25 Januari 2016, Mesir dan Keputusasaan

By: SELIDIK
****

(1)
5 tahun revolusi 25 Januari berlalu. 3 tahun pembantaian Rab’ah dianggap angin lalu. Akankah peristiwa besar terjadi di Mesir?

(2)
AsSisi nampak di atas angin. Di istana ia menjamu Presiden China. Di jalanan, aparat membantai demonstran. Dua presiden yang dikenal represif dan tak punya perasaan.

(3)
Parlemen Mesir terbentuk. Dagelan baru terus ditunjukkan. 346 UU dibuat hanya dalam 4 hari. Anggota parlemen diisi pemabuk, artis porno, Islamphobia. Ada Salafy AnNur. Tapi kini tak mampu mengaum.

(4)
Mesir bertekuk lutut di hadapan Ethiopia yang tinggal menghitung hari menyelesaikan Bendungan sungai Nil. Jangan aneh. Bila suatu hari, cerita Nil hanya tinggal kenangan.

(5)
Mesir pun kini membiarkan Israel menguasai ladang gas di ZEE Mesir. Dulu mengekspor gas ke Israel dengan harga okazion. Kini. Mesir mengimpor gas dari Israel dengan harga mahal.

(6)
Mesir kini menjadi bagian dari 6 negara kontra Turki. Keenam negara adalah: Yunani, Cyprus Yunani, Israel, UAE, Mesir, Rusia.

(7)
Mesir pun menjadi negara Arab Muslim yang meminta Israel menolak usulan Turki untuk mencabut embargo atas Gaza.

(8)
Padahal saat perang 2014. Mesir merayu HAMAS untuk menghentikan perang. Jaminannya. Jalur laut dan bandara akan dibuka kembali di Gaza.

(9)
Mesir kini menjadi pusat kemunafikan. Tak ada lagi Islam. Tak ada lagi AlQuran. Tak ada lagi Rasul sebagai teladan. Mesir tak ada lagi kasih sayang.

(10)
Akankah revolusi bangkit kembali di 2016? Saya termasuk yang pesimis. Sebab yang mengendalikan Mesir adalah Tel Aviv dan UAE. Di Mesir, tersisa hanya boneka dan mayat berjalan.

(11)
Mesir adalah ujian kesabaran. Mesir Ummuddunya yang meradang kesakitan. Semoga kader-kader Ikhwanul Muslimin, teguh dalam sabar dan kesatuan.

Advertisements

Leave a Reply