televisi ini dianggap telah menyelewengkan hak publik untuk menerima informasi yang bermanfaat melalui media televisi. Sedangkan pesta rakyat Jokowi dan “rakyatnya” menimbulkan ironi bahwa saat di Sumatera Utara sana Sinabung sedang erupsi dan pengungsi membutuhkan bantuan, Ibukota malah menghambur-hamburkan uang untuk pelantikan.  Entah apa perasaan relawan Jokowi yang berada di sekitar Sinabung dalam menanggapi momen yang mereka tunggu-tunggu ini.
Advertisements

Tinggalkan Balasan