Uncategorized

10 Mistakes That Bloggers Should Avoid

John Chow adalah seorang internet marketer yang sukses. Ia membagi rahasia kesuksesannya tersebut melalui blog pribadinya. Melihat perkembangan para pengguna internet yang ingin mendapatkan bagian atas kucuran siklus perekonomian di dunia internet ini, ia memberikan ebook gratis yang berisikan berbagai tips dan trick agar para pemula atau newbie di internet marketing dapat mencoba. Ebooknya sendiri sudah lama saya download namun saya selalu mempunyai alasan untuk tidak membacanya hingga saat ini. Isi buku elektronik tersebut hampir seperti buku how to make money online lainnya dari blogger-blogger lain namun yang membedakannya adalah isinya merupakan kumpulan postingannya yang diedit kembali. 

Dengan membacanya saya berharap dapat menjadikan blog sebagai sebuah alat untuk menjaring pertemanan, menjaring kesempatan bisnis/kerja, dan juga menjaring uang.
Saat ini saya akan membahas 10 Kesalahan Dalam Aktivitas Blogging. Saat mengetahui kesalahan-kesalahan kita dalam melakukan aktivitas blogging ini saya berharap dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan yang secara sengaja atau tidak sengaja saya telah saya lakukan.

  1. Not Updating.
  2. Nyawa dari sebuah blog adalah konten yang selalu di perbaharui atau updated posts. Namun terkadang ada masa-masa ketika menulis itu menjadi sebuah beban yang membuat saya atau mungkin anda malas melakukannya. Apalagi membuat sebuah komitmen yang kuat untuk posting sebuah artikel setiap hari minimal satu. Inilah kesalahan yang paling berbahaya. Kebiasaan saya dan juga mungkin anda (bagi yang terhindar dari kebiasaan ini saya mengucapkan selamat) adalah saat menerbitkan atau mengaktifkan blog untuk pertama kalinya maka saya memposting artikel (apakah itu buatan saya sendiri atau hanya jiplakan dari blog orang lain) setiap waktu. 
    Mungkin dalam sehari ada 5 artikel yang bisa saya posting. Namun beberapa hari atau beberapa minggu kemudian frekwensi menerbitkan postingan ini mengendur menjadi sekali seminggu atau bahkan yang paling parah sekali dalam sebulan.

    Padahal niatnya ingin mempunyai sebuah traffic yang tinggi. Jika kita tidak bisa membuat frekwensi postingan yang dalam sehari 5 kali paling tidak kita harus bisa stick dengan kemampuan kita dalam menulis. Menerbitkan tulisan atau konten baru dalam seminggu dua kali namun terus akan mengakibatkan pencapaian tujuan yang pasti dan telah kita tetapkan. Jika dibawa ke agama maka membaca quran sehari satu halaman namun tiap hari lebih baik dari pada membaca quran tamat dalam satu malam.

  3. Blogging only for money
  4. Judul e-book John Chow memang make money online, namun ia memberikan sebuah peringatan agar para blogger tidak terjebak dengan menjadikan kegiatan meraup dolar ini sebagai tujuan akhir.

    Siapapun yang membaca kalimat-kalimat yang berada dalam buku ini pastinya akan membuat uang sebagai tujuan dari kegiatan bloggingnya, jika hal tersebut terjadi maka blogger tersebut telah terjebak dengan kerakusannya sendiri. John Chow dan beberapa blogger professional lainnya menyebutkan agar dalam aktivitas blogging harus mengedepankan sebuah semangat memberi. Uang hanya sebuah selingan yang menyenangkan jika kita mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada orang lain. Dalam bukunya ini John Chow menceritakan bahwa ia memulai aktivitas blogging dengan menceritakan keberhasilannya dalam merakit komputernya sendiri.
    Kemudian ia lanjut membuat ulasan-ulasan tentang perangkat-perangkat keras computer yang ia minta kepada produsen-produsennya. Ia hanya ingin mereview produk-produk tersebut namun banyak orang yang terbantu dengan kegiatannya tersebut. Akhirnya dari kebiasaannya mengulas produk-produk yang ia minta uang datang dengan sendirinya.

