Amati, Ta’aruf, Menikah (ATM) Proses Mencari Pasangan Sesuai Ajaran Islam

Amati, Ta’aruf, Menikah: ATM – Saya pernah mengikuti sebuah seminar yang mengangkat topik menarik perhatian baik pria maupun wanita. Topik yang diangkat adalah tentang metode mencari jodoh yang dilakukan dengan tidak menabrak aturan-aturan agama, khususnya agama Islam.

poster acara amati taaruf menikah
via http://lestariyulitri.blogspot.co.id/2015/02/mempunyai-tanpa-memiliki.html

Acara ini diselenggarakan oleh brand pakaian syar’i @hijabalila di gedung SMESCO. Adapun pemateri di acara ini cukup dikenal dikalangan anak muda seperti

  1. ustadz Felix Siauw, ustadz muda yang aktif di media sosial twitter
  2. Artis Oki Setiana Dewi (dan suami),
  3. Artis Teuku Wisnu, dan juga
  4. Yulia Rahman.

Acara seminar tentang mencari jodoh secara Islam ini diberikan judul Amati, Ta’aruf, Menikah atau disingkat dengan #ATM.

Peserta yang mengikuti acara ini sangat luar biasa dari jumlah. Lebih kurang ada 2500 orang baik pria maupun wanita yang mengikuti acara ini. Dan saya baru menyadari jika wanita memang SIAP untuk menikah ditandai dengan perbandingan peserta pria maupun wanita yang sangat jomplang.

Seminar Amati Taaruf Menikah dimulai jam 8.30 pagi.

Saya dan beberapa teman yang juga tertarik dengan acara ini telah mengantri untuk dilakukan daftar ulang peserta yang mengikuti acara. Di tempat pendaftaran ulang khusus untuk wanita antrian mengular sedangkan di bagian pria, jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari.

Saat masuk ke gedung ballroom SMESCO jatah kursi peserta wanita sudah hampir penuh, saya jadi berpikir dimana nanti peserta yang sedang daftar ulang diluar akan mendapatkan tempat di dalam ballroom?

Saya yang lebih suka duduk di barisan belakang saat acara seminar dipaksa untuk duduk di bagian depan  pada seminar seperti amati taaruf menikah. Dan dibarisan depan yang khusus untuk peserta pria terlihat hanya dua barisan kursi yang dipersiapkan.

Sesuai dengan judul seminar amati taaruf menikah maka para narasumber berbagi pelajaran dan kisah tentang fase-fase yang dilalui sebelum mencapai proses menikah.

 baca juga: JANJI ALLAH BAGI ORANG YANG AKAN MENIKAH

Proses #1 Amati

… merupakan sesi pertama dari seminar ATM (Amati Taaruf Menikah). Pemateri yang membawakan topik ini adalah ustad Felix Siaw. Di sesi ini beliau menceritakan bagaimana ia memilih pendamping setelah memiliki niat untuk menikah.

Ada banyak manusia di sekitar anda. Lawan jenis yang menarik perhatian anda. Anda berinteraksi dengan lawan jenis setiap hari, anda mengamati tingkah lakunya di beberapa waktu, lalu anda bertanya apakah ia jodohku?

Memilih pasangan. Ini inti dari sesi pertama amati taaruf menikah. Pemateri sendiri membagikan bagaimana ia melakukan proses AMATI ini sebelum menikah dengan sang istri. Menurut pengakuan dari ustadz Felix, ia bertekad menikahi sang istri setelah mengetahui betapa kuat si wanita ini menjaga auratnya.

Pemateri dan istri kuliah di perguruan tinggi yang sama dan jurusan yang sama (Holtikultura Institut Pertanian Bogor). Ketika praktikum yang mengharuskan untuk turun ke sawah, istri dari ustadz Felix ini tidak mencopot kaos kaki sebelum memakai sepatu boot.

Sepele memang kelihatannya apalagi di dunia yang hedon dan tak lagi kuat menerapkan syariat Islam bagi diri sendiri. Tetapi bagi pemateri seorang wanita yang menjaga aurat, yang bahkan bagi masyarakat sebenarnya tidak terlalu diperhatikan, berarti bisa menjadi pasangan hidup yang luar biasa kelak.