  5. Rushing a Post
  6. Saya bertanya-tanya sendiri, apakah blogger diluar sana sering menatap kembali tulisan yang telah ia buat sebelum ia menerbitkannya dalam sebuah blog? Kalau anda bertanya pada saya maka saya menjawab saya jarang sekali memperhatikan masalah ini. Saya menganggap bahwa

    jika saya kembali mencek dan mericek struktur bahasa yang saya pakai maka saya akan membuat sebuah tulisan yang panjang. Padahal saya tidak menginginkan tulisan panjang dan bertele-tele. Saya ingin apa yang ada dalam alam pikir saya dapat ditangkap maksudnya oleh pembaca blog saya. Mungkin karena beranggapan seperti itu maka saya jarang mendapat komentar dari pengunjung blog ini. 
    Mungkin apa yang saya sampaikan tidak dapat mereka cerna dengan baik. Kebiasaan ini harus diubah. Apalagi yang memiliki blog berbahasa Inggris. Langkah John Chow dalam mengevaluasi susunan gramatikal dan penyampaiannya sendiri patut untuk ditiru.

  7. Not being personal
  8. Ada orang yang ingin terlihat cerdas, alim, sehingga ia membuat tulisan dalam postingannya mempunyai banyak perbendaharaan kata yang tidak semua orang mengerti. Apakah tulisan saya juga seperti itu? Yang pasti blogger sepakat bahwa blog adalah alat komunikasi dan mestinya dengan alat komunikasi tersebut blogger dapat memperlihatkan seperti apa dia dalam pemikiran. Dan dalam sikap.

  9. Being a Copycat.
  10. Menjiplak! Kebiasaan inilah yang harus saya ubah. Mungkin kebanyakan blogger lain seperti saya juga mempunyai kebiasaan menjiplak artikel yang terlihat amat bagus untuk blog kita sendiri. Tapi sayangnya menjiplak artikel orang lain membuat kita kehilangan touch diri sendiri. Tentu saja kebiasaan buruk ini bertolak belakang dengan tujuan dari sebuah blog yaitu mengemukakan pendapat dan pemikiran dan mendapatkan feedback.

  11. Not Replying to comments.
  12. Komentar adalah sebuah air di padang pasir. Blog saya ini jarang sekali mendapatkan komentar dari orang lain. Berbeda halnya dengan blog saya di wordpress atau multiply yang selalu mempunyai komentator. Walau dengan kata-kata yang masih sedikit seperti TFS namun hal itu membuat sebuah semangat baru dalam menghasilkan sebuah tulisan lain.

  13. Not giving a full feed RSS
  14. Waduh… bagaimana saya akan memberikan layanan Feed Rss jika saya sendiri mempublish postingan terbaru 1 x dalam sebulan. Namun inilah yang harus saya ubah. John Chow bahkan berpendapat jika anda tidak memposting sedikitnya 10 tulisan perhari maka tidak memberikan feed RSS adalah keputusan yang bijak.

  15. Not reaching out to other bloggers. 
  16. Bersilaturahim, itu istilah yang saya sukai ketika harus melakukan jalan-jalan dari sebuah blog ke blog yang lain. Ada beragam ide, pendapat, bahkan pelajaran baru dari masing-masing blogger. Jadi jangan sungkan untuk saying just hi pada kolom komentar saya. 

  17. Writing for Google instead of people.
  18. Kebanyakan blogger sering beradu kepandaian dalam jurus Search Engine Optimation (SEO) agar blog atau situs mereka mendapat tempat teratas atau paling tidak terdapat pada 5 halaman

    pertama dalam hasil pencarian google pada sebuah kata kunci yang diinginkan.
    Cara seperti ini digunakan untuk menjaring pengunjung ke blog dari mesin pencari terbesar Google. Namun alangkah mengecewakan pembaca jika ia menemukan apa yang ia cari tidak ia temukan dalam blog kita sendiri. John Chow mewanti-wanti hal ini karena Google juga memberikan penilaian atas kepuasan pengunjung sebuah situs/blog.

  19. Not reading John Chow Dot Com.
  20. Haa?? What a narcist bastard. Tapi bener juga tanpa membaca bukunya saya tidak menyadari kesalahan-kesalahan yang saya perbuat dengan sengaja atau tidak sengaja.
Advertisements

Leave a Reply