Jika seseorang bisa menjaga aurat (yang juga aib) bagi diri sendiri tentu wanita tersebut bisa menjaga aib suaminya.

Selain melihat bagaimana prinsip yang dipegang oleh pasangan, Felix Siauw pun berpesan untuk mengamati dimana biasanya pasangan tersebut menghabiskan waktu. Di zaman ini ada banyak tempat bagi pria dan wanita bisa berkumpul dan berinteraksi. Entah itu cafe namanya atau diskotik.

Jika anda ingin menikah dan menghabiskan umur anda di dunia ini dengan seseorang, apakah anda akan memilih orang yang senang berada di majlis-majlis ilmu atau yang sering ke diskotik?

Kalau saya lebih cenderung memilih calon pendamping di majlis-majlis ilmu.

Proses #2 Taaruf

Setelah proses Amati sesi dua pun dimulai dan diberi nama Ta’aruf.

Dalam bahasa Arab kata Taaruf berarti kenal dengan orang baru. Makanya sewaktu aktif di rohis kampus ada ungkapan “Tak kenal maka Taaruf”. Amati taaruf menikah makna taaruf fokus kepada proses yang dilakukan untuk mengenal calon pasangan dan keluarganya serta menetapkan pernikahan.

Apa bedanya antara ta’aruf dan pacaran kalau begitu? Toh sama-sama mengenal kepribadian calon masing-masing. Pertanyaan ini dijawab dengan cukup bijak oleh pemateri Teuku Wisnu bahwa pacaran hanya memperlihatkan kebaikan-kebaikan semu pasangan bukan karakter sesungguhnya.

Dengan rendah hati teuku wisnu menyatakan bahwa ia merasa malu untuk berbagi dengan para peserta di acara amati taaruf menikah. Alasannya sangat jelas, proses yang ia lalui sebelum menikahi Shireen Sungkar tidaksesuai dengan apa yang dibahas dalam Seminar tersebut.

Begitu pula dengan Yulia Rahman yang lebih dulu berkarir di dunia keartisan. Bahkan ia membagikan pelajaran hidup yang didapatkan dari pernikahannya yang mengalami kegagalan. Menikah jika tanpa ada keterlibatan Allah dan juga melewati proses yang ditetapkan hanya akan menimbulkan kekecewaan.

Proses #3 Menikah

Menikah. Inilah muara itu. Sebuah fase kehidupan yang lain yang membuat Allah memudahkan rezeki dan prosesnya. Jika hingga sekarang anda belum menikah mungkin anda masih belum pantas untuk itu. Maka bagi laki-laki, pantaskan diri untuk menjadi seorang suami, seorang bapak, dan seorang imam bagi istri. Bagi perempuan pun begitu tapi lebih dari kajian yang disampaikan titik berat perempuan adalah sebagai ibu dan istri. Dari seorang perempuan yang hebat maka suami pun akan hebat, anak-anak pun akan membanggakan.

Saya pernah mengikuti kajian ilmu dengan tema yang hampir mirip seperti ini sewaktu kuliah. Pematerinya adalah Ustadz Salim A. Fillah, seseorang yang memutuskan untuk menikah muda.

Materi yang disampaikan hampir mirip perbedaannya hanya pengemasan acara yang lebih baik dan profesional. Terang saja sih acara yang dulu disajikan oleh rohis (yang dananya tidak ada) sedangkan acara seminar amati taaruf menikah disponsori oleh produk hijab.

Advertisements

5 Balasan untuk “Amati, Ta’aruf, Menikah (ATM) Proses Mencari Pasangan Sesuai Ajaran Islam”

  1. Ping-balik: Amati: Saudari Yang Bertemu Teuku Wisnu | PencariCerah
  2. Ping-balik: Ta’aruf Politik Untuk Pemimpin Indonesia 2014-2019 | PencariCerah
  3. Ping-balik: Teuku Wisnu dan Website Resmi Artis One Day One Juz | PencariCerah

Tinggalkan Balasan